MANAGED BY:
SELASA
19 OKTOBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

PRO BISNIS

Jumat, 24 September 2021 13:21
Karyawan Hampir 100 Persen Tervaksin, Berharap Level PPKM Turun
Okupansi Hotel di Bawah 30 Persen
ilustrasi

Batalnya penurunan status penerapan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) Level 4 Balikpapan ke level 3 amat disayangkan. Akibatnya, di semester dua ini okupansi hotel sulit bangkit. Bahkan dengan jumlah kasus Covid-19 yang turun, permintaan dari isolasi mandiri ikut menurun.

 

BALIKPAPAN - Meski angka positif corona di Kota Minyak terus melandai, nyatanya pemerintah pusat masih menetapkan dua wilayah di Kaltim, yakni Balikpapan dan Kutai Kartanegara tetap berada di level 4. Keputusan tersebut tercantum dalam Instruksi Menteri Dalam Negeri (Imendagri) Nomor 44 Tahun 2021. Dan berlaku mulai 21 September hingga 4 Oktober mendatang.

Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Balikpapan Sahmal Hurip mengatakan, belum ada kabar gembira dari sektor perhotelan dan restoran. Mengingat pembatasan masih berlanjut. Okupansi di masing-masing hotel di Balikpapan kini bervariasi dari 15, 20 hingga 30 persen. Hanya beberapa hotel saja yang berada di atas 30 persen.

“Rata-rata, okupansi hotel saat ini masih di bawah 30 persen. Walau ada sedikit kabar baik, sekarang resepsi di hotel sudah perbolehkan. Itu sudah dilakukan pihak hotel. Waktu dan jumlah undangan dibatasi. Beberapa daerah lain juga sudah menggelar resepsi,” tuturnya, Rabu (22/9).

PHRI pun tidak mengetahui alasan batalnya penurunan level itu. Dirinya hanya berharap, pada 5-6 Oktober nanti telah ada kabar baik. Di mana status level PPKM di Balikpapan sudah turun, seperti halnya Samarinda yang kini berada di level 2.

Terkait kebijakan pusat itu, ia menuturkan mestinya pemerintah daerah dalam ini gubernur bisa atau berhak menentukan pula status daerahnya. “Cukup kecewa tentu saja, selain okupansi masih turun tidak ada lagi relaksasi bagi pengusaha,” timpalnya.

Sejauh ini, PHRI bersama pemerintah maupun stakeholder lainnya terus menggencarkan kegiatan vaksinasi guna mendukung percepatan dan pencegahan penyebaran Covid-19. Secara nasional, karyawan PHRI 80 persen sudah tervaksin, sedangkan untuk Balikpapan sendiri hampir 100 persen.

Kini, dengan rasio keterisian tempat tidur (bed occupancy rate/BOR) baik di rumah sakit dan hotel yang terus mengalami penurunan, dia ingin pemerintah tidak lagi melanjutkan PPKM. Pelonggaran sangat perlu, agar semua sektor dapat kembali bergerak. Karena perekonomian sampai sekarang dinilai belum stabil.

“Kegiatan perekonomian masih dibatasi, tidak ada kunjungan luar ataupun dalam negeri, tidak ada pertemuan di hotel padahal Balikpapan dikenal sebagai MICE city. Begitu juga restoran belum pulih. Hanya restoran besar atau mapan saja yang sudah membaik, tapi bagi yang baru berjalan masih kesulitan bertahan,” tuturnya.

Sementara itu, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno memastikan investasi masih tetap mengalir ke sektor pariwisata. Sejumlah investor dari luar negeri masih tertarik untuk menempatkan dana di Indonesia meskipun sektor pariwisata belum pulih dari dampak pandemi Covid-19.

Sandiaga memaparkan, pada triwulan pertama 2021 sektor pariwisata mendapatkan investasi mencapai USD 500 juta. Tepatnya, yakni sebesar USD 483,85 juta atau setara Rp 6,9 triliun. Dana tersebut terdiri dari penanaman modal asing dan modal dalam negeri.

“Believed or not, dalam keadaan seperti ini orang masih invest bangun hotel. Ini membuat saya sangat cukup confidence bahwa kita menerapkan strategi yang tepat dalam penanganan Covid-19,” kata Sandiaga.

Mantan wakil gubernur DKI Jakarta itu juga mengatakan, mengalirnya investasi ke dalam negeri khususnya di sektor pariwisata ini seiring dengan diangkatnya Presiden Joko Widodo sebagai Leaders of World Tourism. Bahkan, sejumlah negara maju masuk dalam daftar investor di sektor pariwisata. Mereka tertarik untuk membangun hotel, restoran, hingga akomodasi jangka pendek lainnya.

“Ini patut kita syukuri dan negara asal investasi Singapura, Korea Selatan, dan Belanda. Jenis usahanya untuk PMA hotel berbintang, restoran, penyediaan makanan keliling, dan akomodasi jangka pendek lainnya,” ujar Sandiaga.

Adapun tiga daerah yang menjadi tujuan investasi tersebut, yakni DKI Jakarta, Nusa Tenggara Barat, serta Bali. Atas dasar itu, Sandi meminta para pelaku usaha agar bersiap-siap dalam membantu merealisasikan investasi tersebut. “Jadi buat teman-teman pengusaha, siap-siap akan ada arus pantul yang sangat kencang dari wisata yang selama ini belum berjalan,” kata Sandiaga. (lil/ndu/k15)


BACA JUGA

Senin, 18 Oktober 2021 11:55

Buka Opsi Pailit, Kementerian BUMN Siapkan Pelita Air Gantikan Garuda

Kementerian Negara BUMN membuka opsi memailitkan Garuda Indonesia (GIAA) yang…

Sabtu, 16 Oktober 2021 20:33

FIFGROUP FEST Beri Kejuatan Promo Untuk Warga Samarinda

SAMARINDA –FIFGROUP FEST kembali hadirkan event promo pertamanya di bulan…

Sabtu, 16 Oktober 2021 10:58
Tingkatkan Literasi Pasar Modal dengan CMSE 2021

Investor Kaltim Tumbuh 65 Persen

Literasi serta edukasi pasar modal terus digencarkan oleh Self-Regulatory Organization…

Sabtu, 16 Oktober 2021 10:56

Bankaltimtara Dekati Milenial dengan Layanan Digital

SAMARINDA- Komitmen PT Bank Pembangunan Daerah Kaltim Kaltara (Bankaltimtara) dalam…

Sabtu, 16 Oktober 2021 10:52

Bankaltimtara Himpun DPK Rp 1,7 Triliun

BALIKPAPAN - Alunan musik lembut bergema di lantai tiga kantor…

Jumat, 15 Oktober 2021 14:03

Sudah Dilonggarkan tapi Tetap Protokol Kesehatan Ketat, Hunian Hotel Belum Naik Signifikan, Penerbangan Menggeliat

Pelonggaran yang diberikan pemerintah seiring dengan perubahan status pemberlakuan pembatasan…

Kamis, 14 Oktober 2021 14:51

Pandemi, Kredit Properti Tak Andalkan Refinance

SURABAYA - Kinerja kredit properti belum terdongkrak bersama dengan industri…

Kamis, 14 Oktober 2021 12:42

Kesulitan Industri Migas di Indonesia Termasuk Kaltim, Banyak Investor Migas Pergi

SAMARINDA - Sulitnya industri minyak dan gas (migas) di Indonesia…

Rabu, 13 Oktober 2021 13:00

Kaltim Tuan Rumah Gernas BBI Go Borneo 2021, Target 30 Juta UMKM Masuk Digital

UMKM tak boleh dianggap remeh, karena menyangkut puluhan juta lapangan…

Rabu, 13 Oktober 2021 12:59

Go Borneo Bangkitkan Ekonomi Rakyat

SAMARINDA–Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (PDTT) Abdul Halim…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers