MANAGED BY:
SABTU
04 DESEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

PRO BISNIS

Selasa, 14 September 2021 11:07
Industri Batu Bara Kian Cemerlang
ilustrasi

Harga batu bara terus mengukir sejarah baru dengan menyentuh level USD 150,03 per ton. Angka ini berpotensi terus bertambah, seiring ancaman penurunan produksi akibat cuaca pada triwulan III 2021 dan tingginya permintaan dari Tiongkok, Korea Selatan hingga Eropa.

 

SAMARINDA - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menetapkan harga batu bara acuan (HBA) pada September 2021 di angka USD 150,03 per ton. HBA tersebut mengalami peningkatan USD 19,04 per ton dibandingkan Agustus di level USD 130,99 per ton akibat peningkatan kebutuhan untuk pembangkit listrik di Tiongkok.

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw-BI) Kaltim Tutuk SH Cahyono mengatakan, di tengah penerapan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM), sektor pertambangan tetap cemerlang. Dari sisi ekspor maupun produksi masih relatif kuat, terutama permintaan dari Tiongkok dan adanya peningkatan kuota produksi 75 juta ton pada triwulan II 2021.

Namun demikian, kinerja lapangan usaha tambang di triwulan III memiliki tendensi sedikit tertahan seiring dengan gangguan cuaca yang kurang kondusif. Hal ini akan membuat harga batu bara terus meningkat, seiring produksi menurun di tengah permintaan yang tinggi. “Tren kenaikan harga batu bara ini menopang proses pemulihan ekonomi Kaltim,” jelasnya, (12/9).

Dia menjelaskan, lebih dari 85 persen produksi batu bara Kaltim diekspor ke Tiongkok, ASEAN, India, dan sebagainya. Sisanya untuk domestik, mayoritas PLN dan industri. Penerapan PPKM tidak begitu berdampak pada penjualan batu bara ke PLN dikarenakan terikat mandatory DMO dan kontrak awal tahun.

Penerapan PPKM tidak begitu mengganggu operasional perusahaan, karena termasuk ke sektor kritikal. Namun, sedikit hambatan administrasi memiliki kantor di Jakarta. Permintaan pasar ekspor masih relatif kuat, terutama dari Tiongkok dan India. Hal ini yang membuat harga terus meningkat dan ekspor terus menguat.

Nilai ekspor Kaltim pada Juli 2021 mencapai USD 1,83 miliar atau mengalami kenaikan sebesar 11,42 persen dibanding dengan ekspor Juni 2021. Sementara bila dibanding Juli 2020 atau secara tahunan ekspor Kaltim mengalami kenaikan sebesar 93,40 persen. Kenaikan nilai ekspor Juli 2021 disebabkan oleh naiknya nilai ekspor barang non-migas.

Nilai ekspor non-migas pada Juli 2021 sebesar USD 1,76 miliar atau naik sebesar 14,75 persen dibanding nilai ekspor pada Bulan Juni 2021. Sedangkan nilai ekspor migas justru mengalami penurunan sebesar 35,88 persen jika dibanding nilai ekspor Juni 2021, yaitu dari USD 107,60 juta menjadi USD 69,00 juta.

Kenaikan nilai ekspor non-migas cukup berperan dalam mendongkrak kenaikan nilai ekspor secara keseluruhan mengingat peranan nilai ekspor non-migas mencapai 96,22 persen terhadap total nilai ekspor. “Kenaikan ekspor ini membuat pemulihan ekonomi Kaltim bisa lebih cepat,” tutupnya.

Senada, Kepala Biro Komunikasi Layanan Informasi Publik dan Kerja Sama Kementerian ESDM, Agung Pribadi mengungkapkan harga batu bara saat ini cukup fenomenal dalam dekade terakhir. Ini didorong permintaan Tiongkok yang tinggi melebihi kemampuan produksi domestiknya serta meningkatnya permintaan batu bara dari Korea Selatan dan kawasan Eropa seiring dengan tingginya harga gas alam.

Menurut Agung, faktor-faktor tersebut telah mendorong harga batu bara global ikut terimbas naik dan mencatatkan rekor dari bulan ke bulan. Sempat melandai pada Februari-April 2021, HBA mencatatkan kenaikan beruntun pada periode Mei-Juli 2021 hingga menyentuh angka USD 115,35 per ton di Juli. Kenaikan tersebut terus konsisten hingga September 2021 dengan mencatatkan rekor tertinggi baru.

Terdapat dua faktor turunan yang memengaruhi pergerakan HBA, yaitu supply dan demand. Pada faktor turunan supply dipengaruhi oleh season (cuaca), teknis tambang, kebijakan negara supplier, hingga teknis di supply chain seperti kereta, tongkang, maupun loading terminal.

Sementara untuk faktor turunan demand dipengaruhi oleh kebutuhan listrik yang turun berkorelasi dengan kondisi industri, kebijakan impor, dan kompetisi dengan komoditas energi lain, seperti LNG, nuklir, dan hidro. (ctr/ndu/k15)


BACA JUGA

Jumat, 03 Desember 2021 10:25

November, Inflasi Kaltim Capai 0,17 Persen

SAMARINDA - Kaltim pada November 2021 mengalami inflasi sebesar 0,17…

Jumat, 03 Desember 2021 10:24

Beri Atensi Petani Mandiri, Pemerintah Daerah Diminta Fokus Hilirisasi Kelapa Sawit

Komoditas kelapa sawit memiliki potensi yang sangat besar untuk dijadikan…

Jumat, 03 Desember 2021 10:22

Dorong Pemerintah Elektrifikasi Kendaraan, Kurangi Emisi Gas, Atasi Efek Rumah Kaca

BALIKPAPAN – Pengusaha mendorong pemerintah segera melakukan pengendalian emisi dunia.…

Kamis, 02 Desember 2021 21:02

Daihatsu Ikut Lindungi Penyu

KEBUMEN - Daihatsu concern terhadap pelestarian penyu sebagai hewan langka…

Kamis, 02 Desember 2021 15:05

All New Xenia Kini Hadir dengan Penggerak Depan

SEMARANG - Setelah resmi diluncurkan pada pertengahan November lalu, Daihatsu…

Kamis, 02 Desember 2021 11:21

Penyebaran Covid-19 Melandai, Transportasi Paling Tinggi Sumbang Inflasi Kaltim November 2021

SAMARINDA - Pada November 2021, Kaltim mengalami inflasi yang rendah…

Kamis, 02 Desember 2021 10:34

Waspadai Percepatan Kebijakan Moneter, Butuh Active Income, Bukan Passive Income

BALIKPAPAN – Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Balikpapan bertekad untuk…

Kamis, 02 Desember 2021 10:32

Usulkan Balikpapan Jadi Destinasi MICE

BALIKPAPAN - Wakil Ketua II Bidang Pemasaran, Promosi dan Destinasi…

Kamis, 02 Desember 2021 10:31

Terbukti Bisa Bertahan, Waktunya Memacu Ekonomi Kreatif

Ekonomi kreatif dinilai menjadi salah satu sektor usaha yang bisa…

Kamis, 02 Desember 2021 10:28

Meski Masih Proses Pemulihan, Pelaku Pariwisata Samarinda Harus Optimistis

SAMARINDA - Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 3, yang…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers