MANAGED BY:
SENIN
29 NOVEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

MANCANEGARA

Sabtu, 09 Oktober 2021 11:18
Biden-Xi Siap Dialog Empat Mata, Bertemu Virtual, Bahas Isu Dua Negara
Xi dan Biden

WASHINGTON DC– Hubungan Amerika Serikat dan Tiongkok bakal terjalin lebih tegas. Dua pemimpin negara tersebut, Joe Biden dan Xi Jinping berencana untuk bertemu. Tapi tidak bertatap muka secara langsung. Melainkan lewat panggilan video. Belum ada jadwal pasti kapan itu digelar, tapi dipastikan sebelum akhir tahun ini.

’’Dua pemimpin tersebut secara prinsip sepakat untuk menggelar pertemuan bilateral secara virtual,’’ujar salah satu pejabat di Gedung Putih seperti dikutip Agence France-Presse. Ia digelar sebagai salah satu upaya untuk mengatur persaingan dua negara. Biden berpendapat bahwa harus ada batasan untuk persaingan yang berkembang antara dua kekuatan ekonomi dunia tersebut.

Pejabat itu juga menegaskan bahwa Biden senang bakal bertemu dengan Xi. Selama beberapa tahun mereka tidak bertatap muka. Ketika jadi presiden AS, Biden hanya 2 kali berbiara via telepon dengan Xi. Yang terakhir dilakukan selama 90 menit pada bulan lalu.

Biden dan Xi sejatinya bisa bersua langsung di sela-sela pertemuan G-20 di Roma, Italia 30-31 Oktober nanti. Namun sayangnya Xi memutuskan untuk tidak hadir di acara tersebut. Dia juga tidak akan menghadiri KTT COP26 dan APEC.

Pertemuan virtual itu terselenggara setelah Penasihat Keamanan Nasional AS Jake Sullivan bertemu dengan Diplomat Tiongkok Yang Jiechi di Zurich. Dalam pembicaraan yang berlangsung selama 6 jam tersebut, Yang menyerukan agar dua negara bekerjasama.

’’Ketika Tiongkok dan AS bekerjasama, dua negara dan dunia akan diuntungkan. Jika Tiongkok dan AS berkonfrontasi, dua negara dan dunia bakal sangat menderita,’’ tegas Yang seperti dikutip Xinhua.

Hubungan AS-Tiongkok memang jarang sekali hangat. Bahkan memburuk ketika Donald Trump berkuasa. Saat itu perang dagang dua negara berlangsung sengit. Masing-masing memberikan pajak tinggi untuk barang impor dari negara lawan. Hal itu masih berlangsung hingga sekarang. Senin (4/10) Perwakilan Dagang AS Katherine Tai menuduh Tiongkok telah gagal memenuhi komitmennya di bawah kesepakatan perdagangan fase 1 era Trump. Tai berjanji untuk membela kepentingan ekonomi AS.

Ketika Biden memimpin, dua negara bersitegang terkait dengan urusan sengketa Taiwan dan Laut China Selatan. AS menjual senjata ke Taiwan. Sedangkan Tiongkok berulang kali menyatakan bahwa Taiwan adalah bagian dari negara tersebut. Tiongkok juga ingin menguasai sebagian besar Laut China Selatan dan beberapa wilayah lainnya. Ia bersengketa dengan negara-negara sekutu AS seperti Jepang dan Korsel.

Tak cukup sampai di situ, AS juga menjual kapal selam bertenaga nuklir ke Australia. Tujuannya supaya Australia mampu melindungi diri dari tekanan Tiongkok di teritori maritim. Washington selama ini juga tak segan mengkritik Beijing terkait pelanggaran HAM yang mereka lakukan pada penduduk Uighur di Xinjiang serta Hongkong.

Di sisi lain, Taiwan saat ini berusaha mencari dukungan internasional. Kemarin (7/10) delegasi Prancis berkunjung ke Taipei. Kunjungan itu diprotes keras oleh Tiongkok. Mereka kian berang. Sebab dalam lawatan selama 5 hari itu, mantan menteri pertahanan Prancis Alain Richard selaku pemimpin delegasi menyebut Taiwan sebagai negara. Kata negara yang disematkan ke Taiwan biasanya dihindari agar tak menyinggung Tiongkok.

’’Kedutaan besar Taiwan di Paris telah melakukan pekerjaan luar biasa dalam merepresentasikan negara Anda,’’ ujar Richard dalam pidatonya setelah dia dianugerahi medali kehormatan tertinggi oleh Presiden Taiwan Tsai Ing-wen.

Tiongkok selama ini mencoba menjaga agar Taiwan tetap terisolasi dari panggung dunia. Taiwan di lain pihak senang dengan kunjungan Prancis tersebut. Kunjungan itu melambangkan Taiwan dan Prancis sebagai mitra dalam menegakkan nilai-nilai kebebasan dan demokrasi. ’’Kami sangat tersentuh karena Senator Richard tidak gentar dengan tekanan untuk melakukan kunjungan ketiganya ke Taiwan,’’ tegas Tsai. Bagi Taiwan, kunjungan ini adalah angin segar di tengah tekanan Tiongkok beberapa hari terakhir. (sha/bay)


BACA JUGA

Minggu, 28 November 2021 10:11

WHO Khawatir Terkait Lonjakan Kasus Covid-19 di Eropa

Gelombang penularan baru Covid-19 di Eropa tidak bisa dipandang sebelah…

Minggu, 28 November 2021 10:10

Ferdinand Marcos Jr Negatif Narkoba, Manny Pacquiao Siap Dites

FILIPINA–Kandidat calon presiden Filipina Ferdinand Marcos Jr ingin membersihkan namanya.…

Rabu, 24 November 2021 09:40

Presiden Tiongkok Xi Jinping Dukung ASEAN Bangun Zona Bebas Nuklir

BEIJING– Presiden Tiongkok Xi Jinping menyatakan dukungannya pada upaya ASEAN…

Rabu, 24 November 2021 09:35

Polisi Israel Tembak Mati Warga Palestina

YERUSALEM - Seorang pria bersenjata Palestina ditembak mati oleh polisi…

Rabu, 24 November 2021 09:34

Sumber Dana Belum Jelas, Taliban Klaim Mulai Bayar Gaji Pegawai

Meski sumber dananya belum jelas, Pemerintahan Taliban dikabarkan mulai membayarkan…

Jumat, 19 November 2021 18:26

Suneung Jadi Penentu Masa Depan Siswa Korsel

SEOUL – Gugup dan cemas. Perasaan itu melanda sebagian besar…

Jumat, 19 November 2021 17:56

Taiwan Diperkuat F16 Termutakhir, Disuplai oleh AS, Tiongkok Berang

TAIPEI– Empat jet tempur F-16 V terbang di langit Taiwan…

Kamis, 18 November 2021 11:06

Gara-Gara Misil Penghancur Satelit, AS-Rusia Bersitegang di Luar Angkasa

MOSKOW– Amerika Serikat-Rusia kembali memanas. Kali ini bukan masalah peretasan.…

Kamis, 18 November 2021 10:53

500 Orang di Mesir Tersengat Kalajengking

KAIRO – Banjir akibat badai di Aswan, Mesir, akhir pekan…

Selasa, 16 November 2021 10:26

Sopir Taksi Gagalkan Aksi Bom Bunuh Diri

LIVERPOOL – Bom meledak di dalam taksi yang terparkir di…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers