MANAGED BY:
SELASA
30 NOVEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

UTAMA

Senin, 11 Oktober 2021 10:22
Harga Batu Bara Naik, Waspadai Kerusakan dari Eksploitasi Berlebih
Kenaikan harga batu bara bakal memberi ruang eksploitasi besar-besaran di Kaltim. Di sisi lain, kenaikan harga itu tidak akan berdampak sangat signifikan terhadap ekonomi kerakyatan.

KENAIKAN harga batu bara bakal memberi ruang eksploitasi besar-besaran di Kaltim. Di sisi lain, kenaikan harga itu tidak akan berdampak sangat signifikan terhadap ekonomi kerakyatan. Kondisi itu pun bisa menjadi ruang bagi pelaku tambang ilegal meraup untung sebanyak-banyaknya. Apalagi pengawasan pelaku tambang ilegal juga dianggap masih lemah.

Dinamisator Jaringan Advokasi Pertambangan (Jatam) Kaltim Pradarma Rupang mengatakan, dalam kondisi saat ini, sebagian negara sudah menghentikan konsumsi batu baranya. Artinya, sebagian pasar akan menghilang dan Indonesia bisa kehilangan konsumen batu baranya. Kondisi harga batu bara yang naik tidak juga berdampak signifikan. Justru, memperparah risiko kerusakan.

“Kondisi ini bisa memperluas cakupan daya rusak. Itu tentu saja bagi para mafia tambang ilegal dimanfaatkan untuk memperbesar eksploitasi mereka. Negara seharusnya menjadi bagian pencegah,” kata Pradarma.

Saat ini, ucap dia, pengawasan tambang ilegal begitu lemah. Pradarma menyebut salah kaprah jika pemerintah daerah dan aparat hukum menyebut mereka menunggu laporan masyarakat terkait tambang ilegal. Sebab, eksploitasi tambang ilegal itu sudah merugikan negara. Artinya, bukan lagi perkara delik aduan. “Sementara, statement dari aparat hukum masih sering yang berkata menunggu laporan dari masyarakat,” jelasnya.

Sementara, dengan Undang-Undang Mineral dan Batu Bara yang baru, juga mempersempit ruang gerak pengawasan dari masyarakat. Jika sebelumnya, cukup ke ibu kota provinsi, kini harus ke Jakarta yang tentunya tidak mudah dilakukan. Belum ada pula sistem pelaporan yang ideal untuk masyarakat mengadu.

Tidak hanya itu, sejumlah pelaku tambang legal juga masih bermasalah. Dirjen Minerba Kementerian ESDM mencatat ada 224 izin bermasalah. Akan tetapi, tambang resmi itu masih bisa beroperasi kembali atau diperpanjang. Di sisi lain, pemerintah juga disebut Pradarma tak transparan. Sementara urusan tambang kini diambil pusat. Tak ada garansi bakal lebih baik, apalagi keterbukaan juga dianggap masih minus.

Perpanjangan tanpa pengawasan dan partisipasi publik akan membahayakan keselamatan rakyat dan lingkungan hidup. Apalagi sejumlah kasus akibat adanya lahan tambang batu bara di Kaltim sangat sering terjadi.

Mulai bencana ekologis seperti banjir dan longsor, degradasi hutan yang mengakibatkan aneka satwa kehilangan tempat tinggal, termasuk orang utan yang bahkan beberapa kali ditemui di areal tambang, belum lagi puluhan ibu yang harus menderita karena puluhan anak di Kaltim meregang nyawa di lubang tambang.

Sementara itu, ekonom dari Universitas Mulawarman (Unmul) Samarinda Aji Sofyan Effendi mengatakan, kondisi situasional terjadi pada kenaikan harga batu bara saat ini.  Perlu diketahui, produksi batu bara Kaltim pada industri besar kebanyakan adalah long term atau jangka panjang, sehingga kenaikan harga perdagangan internasional tidak berpengaruh terhadap batu bara yang sudah dikelola berbagai entitas bisnis.

“Dia (pebisnis batu bara) tidak terikat harga yang berlaku saat ini. Karena terikat kontrak lima tahun lalu sampai 10-15 tahun lagi. Makanya waktu drop, batu bara masih banyak wira-wiri di Sungai Mahakam. Karena pelaku batu bara besar tidak terdampak fluktuasi harga. Kalaupun naik, tidak akan digenjot karena sudah punya kuota sendiri,” beber Aji Sofyan.

Sebaliknya, situasi berbeda justru dialami industri batu bara skala kecil. Mereka bisa terdampak pada harga pasar batu bara. Maka, harga naik akan menguntungkan perusahaan batu bara kecil. Dengan demikian, disebut Aji, kondisi saat ini akan benar-benar dimanfaatkan para pengusaha tambang kecil. “Biasanya mereka memasok ke satu perusahaan. Kemudian, perusahaan itu yang akan mengekspor. Jadi, memang harga batu bara akan berdampak untuk mereka,” jelas dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unmul itu. (rom/k16)


BACA JUGA

Minggu, 28 November 2021 12:51
Varian Baru Covid-19 Ditemukan di Afrika Selatan

GAWAT INI..!! Omicron Menular 500 Persen Lebih Cepat

JAKARTA – Badan Kesehatan Dunia (WHO) memberikan peringatan tentang menyebarnya…

Minggu, 28 November 2021 11:46

Pendapatan Kaltim Ditarget Naik Rp 1,2 Triliun

Meski pandemi belum sepenuhnya terlewati, Pemprov Kaltim berani menaikkan target…

Minggu, 28 November 2021 11:40
Warga Menuntut, Pemkot Balikpapan Melunak

Tentukan Batas Seksi 5 Tol Balsam , Wali Kota: Enggak Boleh Sembarangan

Pemkot Balikpapan akan mempertimbangkan kembali mengenai penetapan batas wilayah Seksi…

Minggu, 28 November 2021 11:37

2022, Pemprov Rancang Belanja Rp 11,5 Triliun

SAMARINDA-Nilai rancangan APBD Murni 2022 Kaltim diperkirakan Rp 10,86 triliun…

Minggu, 28 November 2021 11:36

Tinjau Ulang Proyek Jembatan Teluk Balikpapan

RENCANA pembangunan Jembatan Tol Balikpapan-Penajam Paser Utara (PPU) diminta untuk…

Minggu, 28 November 2021 11:15

Sindikat Penghilangan Relaas, Pemprov Janjikan Bersih-Bersih Pegawai

SAMARINDA-Kasus dugaan penghilangan relaas atau surat panggilan dari Pengadilan Negeri…

Minggu, 28 November 2021 11:07

Mekanisme Pembayaran Dana Karbon Masih Dibahas

SAMARINDA–Usai menghadiri Konferensi Perubahan Iklim Perserikatan Bangsa-Bangsa 2021 atau dikenal…

Minggu, 28 November 2021 11:04
Di Balik Hilangnya Surat Panggilan Sidang yang Menguntungkan Perusahaan Tambang

Diduga Ada Pelaku Lain, Usut Oknum Penyuap di Dinas ESDM Kaltim

SAMARINDA–Diduga karena persekongkolan, izin usaha pertambangan (IUP) yang sebagian tak…

Kamis, 25 November 2021 23:37

Ada Mafia Tambang di ESDM Kaltim, Gelapkan Surat Persidangan, Tiga Pegawai Dilaporkan ke Polisi

SAMARINDA–Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Kaltim digugat perdata…

Kamis, 25 November 2021 23:20

BPKP Mulai Audit Kasus Pengondisian Muatan Feri

PRAKTIK pengondisian muatan di Pelabuhan Feri Kariangau, Balikpapan hingga kini…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers