MANAGED BY:
SELASA
19 OKTOBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

KALTIM

Kamis, 23 September 2021 15:09
Perpadi Minta Ditinjau Ulang, Pola yang Sama RMU di Kukar Merugi
LOKASI: Sekira 100 meter dari jembatan kayu ini lokasi pembangunan RMU PPU di Desa Sri Raharja, Kecamatan Babulu, PPU.(ist)

Pembangunan rice milling unit (RMU) atau penggilingan padi oleh pemerintah daerah dan telah dilakukan seremoni peletakan batu pertama di Desa Sri Raharja, Kecamatan Babulu, Penajam Paser Utara (PPU) Selasa, 17 Agustus 2021, kini memantik pro dan kontra.

PENAJAM- Persatuan Pengusaha Penggilingan Padi (Perpadi) PPU minta agar pembangunan tersebut ditinjau ulang. RMU ini dibangun dengan penyertaan modal pemerintah daerah sebesar Rp 29 miliar, dan dikelola Perumda Benuo Taka PPU.

“Pernah. Kami sampaikan agar pembangunan RMU itu ditinjau ulang waktu hearing di DPRD. Kami minta supaya kajian itu ditinjau ulang untuk azas manfaatnya. Karena sudah banyak contoh ril gilingan-gilingan besar di Babulu mangkrak dan jadi besi tua. Pernah kami sampaikan juga kalau di Kukar proyek seperti itu mangkrak. Polanya sama, yaitu kerja sama dengan perumda dan sekarang jadi besi tua karena merugi,” kata Ketua DPC Perpadi PPU Totok Suprapto, kemarin.

Ia mengatakan, Perpadi dengan anggota 82 orang itu tetap menyayangkan pembangunan RMU. Karena, selain anggaran besar tingkat keuntungan untuk pendapatan asli daerah (PAD) jauh dari perkiraan dan kajian pemerintah daerah.  “Kami pesimistis RMU yang dibangun itu menangguk PAD dalam jumlah seperti yang ditargetkan. Landasannya adalah kecenderungan hasil produksi petani dalam lima tahun terakhir ini menurun,” kata Totok Suprapto.

Ketua Komisi II DPRD PPU Wakidi, kemarin, mengatakan, kebijakan pembangunan RMU sudah dibuat, sehingga perumda sebagai pengelola harus hati-hati menjalankan kebijakan ini. Ia senada dengan Totok Suprapto berkaitan jumlah produksi padi petani di kawasan ini. “Kami tetap kritis terkait pelaksanaanya, karena kondisi Kecamatan Babulu sebagai sentra padi mengalami penurunan hasil panen sejak 5 tahun terakhir ini,” kata Wakidi.

Legislator dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini mengingatkan perumda yang ditunjuk sebagai pengelola RMU harus berpegang pada aturan di perda, diantaranya perumda wajib membangun RMU di tanah milik perumda, dan tidak boleh sewa tanah pihak ketiga. “Sehingga, kalau gagal minimal besi tuanya masih jadi aset perumda,” ujarnya. Kendati demikian Wakidi menyatakan optimistis karena pemerintah pusat akan membangun bendung regulator untuk irigasi teknis di Kecamatan Babulu dan sekitarnya. “Mudahan dengan menggunakan sistem irigasi teknis ke depannya PPU akan lebih tinggi hasil panennya,” ujarnya.

Anggota Komisi III DPRD PPU dari Partai Amanat Nasional (PAN) Zainal Arifin, kemarin, berharap  RMU ini nantinya bisa maksimal sesuai target dan harapan dari rencana awal pembangunan untuk kesejahteraan masyarakat dan juga peningkatan PAD. Sedangkan Ketua DPRD PPU Jhon Kenedi tidak menanggapi hal ini. “Nanti kita lihat saja hasilnya seperti apa,” kata legislator dari Partai Demokrat ini, kemarin.

Direktur Perumda Benuo Taka PPU Herianto tidak menjawab permintaan konfirmasi media ini berkaitan pernyataan Ketua Perpadi PPU Totok Suprapto dan Ketua Komisi II DPRD PPU Wakidi. Pesan konfirmasi yang dikirim melalui WhatsApp (WA), kemarin, hanya dibaca. Persoalan RMU ini juga dikhawatirkan oleh tokoh pemuda adat setempat Zulpani Paser. Seperti dilansir media ini, Zulpani Paser mengatakan, masyarakat Babulu khawatir pembangunan RMU itu hanya jadi besi tua. Seperti sejumlah RMU yang sudah ada sebelumnya di Babulu. “Saya membandingkan potensi produksi padi petani dengan luasan sawah yang tersedia. Perbandingan itu mengkhawatirkan masyarakat RMU yang dibangun pemerintah nanti bisa jadi besi tua saja,” kata Zulpani Paser.(ari/far)

 


BACA JUGA

Selasa, 19 Oktober 2021 13:03

Vaksinasi Pelajar Terus Digencarkan Lanal Sangatta 

SANGATTA - Vaksinasi di Kutai Timur (Kutim) terus digencarkan. Bahkan…

Senin, 18 Oktober 2021 15:14

Perempuan Tewas di Kamar Hotel, Penuh Luka Tusuk, Polisi Belum Tetapkan Tersangka

SAMARINDA – Kamar 508 Hotel MJ Samarinda menjadi pusat perhatian…

Senin, 18 Oktober 2021 15:11

Stok Darah di Berau Mulai Terpenuhi

TANJUNG REDEB – Sempat terjadi kelangkaan stok darah di Markas…

Senin, 18 Oktober 2021 15:11

Masuk 5 Besar Komoditas Andalan, Produksi Kakao Berau Capai 787,66 Ton

TANJUNG REDEB – Kakao saat ini menjadi satu di antara…

Senin, 18 Oktober 2021 15:09

SMP 1 Bidukbiduk Masih Disegel, Legislator Minta Pemkab Cari Solusi

  TANJUNG REDEB – Penyegelan SMP 1 Bidukbiduk, sampai ke…

Senin, 18 Oktober 2021 15:07

Dorong Bank Turunkan Bunga Pinjaman

TANJUNG REDEB - Kebijakan pemerintah pusat memberikan nilai kurs kepada…

Minggu, 17 Oktober 2021 20:58

Polda Kaltim dan PT Indexim Coalindo Gelar Vaksinasi Massal

SANGATTA – Bersama PTIndexim Coalindo (IC), Polda Kaltim secara serentakmenggelar…

Sabtu, 16 Oktober 2021 13:01

Ketika Gubernur Kaltim Isran Noor Subuh-Subuh Kunjungi Gunung Boga, “This is So Beautiful and Amazing” - Judul

Untuk pertama kalinya, Gubernur Kaltim Isran Noor mengunjungi kawasan wisata…

Sabtu, 16 Oktober 2021 13:00

Kerusakan Hutan Parah, Sinyalemen Kuat Penyebab Banjir Paser dan PPU

Peneliti mencatat kerusakan hutan parah akibat deforestasi oleh perusahaan pemegang…

Sabtu, 16 Oktober 2021 12:57

Warga Adat Harus Dilibatkan Diskusi IKN

PENAJAM - Aspirasi kontra terhadap rencana ibu kota negara (IKN)…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers