MANAGED BY:
SELASA
19 OKTOBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

PRO BISNIS

Rabu, 15 September 2021 14:00
Sawit Berpotensi Topang 30 Persen PDRB Kaltim
Kelapa sawit menjadi salah satu komoditas utama dunia dan menyumbang devisa yang cukup besar bagi Indonesia.

SAMARINDA - Di antara berbagai alternatif sumber pertumbuhan ekonomi yang memiliki daya saing tinggi, produk-produk hilir kelapa sawit bisa menjadi salah satu “rising star”. Berkaca pada pertambangan batu bara yang menopang 7,9 persen PDRB Kaltim pada 2000 dan 20 tahun kemudian telah mencapai 31,5 persen produk domestik regional bruto (PDRB) Kaltim, bukan tidak mungkin kelapa sawit melakukan hal yang sama.

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw-BI) Kaltim Tutuk SH Cahyono mengatakan, seiring dengan peran komoditas batu bara yang akan menurun, upaya untuk mentransformasi perekonomian Kaltim perlu segera dilakukan. Transformasi tidak hanya menemukan sumber pertumbuhan baru yang berkelanjutan, namun juga meningkatkan nilai tambah sumber pertumbuhan yang telah ada agar tumbuh lebih tinggi dan inklusif.

Era logging memang menjadi sunset, namun tren packaging belanja online, tisu, dan fiberboard untuk furnitur terus berkembang. Era migas memang sedang berlalu, namun tren plastik dan polikarbonat untuk berbagai durable and electronic goods, termasuk gadget, terus berkembang.

“Begitu juga dengan era batu bara juga suatu saat akan berakhir, namun tren bahan bakar rumah tangga dan transportasi dari campuran methanol akan terus berkembang seiring dengan bertambahnya jumlah penduduk,” jelasnya, Selasa (14/9).

Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki) mencatat, kelapa sawit di Indonesia mulai ditanam pada 1848 dan dibudidayakan secara komersial pada 1910. Meski sudah dibudidayakan secara komersial sejak lama, perkembangan kelapa sawit baru mulai pesat mulai dekade 80-an.

Hingga kini, kelapa sawit menjadi salah satu komoditas utama dunia dan menyumbang devisa yang cukup besar bagi Indonesia. LMC International Ltd mencatat bahwa, minyak sawit menempati pangsa terbesar konsumsi minyak nabati dunia sebesar 36 persen dan berada dalam tren yang terus meningkat. Peringkat kedua ditempati oleh minyak biji kedelai dengan pangsa 26 persen, diikuti oleh minyak canola 15 persen, dan minyak bunga matahari 9 persen.

Kabar baiknya, Oil World mencatat bahwa Indonesia merupakan produsen minyak sawit terbesar dunia dengan pangsa 53 persen, diikuti Malaysia 32 persen, Thailand 3 persen, dan Kolombia 2 persen. Hingga Juni 2021, kelapa sawit menyumbang hampir 20 persen devisa ekspor Indonesia, diikuti logam sebesar 12,3 persen, batu bara 11,3 persen, tekstil 8,5 persen, dan migas 5,7 persen.

Sekitar 57 persen produksi kelapa sawit Indonesia ditopang oleh Sumatra, diikuti oleh Kalimantan sebesar 35 persen. Sebanyak 8 persen, sisanya tersebar di Nusa Tenggara dan kawasan timur Indonesia. “Kelapa sawit mulai dikembangkan di Kaltim sejak tahun 1982. Sejak saat itu, peran kelapa sawit dalam menopang perekonomian Kaltim semakin membesar,” tutupnya.

Pada tahun 2010, misalnya, kelapa sawit diperkirakan menyumbang sekitar 3,57 persen PDRB Kaltim, dan terus meningkat hingga pada 2020 diperkirakan menyumbang sekitar 7,8 persen PDRB Kaltim.

Berkaca pada pertambangan batu bara yang menopang 7,9 persen PDRB Kaltim pada tahun 2000. Pada 20 tahun kemudian yaitu pada 2020, peranannya telah mencapai 31,5 persen PDRB Kaltim, bukan tidak mungkin kelapa sawit juga akan menopang lebih dari 30 persen PDRB Kaltim 20 tahun lagi. “Tidak menutup kemungkinan kelapa sawit menjadi salah satu komoditas yang memiliki peranan besar terhadap ekonomi,” pungkasnya. (ctr/ndu/k15)


BACA JUGA

Senin, 18 Oktober 2021 11:55

Buka Opsi Pailit, Kementerian BUMN Siapkan Pelita Air Gantikan Garuda

Kementerian Negara BUMN membuka opsi memailitkan Garuda Indonesia (GIAA) yang…

Sabtu, 16 Oktober 2021 20:33

FIFGROUP FEST Beri Kejuatan Promo Untuk Warga Samarinda

SAMARINDA –FIFGROUP FEST kembali hadirkan event promo pertamanya di bulan…

Sabtu, 16 Oktober 2021 10:58
Tingkatkan Literasi Pasar Modal dengan CMSE 2021

Investor Kaltim Tumbuh 65 Persen

Literasi serta edukasi pasar modal terus digencarkan oleh Self-Regulatory Organization…

Sabtu, 16 Oktober 2021 10:56

Bankaltimtara Dekati Milenial dengan Layanan Digital

SAMARINDA- Komitmen PT Bank Pembangunan Daerah Kaltim Kaltara (Bankaltimtara) dalam…

Sabtu, 16 Oktober 2021 10:52

Bankaltimtara Himpun DPK Rp 1,7 Triliun

BALIKPAPAN - Alunan musik lembut bergema di lantai tiga kantor…

Jumat, 15 Oktober 2021 14:03

Sudah Dilonggarkan tapi Tetap Protokol Kesehatan Ketat, Hunian Hotel Belum Naik Signifikan, Penerbangan Menggeliat

Pelonggaran yang diberikan pemerintah seiring dengan perubahan status pemberlakuan pembatasan…

Kamis, 14 Oktober 2021 14:51

Pandemi, Kredit Properti Tak Andalkan Refinance

SURABAYA - Kinerja kredit properti belum terdongkrak bersama dengan industri…

Kamis, 14 Oktober 2021 12:42

Kesulitan Industri Migas di Indonesia Termasuk Kaltim, Banyak Investor Migas Pergi

SAMARINDA - Sulitnya industri minyak dan gas (migas) di Indonesia…

Rabu, 13 Oktober 2021 13:00

Kaltim Tuan Rumah Gernas BBI Go Borneo 2021, Target 30 Juta UMKM Masuk Digital

UMKM tak boleh dianggap remeh, karena menyangkut puluhan juta lapangan…

Rabu, 13 Oktober 2021 12:59

Go Borneo Bangkitkan Ekonomi Rakyat

SAMARINDA–Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (PDTT) Abdul Halim…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers