MANAGED BY:
SENIN
29 NOVEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

MANCANEGARA

Senin, 27 September 2021 13:20
Pemilu Tersengit Sejak Jerman Bersatu, Kekuasaan Merkel Tinggal Hitungan Hari
Ada lebih dari 60,4 juta penduduk Jerman di atas usia 18 tahun yang memiliki hak pilih.

BERLIN – Jerman memilih. Minggu (26/9), negara yang dipimpin Kanselir Angela Merkel itu menggelar pemilu parlemen. Ini adalah pertama kalinya Merkel tidak ikut pemilu sejak Jerman Barat dan Timur bersatu pada 1990. Itu juga kali pertama dia tidak menjadi kandidat kanselir sejak 2005. Karena itulah, para pengamat menilai bahwa ini adalah pemilu tersengit. Partai manapun berpeluang menang.

Tempat pemungutan suara dibuka sejak pukul 08.00 waktu setempat dan tutup pada pukul 18.00. Ada lebih dari 60,4 juta penduduk Jerman di atas usia 18 tahun yang memiliki hak pilih. Hasil resmi pemilu biasanya baru keluar setelah beberapa pekan. Penyelenggara pemilu menegaskan bahwa saat ini pemberian suara secara tidak langsung atau mail-in voting meningkat tajam dibanding pesta demokrasi sebelumnya. Jumlahnya sekitar 40 persen dari total pemilik hak suara.

Merkel yang kini berusia 67 tahun sudah berkuasa selama 16 tahun di Jerman. Pada Oktober 2018, lalu kanselir perempuan pertama Jerman itu sudah menyatakan tidak mencalonkan diri lagi. Itu seiring dengan isu kesehatannya yang menurun. Merkel beberapa kali tertangkap kamera mengalami tremor pada tangannya.

Politisi yang menjadi kanselir sejak 2005 itu sukses membawa Jerman menjadi salah satu negara dengan perekonomian terstabil. Partai Persatuan Demokrat Kristen Jerman (CDU) yang mengusung Merkel selalu menang dalam pemilu sebelumnya. Tapi kali ini, situasi bisa terbalik begitu saja. Sistem pemilu yang rumit di Jerman juga menambah sulit prediksi. Karena itu, pemilu kali ini adalah babak awal ketidakpastian di Jerman.

”Siapa sosok yang berkuasa adalah hal penting,” tegas Merkel dalam kampanye untuk mendukung partainya. Dia menegaskan bahwa Jerman butuh stabilitas dan para pemuda membutuhkan masa depan. Sosok Armin Laschet yang diusung CDU bisa memberikan dua hal penting tersebut.

Penduduk harus memilih dua kali dalam pemilu parlemen. Yang pertama adalah memilih kandidat secara langsung. Mereka yang terpilih adalah yang mendapatkan suara mayoritas di daerahnya. Pemungutan suara kedua adalah memilih calon dari daftar yang diserahkan oleh tiap-tiap partai. Biasanya kandidat utama partai yang tidak terpilih pada voting pertama akan dimasukkan dalam daftar teratas di pemilihan kedua.

Berdasarkan hasil jajak pendapat, Parti Sosial Demokrat (SPD) mendapatkan suara 25 persen. Disusul kemudian dengan CDU sekitar 23 persen. Situasi bisa berubah karena perbedaannya tipis. Namun bisa dipastikan bahwa tidak akan ada yang berhasil mendapatkan suara mayoritas dengan ketatnya persaingan.

Masing-masing partai harus berkoalisi untuk menentukan siapa yang akan memegang tampuk pemerintahan dan berkuasa di Bundestag, sebutan parlemen nasional Jerman. Selama proses negosiasi berlangsung nanti, Merkel tetap memimpin sebagai kanselir. Negosiasi bisa berlangsung dalam hitungan pekan atau bahkan berbulan-bulan.

Armin Laschet dari CDU menegaskan bahwa setiap balot akan menentukan arah kebijakan Jerman di masa depan. Menurutnya Jerman membutuhkan kestabilan. Jika penduduk memiliki pendapat serupa maka mereka harus memilih CDU. Namun masih banyak penduduk yang galau. Sehari sebelumnya sekitar 40 persen pemilik hak suara masih belum menentukan siapa yang bakal mereka pilih. ”Tahun ini cukup menarik mengetahui siapa yang akan menjadi pemimpin,’’ terang Ursula Becker salah satu pemilih.

Sementara itu kandidat kanselir SPD Olaf Scholz mencoba merayu penduduk dengan kebijakan iklim dan kenaikan gaji. Dalam kampanyenya, dia bakal menaikkan upah minimum menjadi EUR 12 (Rp 200 ribu) per jam pada tahun pertama pemerintahannya. (sha/fat)


BACA JUGA

Minggu, 28 November 2021 10:11

WHO Khawatir Terkait Lonjakan Kasus Covid-19 di Eropa

Gelombang penularan baru Covid-19 di Eropa tidak bisa dipandang sebelah…

Minggu, 28 November 2021 10:10

Ferdinand Marcos Jr Negatif Narkoba, Manny Pacquiao Siap Dites

FILIPINA–Kandidat calon presiden Filipina Ferdinand Marcos Jr ingin membersihkan namanya.…

Rabu, 24 November 2021 09:40

Presiden Tiongkok Xi Jinping Dukung ASEAN Bangun Zona Bebas Nuklir

BEIJING– Presiden Tiongkok Xi Jinping menyatakan dukungannya pada upaya ASEAN…

Rabu, 24 November 2021 09:35

Polisi Israel Tembak Mati Warga Palestina

YERUSALEM - Seorang pria bersenjata Palestina ditembak mati oleh polisi…

Rabu, 24 November 2021 09:34

Sumber Dana Belum Jelas, Taliban Klaim Mulai Bayar Gaji Pegawai

Meski sumber dananya belum jelas, Pemerintahan Taliban dikabarkan mulai membayarkan…

Jumat, 19 November 2021 18:26

Suneung Jadi Penentu Masa Depan Siswa Korsel

SEOUL – Gugup dan cemas. Perasaan itu melanda sebagian besar…

Jumat, 19 November 2021 17:56

Taiwan Diperkuat F16 Termutakhir, Disuplai oleh AS, Tiongkok Berang

TAIPEI– Empat jet tempur F-16 V terbang di langit Taiwan…

Kamis, 18 November 2021 11:06

Gara-Gara Misil Penghancur Satelit, AS-Rusia Bersitegang di Luar Angkasa

MOSKOW– Amerika Serikat-Rusia kembali memanas. Kali ini bukan masalah peretasan.…

Kamis, 18 November 2021 10:53

500 Orang di Mesir Tersengat Kalajengking

KAIRO – Banjir akibat badai di Aswan, Mesir, akhir pekan…

Selasa, 16 November 2021 10:26

Sopir Taksi Gagalkan Aksi Bom Bunuh Diri

LIVERPOOL – Bom meledak di dalam taksi yang terparkir di…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers