MANAGED BY:
RABU
20 OKTOBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

MANCANEGARA

Senin, 20 September 2021 12:16
Desak Ungkap Pelaku Misil Salah Sasaran
Frank McKenzie (kiri)

KABUL – ’’Bagi kami, permintaan maaf saja tidak cukup.’’ Kalimat itu dengan tegas dilontarkan Aimal Ahmadi. Pada 29 Agustus lalu, 10 anggota keluarganya tewas akibat misil yang ditembakkan militer Amerika Serikat di Kabul, Afghanistan. Salah satu yang menjadi korban adalah putrinya, Malika, yang masih berusia 3 tahun.

’’AS harus menemukan orang yang melakukannya,’’ ujar Ahmadi merujuk pada sosok yang terlibat dalam penembakan misil itu. Insiden tersebut terjadi pada hari-hari terakhir evakuasi pasukan AS, warga asing, serta penduduk lokal yang ingin meninggalkan Afghanistan. Ada laporan bahwa anggota ISIS-K bakal kembali melakukan serangan bom bunuh diri. Entah siapa yang memberi informasi tentara AS, tapi mereka lantas menembak sebuah mobil Toyota Corolla dengan misil Hellfire. Mereka yakin mobil itu membawa pelaku bom bunuh diri.

Padahal, orang yang mengendarai mobil itu adalah Zemerai Ahmadi, seorang karyawan yang lama bekerja di organisasi kemanusiaan AS. Tidak ada bukti yang mendukung pernyataan Pentagon bahwa ada bahan peledak di mobil tersebut. Rudal menghantam jalan, lalu masuk rumah keluarga Ahmadi saat anak-anak berlarian keluar untuk menyambut kedatangan Zemerai.

Hanya 29 detik sebelum misil tersebut tiba di sasaran, CIA memperingatkan kemungkinan adanya warga sipil di mobil tersebut. Tapi, peringatan itu terlambat. Sepuluh nyawa tidak berdosa hilang begitu saja. Tujuh di antaranya adalah anak-anak. Pihak keluarga kini menuntut ganti rugi sekaligus pertanggungjawaban dari pelaku.

Awalnya, militer AS bersikukuh bahwa di dalam mobil tersebut ada anggota ISIS-K. Namun, pemberitaan media terus-menerus meragukan klaim tersebut. Hal itu membuat Washington mengaku bahwa mereka salah sasaran. Tidak ada satu pun anggota ISIS-K di mobil nahas tersebut. ’’Itu adalah sebuah kesalahan,’’ ujar Komandan Komando Pusat AS Jenderal Frank McKenzie seperti dikutip CNN.

Apa yang terjadi di Kabul itu kian menyoroti tentang apa yang bakal dilakukan AS ke depan. Negeri Paman Sam itu berjanji untuk memberantas ISIS-K dan membalas dendam atas tentara dan warganya yang tewas dalam bom bunuh diri di Bandara Hamid Karzai, Kabul. Tapi, potensi insiden salah tembak bisa terjadi lagi.

McKenzie berdalih bahwa serangan salah sasaran di Kabul itu adalah pertahanan diri. Sebab, ada informasi bahwa ISIS-K bakal menyerang. Intinya, mereka sedang dalam tekanan. Namun jika mereka memiliki misi normal, standar mereka bakal jauh lebih tinggi. (sha/c6/bay)


BACA JUGA

Selasa, 19 Oktober 2021 15:27

Rencana Melbourne Hapus Lockdown, Kuntara Terlama Sedunia Segera Dicabut

MELBOURNE– Penduduk Melbourne, Victoria, Australia menghitung hari. Jumat (22/10) nanti,…

Sabtu, 16 Oktober 2021 11:10

57 Persen Warga Rusia Tak Takut Covid-19, Kasus Positif jadi Melonjak

 Rusia melaporkan angka kasus Covid-19 mencapai rekor. Sementara angka kematian…

Sabtu, 16 Oktober 2021 11:01

Krisis Energi, Tiongkok Terancam Inflasi

BEIJING– Krisis energi di Tiongkok berdampak panjang. Terlebih ia dibarengi…

Kamis, 14 Oktober 2021 15:18

G20 Sepakat Bantu Krisis Afghanistan

ROMA – Negara-negara anggota G20 akhirnya satu suara. Mereka sepakat…

Kamis, 14 Oktober 2021 14:49

Dipaksa Serahkan Kekuasaan Jelang Kudeta

YANGON– Win Myint buka suara terkait detik-detik kudeta. Presiden Myanmar…

Rabu, 13 Oktober 2021 12:56

Tiongkok Latihan Perang di Seberang Taiwan, Kim Jong-un Fokus Militer Pertahanan Diri

Militer Tiongkok percaya diri bisa menggagalkan semua campur tangan eksternal…

Rabu, 13 Oktober 2021 11:29

AS-Taliban Gelar Dialog Perdana, Bahas Kiriman Bantuan dan Lanjutan Evakuasi

WASHINGTON DC – Pejabat Amerika Serikat dan perwakilan Taliban bertemu…

Rabu, 13 Oktober 2021 10:33

Warga Sydney Rayakan Bebas dari Kuntara

’’Ini adalah hari kebebasan.’’ Pernyataan itu dilontarkan Perdana Menteri Negara…

Selasa, 12 Oktober 2021 10:45

Singapura Tambah Akses Bebas 9 Negara, Masuk Tanpa Harus Karantina Covid-19

Grafik angka penularan Covid-19 di Singapura belum turun drastis. Namun…

Sabtu, 09 Oktober 2021 11:23

Leni Robredo Pilih Maju Jalur Independen

MANILA– Leni Robredo akhirnya memberikan kepastian. Wakil presiden Filipina tersebut…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers