MANAGED BY:
SELASA
19 OKTOBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

UTAMA

Minggu, 19 September 2021 10:17
Realisasi APBD Kaltim Rendah, Dari Rp 11 Triliun, Baru Terserap 36 Persen

Pembahasan APBD Perubahan Kaltim dipastikan molor. Seharusnya, rancangan sudah diserahkan awal Agustus lalu. Tetapi, baru diserahkan ke DPRD awal September.

 

SAMARINDA-Pengesahan APBD Perubahan 2021 Kaltim tampaknya masih panjang. Saat kabupaten/kota sudah ketuk palu, pemprov dan DPRD justru baru menyoal persentase pendapatan. Jelang akhir kuartal ketiga tahun ini, serapan APBD murni senilai Rp 11,6 triliun masih minim. Bahkan, tak sampai setengahnya.

"(Hingga) akhir Agustus, 36 persen," kata Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Asset Daerah (BPKAD) Kaltim M Sa'duddin. Menanggapi hal itu, anggota Badan Anggaran (Banggar) DPRD Kaltim Syafruddin mengatakan, rendahnya serapan APBD menimbulkan beban. Sebab, semestinya, serapan harusnya lebih dari setengah sejauh ini. Sementara itu, pada rancangan APBD perubahan yang diserahkan Pemprov Kaltim ke DPRD Kaltim, ada rencana tambahan anggaran Rp 900 miliar.

"Logikanya, kalau kita punya anak, terus kita kasih uang Rp 100 ribu untuk sebulan. Lalu, minggu ketiga dia baru habiskan Rp 36 ribu, tapi dia mau minta lagi. Masa kita mau kasih?" kata legislator yang akrab disapa Udin ini. Politikus PKB ini melanjutkan, pembahasan APBD perubahan dipastikan molor. Seharusnya, rancangan sudah diserahkan awal Agustus lalu. Tetapi, baru diserahkan ke DPRD awal September. Artinya telat sebulan.

Maka dari itu, wajar bila nantinya pembahasan APBD perubahan bakal molor dari jadwal. "Saat ini saja, kita baru membahas soal pendapatan, belum belanjanya," kata Udin.

Ditegaskannya, serapan anggaran yang baru di kisaran 36 persen menjadi perhatian. Ketika anggaran terserap minim, pemprov justru ingin menambah hingga Rp 900 miliar. "Nah, dari mana sumber anggaran Rp 900 miliarnya? Itu berasal dari SiLPA- SiLPA Rp 2,95 triliun pada 2020. Ternyata, sudah terpakai Rp 2 triliun dari APBD Murni 2021. Meskipun dalam rincian penggunaan SiLPA yang Rp 2 triliun, sama sekali tak dibahas di DPRD. Mereka hanya semacam laporan ke DPRD. Bahkan di Komisi III tidak pernah membahas belanja PUPR yang angkanya fantastis. Banyak paket tak dibahas di Komisi III. Jadi logika orang awam, kenapa tidak digenjot saja serapannya itu," jelas Udin.

Maka dari itu, sebagai anggota Banggar, Udin mengatakan bahwa tidak perlu dibahas anggaran perubahan. Cukup fokus pada penyerapan anggaran murni 2021, sehingga tidak perlu menambah beban belanja lagi pada anggaran yang tidak terserap dengan baik.

Dia melanjutkan, saat ini DPRD Kaltim belum pada tahap membahas apa saja yang menjadi alokasi tambahan dalam anggaran Rp 900 miliar itu. Saat ini pihaknya masih membahas terlebih dahulu tentang apa saja perubahan yang memengaruhi pendapatan.

"Kami cek dulu proyeksi pendapatan dulu. Misalnya, kami cek perusda. (Perusda) MMP misalnya Rp 60 miliar, tapi disetor berapa puluh miliar," katanya. Saat ini pihaknya memang masih fokus pada pendapatan. Namun, dia meyakini, ketika masuk pembahasan belanja, tentunya Rp 900 miliar itu akan membebani anggaran belanja.  "Makanya mari Banggar dan TAPD kita support OPD-OPD menghabiskan anggarannya itu," usul lelaki berdarah Bima itu. (nyc/riz/k16)


BACA JUGA

Senin, 18 Oktober 2021 13:55

Bandara APT Pranoto "Hilang", Banjir Tenggelamkan 32 Titik Jalan di Samarinda

SAMARINDA - Hujan yang deras terjadi sejak Senin (18/10/2021) dini…

Senin, 18 Oktober 2021 13:28

Sulitnya Pelabuhan Feri Terbebas dari Praktik Cashback, Sepi di Kariangau, Kini Masif di Penajam

Pengondisian muatan di pelabuhan feri belum sepenuhnya hilang. Nyatanya masih…

Senin, 18 Oktober 2021 13:28

Klaim Beri Contoh, ASDP Menolak Cashback

KANTOR ASDP Indonesia Ferry Balikpapan di Jalan Syarifuddin Yoes sepi…

Minggu, 17 Oktober 2021 22:07

Polisi Kantongi Hasil Visum Perempuan yang Tewas di Kamar Hotel, Ada 17 Luka Tusukan

SAMARINDA - Hasil visum dari tim forensik Rumah Sakit Umum…

Sabtu, 16 Oktober 2021 10:16
Pusat-Pemprov Keroyokan Bebaskan Lahan

Biar Tak Disebut Jembatan Abunawas, Segera Bangun Pendekat Pulau Balang

DOK/KP Jembatan Pulau Balang sudah tersambung. Namun, akses pendekatnya di…

Sabtu, 16 Oktober 2021 10:15
Studi Kelayakan Beres, Tahun Depan Mulai Dibangun

Tiongkok Lirik Tol Samarinda-Bontang

SAMARINDA–Gubernur Kaltim Isran Noor menyebut feasibility study (FS) atau studi…

Jumat, 15 Oktober 2021 14:29

PASTINYA..!! Pembangunan Infrastruktur Ibu Kota Negara Perhatikan Kondisi Geologis

Pembangunan infrastruktur di wilayah Kecamatan Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara,…

Jumat, 15 Oktober 2021 14:26

Segini Anggaran Pembangunan Ibu Kota Negara Tahap Satu

Plt Sekretaris Daerah Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur Muliadi…

Jumat, 15 Oktober 2021 13:24

Puluhan Lubang Bekas Tambang Menganga di IKN

PENAJAM - Tema seputar ibu kota negara (IKN) baru di…

Jumat, 15 Oktober 2021 13:13
Angin Segar Berembus ketika Indonesia Bakal Kembali Memberangkatkan Jamaah Umrah

Mulai Berangkat Awal November, Biayanya Naik 15–25 Persen

Calon jamaah umrah Indonesia bisa mulai bersiap. Setelah ada lampu…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers