MANAGED BY:
KAMIS
21 OKTOBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

LIFESTYLE

Senin, 27 September 2021 10:19
Dipicu Terlalu Lama di Depan Gadget, Waspadai Sindrom Mata Kering
BERI JEDA: Pemakaian gadget memicu meningkatnya kasus sindrom mata kering, yaitu penurunan fungsi air mata untuk melumasi mata. (Ilustrasi diperagakan Cahya - Dipta Wahyu/Jawa Pos)

Sejak virus korona menyeruak dan menjadi sebuah pandemi, banyak kebiasaan dan rutinitas yang berubah. Salah satu yang paling kentara adalah beralihnya mode luring ke mode daring. Segalanya serba dilakukan lewat gadget. Alhasil, kesehatan mata menjadi taruhannya.

AKTIVITAS di depan layar ponsel maupun layar laptop atau komputer selama berjam-jam tidak bisa lagi dihindari, terutama saat harus work from home (WFH). Tak jarang, pekerja yang melakoni WFH harus bergumul seharian dengan gadgetnya. Mengetik, membuat slide presentasi, mengikuti rapat dan webinar, hingga mengirimkan tugas dan tanggung jawab lewat e-mail.

Di balik itu semua, ada mata yang sejatinya lelah. Karena terus-menerus terpapar radiasi. Keluhan sindrom mata kering pun mengintai tanpa kenal waktu.

Salah seorang dokter spesialis mata di Rumah Sakit Mata Undaan (RSMU) Surabaya dr Kitriastuti SpM mengatakan, banyaknya pemakaian gadget memicu meningkatnya kasus sindrom mata kering. Yaitu, penurunan fungsi air mata untuk melumasi mata.

”Laptop dan handphone dipakai untuk sekolah, kerja, dan rasanya untuk semua keperluan. Akhirnya terjadi paparan radiasi yang membuat refleks kedip menurun. Sebagian besar saat ini keluhannya memang karena terpapar radiasi gadget. Banyak yang mengeluhkan, ’ya gimana dok, dari pagi sampai malam saya meeting’,” ujarnya.

Kitriastuti menjelaskan, paparan radiasi yang berlebih menimbulkan refleks kedip mata menurun, yang semula dalam satu menit bisa 10–15 kedipan menurun di bawah 10 kedipan. Bagian wiper mata kurang melumasi mata. Hal itu karena mata terlalu lama melihat dekat lebih dari waktu yang disarankan. Karena itu, diperlukan jeda demi mengistirahatkan mata supaya tidak terlalu ngoyo dan lelah.

”Perubahan zaman membuat kita harus duduk manis di depan laptop dan itu nggak mungkin dihindari, harus beradaptasi. Tapi, mata kering tetap bisa diantisipasi. Salah satunya dengan rule 20-20-20 dari WHO. Yakni, dalam bekerja 20 menit, berikan istirahat pada mata 20 detik untuk melihat sejauh 20 feet atau 6 meter. Cara itu sebetulnya untuk mengurangi mata minus, tapi juga bisa dilakukan untuk mengantisipasi terjadinya mata kering,” papar alumnus spesialis mata Unair itu.

Dia mengungkapkan, sebagian besar keluhan penderita adalah mata terasa pedih atau perih saat bangun tidur atau pada saat di depan layar. Bisa juga terasa seperti berpasir atau ngganjel seperti orang kelilipan. Tidak jarang mata penderita sampai memerah. Saat kondisi itu terjadi, penderita bisa melakukan pertolongan pertama. Yakni, membeli obat tetes mata di apotek yang berlogo biru atau hijau.

”Jangan sampai diobati dengan obat tetes berlogo merah karena harus dengan pengawasan dokter. Ada kasus pasien mengobati dengan obat tetes mata berlogo merah. Lalu, datang ke dokter mata dalam keadaan sudah ada komplikasi pada matanya dan sudah parah. Karena salah pengobatan di awal bisa menimbulkan masalah baru dan membuat penanganan lebih sulit,” ungkapnya.  


BACA JUGA

Rabu, 20 Oktober 2021 01:05

Begini Tren Fesyen Muslim Kekinian

Pasar penjualan produk fesyen muslim di tanah air semakin maju.…

Rabu, 20 Oktober 2021 01:01

Fungsi Vitamin D dan Kalsium Guna Cegah Pengeroposan Tulang

Menjaga tulang sehat harus dimulai sejak dini. Sebab pengeroposan tulang…

Rabu, 20 Oktober 2021 00:57

Kerapu Kertang dan Kerapu Macan Dikawinkan, Begini Nih Hasilnya....

Kerapu identik dengan spesies ikan air laut. Namun, kini beberapa…

Sabtu, 16 Oktober 2021 11:12

Terinspirasi dari Lautan, Simak Tren 4 Warna Rambut Tahun Depan

Beberapa bulan lagi, tahun baru akan datang. Menjelang semangat yang…

Jumat, 15 Oktober 2021 14:39

Waspada Gangguan Kelainan Kornea, Bisa Picu Kebutaan

Gangguan penglihatan akibat kelainan kornea bisa memicu kebutaan. Kebutuhan donor…

Jumat, 15 Oktober 2021 14:37

Catat..!! Tinggi Badan Anak Tak Selalu Ditentukan Genetik Ortu

Masa pertumbuhan anak terjadi secara sangat cepat jika didukung dengan…

Jumat, 15 Oktober 2021 14:36

Ini 5 Tips Jitu Ubah Kamar Tidur Sempit Agar Lebih Nyaman

Punya kamar tidur yang berukuran kecil seringkali memengaruhi kenyamanan saat…

Senin, 04 Oktober 2021 11:21

Biarkan Anak Memecahkan Masalah

ADA sebagian orang tua yang memberikan perlindungan berlebih kepada buah hati.…

Jumat, 01 Oktober 2021 10:12

Pantun tentang Petani

BERTEPATAN dengan momen panen raya, Ledia Hanifa secara khusus membuat…

Senin, 27 September 2021 10:19

Dipicu Terlalu Lama di Depan Gadget, Waspadai Sindrom Mata Kering

Sejak virus korona menyeruak dan menjadi sebuah pandemi, banyak kebiasaan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers