MANAGED BY:
SENIN
20 SEPTEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

KALTIM

Selasa, 14 September 2021 11:27
Upaya PPU Kembangkan Peternakan Sapi, Diarahkan ke Babulu, Perbanyak Ranch Mini
RANCH MINI: Salah satu upaya meningkatkan populasi sapi adalah dengan metode peternakan mini.

Wilayah utara Kaltim, yaitu Penajam Paser Utara (PPU), memiliki banyak area bekas hak penguasaan hutan (HPH). Cocok dijadikan peternakan sapi, terutama sapi potong. Namun, program kerja pemerintah daerah belum melirik pemanfaatan bekas HPH itu.

 

KENDATI secara kualitas jumlah populasi sapi terbanyak terdapat di Kecamatan Penajam, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) PPU justru mengarahkan pengembangbiakan sapi ke Kecamatan Babulu atau sekitar 50 kilometer dari pusat ibu kota Kabupaten PPU, Penajam.

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) PPU memilih kecamatan tersebut untuk pengembangan sapi potong dengan alasan ketersediaan pakan di kawasan itu cukup banyak. Di samping, warga peternak lebih siap. Di PPU terdapat sekitar 600 kelompok tani yang 40 persen peternak yang mengusahakan sapi potong.

Kebanyakan dari mereka berada di Kecamatan Penajam. Beberapa tahun lalu, pemkab mengembangkan sapi potong di Trunen, Kecamatan Sepaku. Bahkan, telah membangun kandang sapi yang terintegrasi. Namun, tidak terdengar kabar kelanjutannya pada tahun-tahun sekarang ini.

Secara keseluruhan potensi lahan untuk pengembangan sapi di PPU sangat prospektif. Misalnya, terdapat lahan kering seluas 34.024.87 hektare, dan lahan basah seluas 24.284.97 hektare.

Kedua jenis lahan ini dapat dimanfaatkan untuk penanaman hijauan untuk makanan ternak. Sebab, Babulu dilihat lebih siap, sehingga peningkatan potensi pengembangan ternak sapi diarahkan ke sana.

Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan Dinas Pertanian PPU Arief Murdiyatno kepada pers, baru-baru ini, mengungkapkan, selain diuntungkan tersedia luas lahan untuk pengembangan pakan. Juga, didukung jumlah populasi sapi betina lebih banyak dibandingkan jantan.

Total sapi 16 ribu ekor 68,21 persen di antaranya sapi betina, dan sisanya 31,79 persen sapi jantan. Berbeda konsep dengan peternakan sapi Trunen yang pernah dilakukan sebelumnya, Dinas Pertanian PPU sekarang ini lebih banyak mengembangkan metode peternakan mini (ranch mini) yang cocok untuk pengembangan ternak sapi semi-intensif.

Metode ini didukung kerja sama dengan pelaku usaha untuk keperluan konsumsi daging sapi. Sehingga, peternak sapi tidak lagi waswas terhadap pemasarannya. 

Tidak hanya itu, untuk meningkatkan sumber daya manusia peternak sapi, Dinas Pertanian PPU menggandeng Universitas Mulawarman (Unmul) Samarinda, dan Universitas Gajah Mada (UGM) Jogja untuk melakukan pendidikan dan pelatihan (diklat).

Diharapkan dengan diklat yang diberikan oleh kedua perguruan tinggi itu maka peternak dapat menghasilkan sapi dalam jumlah banyak, dan dapat memenuhi permintaan pasar.

Peternak sapi lambat-laun dapat meningkatkan taraf kesejahteraannya sendiri. Seperti, Suseto, ketua Kelompok Tani Sumber Makmur Desa Gunung Intan, Kecamatan Babulu, PPU yang beranggotakan 36 orang, dan 18 orang aktif memelihara sapi, mampu meningkatkan perekonomian.

Bahkan, dia menyebut, salah satu anggotanya bisa berangkat umrah dari hasil memelihara sapi. Untuk jenis sapi, Suseto lebih memilih sapi brahman cross dibandingkan jenis sapi lain. Alasannya, kendati cara pemeliharaannya sama, harga jualnya lebih mahal brahman cross.

Ke depan, kata Arief Murdiyanto, pengembangan peternakan sapi ini dikonsentrasikan pula untuk memenuhi kebutuhan protein hewani penduduk ibu kota negara (IKN) di Sepaku, PPU, dan sekitarnya. Tentu saja, kata dia, untuk memenuhi target dimaksud memerlukan kerja keras dari seluruh stakeholder. (ari/kri/k8)

loading...

BACA JUGA

Senin, 20 September 2021 10:58

Program Redistribusi Lahan Berlanjut, Pemkab Fasilitasi Kepemilikan Warga

SANGATTA – Pembebasan lahan kawasan hutan yang sudah dihuni masyarakat…

Senin, 20 September 2021 10:56

Batching Plant Belum Berizin, Mutu Beton Dipertanyakan, Pemkab Janji Tindak Tegas

SAMBALIUNG – Wakil Bupati Berau Gamalis mengatakan, pemkab akan mengambil…

Senin, 20 September 2021 10:54

Vaksinasi Sasar Santri Pesantren, Kejar Target Herd Immunity hingga Akhir Tahun di Berau

TANJUNG REDEB - Kepala Dinas Kesehatan (Diskes) Berau Iswahyudi memastikan…

Senin, 20 September 2021 10:53

Tak Kunjung Beroperasi, Pemprov dan Pemkab Kelola Mandiri KEK Maloy Batuta

Belum jelasnya investasi di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Maloy Batuta…

Senin, 20 September 2021 05:17

Polsek Loa Kulu Sudah Periksa Empat Oknum Penambang Ilegal dan Sita Excavator yang Garap Lahan MHU

Terkait adanya penemuan oknum lain yang melakukan kegiatan pengerukan baru…

Senin, 20 September 2021 05:13

Lahan MHU di Desa Margahayu Kukar Digarap Oknum

Tim Patroli PT Multi Harapan Utama (MHU) menemukan adanya kegiatan…

Minggu, 19 September 2021 22:20

Konsesi PT MHU Dikupas Pihak Lain, Perusahaan Lapor Polisi, Alat Berat Diamankan

TENGGARONG - Dugaan aktivitas tambang ilegal di konsesi PT Multi…

Minggu, 19 September 2021 14:03

Pupuk Kaltim Raih 3 Kategori Penghargaan ISDA 2021

PT Pupuk Kalimantan Timur (Pupuk Kaltim) meraih tiga kategori penghargaan…

Sabtu, 18 September 2021 10:23

Vaksinasi di Paser Masih 22 Persen

TANA PASER – Sejak dimulai program vaksinasi awal tahun ini,…

Sabtu, 18 September 2021 10:22

Pengumpul Koin untuk APBD di Penajam Paser Utara Diteror

PENAJAM - Pengumpulan uang koin dari masyarakat yang dikoordinasi oleh…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers