MANAGED BY:
SELASA
19 OKTOBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

SAMARINDA

Kamis, 23 September 2021 15:04
BPKAD Beri Peringatan, Jika Menyerobot Tanah Pemkot Akan Dipolisikan

SAMARINDA–Tanah Pemkot Samarinda yang terletak di Jalan Padat Karya, Gang Sayur, RT 9, Kelurahan Sempaja Utara, Kecamatan Samarinda Utara, belakangan memang menjadi sorotan. Diduga tanah seluas 1,4 hektare itu ikut dikeruk para penambang ilegal sejak tiga tahun lalu.

Dugaan itu terlihat dari bekas galian sedalam 20 meter dengan singkapan batu bara di tepi galian. Bahkan, disebut-sebut sempat dua kali menggali tanah pemkot, sebelum bergeser ke tanah warga sekitar. Kegiatan keruk-mengeruk itu sempat dihentikan pada Jumat (10/9), karena tidak mengantongi izin. Termasuk izin pematangan lahan. Sepekan setelah dihentikannya, rupanya kegiatan tersebut kembali berjalan. Alat berat kembali beroperasi di atas tanah lima warga sekitar.

"Ya (ada kegiatan), tapi bilangnya ada izin, tapi pematangan lahan saja. Katanya sudah diurus izinnya ke Dinas Pertanahan. Warga juga sudah ada tanda tangan, makanya saya tanda tangan juga sebelumnya. Tapi kalau menambang ya kami laporkan," singkat Siput, ketua RT 9 Sempaja Utara.

Dikonfirmasi terkait adanya izin pematangan lahan, Plh Kadis Pertanahan Nofiansyah Hendra Hakim membenarkan izin kegiatan tersebut. "Ada izinnya. Warga, RT dan lurah sudah tanda tangan, sehingga izinnya dikeluarkan," singkat Nofiansyah.

Berjalannya kembali kegiatan tersebut, membuat kekhawatiran nasib aset daerah yang berada tepat di sebelah tanah warga. Sebab, dari riwayat sebelumnya, para penambang berkali-kali mencoba menjarah “emas hitam”. Terkait hal itu, Kabid Aset Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Arif Surochman mengatakan, pihaknya kembali turun ke lapangan dan mengingatkan para pelaku kegiatan tersebut, agar tak menyerobot lahan pemkot. Selain itu, pelang pemberitahuan tanah pemkot dipasang di sekeliling lahan pemerintah. Jika nantinya ada pergeseran, akan memudahkan mengetahui ada-tidaknya penyerobotan yang terjadi. Masyarakat sekitar juga diminta turut mengawasi.

"Kami berkirim surat ke pelaksana kegiatan untuk mengingatkan kegiatannya itu sebatas yang ada di izin, jangan sampai ada kegiatan di atas tanah pemkot," ucapnya.

Jika nantinya para pengelola di lahan warga tetap mucil, dan menyerobot lahan pemkot, BPKAD akan menempuh jalur hukum. Para pengelola nantinya akan dilaporkan atas tuduhan penyerobotan aset daerah.

"Langkah awal pasti laporkan ke pimpinan dulu, pastinya akan diarahkan ke jalur hukum. Tapi itu kami antisipasi jangan sampai terjadi," ungkapnya.

Disinggung soal pengawasan yang dilakukan karena sempat terjadi aktivitas di tanah pemkot, Arif menerangkan, pengawasan telah dilakukan. Selain memasang tanda batas pada lahan pemkot, pihaknya meminta kelurahan agar dapat menjadi perpanjangan tangan dalam pengawasan aset daerah.

Sedangkan adanya pengerukan di lahan milik pemkot pun disebutnya baru diketahui belakangan ini. Namun, ada-tidaknya batu bara yang sempat diambil, dia tak mengetahui pasti. Sebab, tidak mengecek hingga ke ranah tersebut. "Waktu itu kan kegiatannya sembunyi-sembunyi, jadi baru tahu," ucapnya.

Ditanya soal ada tidaknya penutupan lubang yang kini ditinggal para penambang di lahan pemkot, Arif mengatakan, saat ini belum mengetahui penggalinya. Maka, langkah penutupan belum bisa dilakukan.

"Yang menggali itu siapa, kan perlu didalami dulu, kami kan berdasarkan data dan peta, terus laporkan ke pimpinan," kuncinya. (*/dad/dra/k8)


BACA JUGA

Senin, 18 Oktober 2021 15:19

Pengelola SPBU Diminta Atur Antrean

ANTREAN kendaraan berat di sekitar sejumlah stasiun pengisian bahan bakar…

Senin, 18 Oktober 2021 15:18
Imbas Penjadwalan Pelaksanaan Ujian Susulan Peserta Terkonfirmasi Covid-19

Pengumuman Hasil SKD CPNS Terancam Molor

SAMARINDA – Pengumuman hasil seleksi kompetensi dasar (SKD) yang diikuti…

Senin, 18 Oktober 2021 15:17

Pertanyakan Izin Berjualan, Belum Ada Kepastian, Rusmadi: Pedagang Jangan Khawatir

Ratusan pedagang kaki lima (PKL) yang berjualan di Taman Tepian…

Senin, 18 Oktober 2021 15:16

Imbas Aktivitas Tambang Ilegal di Muang Dalam, Bandara dan Waduk Ikut Terdampak

SAMARINDA – Pertambangan di Muang Dalam, Kelurahan Lempake, Kecamatan Samarinda…

Minggu, 17 Oktober 2021 18:47

Diduga Hendak Curi Pipa Besi, Kapal Kayu Kerap Merapat di Pengaman Tiang Jembatan Mahulu

SAMARINDA - Dugaan aksi pencurian besi penghubung dan pengaman tiang…

Sabtu, 16 Oktober 2021 20:22

Dukung Pencegahan Penyebaran Covid-19, Pusamania Gelar Vaksinasi

SAMARINDA - Pandemi covid-19 di kota Samarinda semakin menurun berkat…

Sabtu, 16 Oktober 2021 20:20

Wali Kota Samarinda Temui Habib Muhammad Luthfi bin Yahya, 2 Permintaan Dipenuhi

PEKALONGAN- Disela-sela mengikuti kegiatan APEKSI di Jogjakarta, Walikota Samarinda menempuh…

Sabtu, 16 Oktober 2021 17:19

Perempuan Muda Tewas di Kamar Hotel dengan Luka Tusukan di Perut

SAMARINDA - Sesosok jasad perempuan dengan luka bagian perut ditemukan…

Sabtu, 16 Oktober 2021 12:03

Komisi III DPRD Samarinda Cek Lokasi Tambang Batu Bara Konsesi IUP PT Tiara Bara Borneo

Komisi III DPRD Kota Samarinda kembali melanjutkan agenda kunjungan ke…

Sabtu, 16 Oktober 2021 10:00

Pungli PSTL Lurah, Tarif Pungli Berdasarkan Lokasi, Disesuaikan Klasifikasi Tanah

Lurah Sungai Kapih Edi Apriliansyah yang berstatus aparatur sipil negara…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers