MANAGED BY:
SABTU
18 SEPTEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

SAMARINDA

Selasa, 14 September 2021 09:55
Lahan Pemerintah Ikut “Dijarah” Penambang Ilegal

Nama Pengelola Telah Dikantongi, Yama: Kalau Tambang Ilegal Langsung ke Polisis

CARI DALANGNYA: Kegiatan pertambangan secara ilegal semakin marak. Mirisnya, aktivitas itu berdampingan dengan permukiman warga.

Aktivitas tanpa izin di Jalan Padat Karya, Gang Sayur, RT 09, Kelurahan Sempaja Utara, Kecamatan Samarinda Utara, mendapat penolakan warga sekitar. Sebab, mengakibatkan dampak lingkungan. Seperti air berlumpur dan debu.

 

SAMARINDA – Keruk-mengeruk yang berada tepat di tepi jalan itu terjadi di atas lahan milik lima orang, dan diduga kuat ikut menggali “emas hitam”.

Bahkan, lahan milik Pemkot Samarinda yang hanya bersebelahan dengan lahan warga ikut dikeruk sedalam 20 meter. Singkapan batu bara juga terpampang. Pengerukan lahan milik Pemkot Samarinda itu diketahui berjalan tiga bulan sebelum kegiatan pengerukan menyasar lahan warga sekitar.

Sepekan berjalan, aktivitas tanpa izin yang diadukan masyarakat dihentikan. Tepat setelah pihak kecamatan, kelurahan, Dinas Pertanahan, BPKAD, DLH, serta Satpol PP Samarinda melakukan tinjauan lapangan Jumat (10/9) lalu.

Dikonfirmasi kemarin (12/9), Ketua RT 09 Sempaja Utara Sipur mengatakan, dia bersama warga selalu memantau kegiatan tak berizin itu. Sesuai hasil tinjauan lapangan yang sebelumnya dilakukan. Jika nantinya kembali beraktivitas, dia bersama warga akan mengadukan ke kelurahan, yang nantinya diteruskan ke instansi terkait.

"Warga-warga juga ikut mengawasi, karena keberatan atas aktivitas itu. Saya ke situ mengawasi juga, tapi hanya lewat, seandainya saya memantau di situ terus, saya enggak enak," jelasnya.

Terpisah, Kepala DLH Samarinda Nurrahmani mengatakan, telah mengantongi nama pengelola lahan tersebut. Dia juga berencana mengerahkan personelnya untuk kembali memeriksa dampak lingkungan yang terjadi.

"Dampaknya memang akhirnya becek dan berlumpur, nanti turun besok (hari ini), kami buat berita acara, dilimpahkan ke pengaduan. Ada sudah nama terduganya (nama pengelola)," terangnya.

Perempuan yang akrab disapa Yama itu juga menegaskan, jika berita acara telah dikantongi, langkah tegas akan dilakukan DLH Samarinda. "Nanti kalau sudah dapat akan dilimpahkan kepada bidang pengaduan, agar langsung dieksekusi. Dapat langsung ditindak dan meminta yang melakukan untuk memperbaiki," lanjutnya.

Disinggung soal adanya aktivitas tambang ilegal yang dilakukan di atas tanah pemkot, DLH akan meminta penambang untuk memperbaiki lahan yang telah digarap. Namun, ada tidaknya sanksi yang diberikan, dia akan menyerahkan ke ranah aparat hukum. Sebab, DLH hanya memiliki tugas dalam kerusakan lingkungan.

"Di situ (lahan Pemkot) ada bekas galian, lama sudah. Kalau tambang ilegalnya bukan ranah kami, kami hanya sampai kepada dampak lingkungan. Kecuali tambang batu bara yang berizin, dokumen lingkungannya itu di kami, itu yang dipantau sesuai atau tidak. Kalau proses tidak berizin, itu langsung ke kepolisian aja," tegasnya.

Sekitar 2 hektare tanah berbukit yang telah dikupas menggunakan ekskavator berada di atas bukit. Kegiatan tersebut dilakukan di atas lahan lima warga. Para penambang disebut-sebut telah berizin ke Pemkot Samarinda. Selain itu, memberikan uang jaminan Rp 10 juta ke salah satu pemilik lahan, serta berjanji akan mengembalikan kondisi tanah seperti sebelumnya. Tanpa meninggalkan lubang bekas galian.

Selain tanah milik warga, aktivitas terselubung itu dengan pengelola serupa juga sempat menjarah tanah milik pemkot tiga bulan sebelumnya. Tanah pemkot berada di sebelah milik warga bernama Eko. Berbatasan dengan bukit. Sekitar 50 meter tanah Pemkot Samarinda telah dikeruk dengan kedalaman 20 meter.  (*/dad/dra/k16)

loading...

BACA JUGA

Jumat, 17 September 2021 20:42

Ulang Tahun PMI, Wagub Donor Darah

SAMARINDA – Ikut memperingati hari ulang tahun (HUT) ke-76 Palang…

Jumat, 17 September 2021 20:23

Alami Keram, Atlet Disabilitas Tenggelam di Kolam Renang GOR Segiri

SAMARINDA - Seorang atlet nasional cabang olahraga renang di tim…

Jumat, 17 September 2021 19:36

Ketemu Kajati Kaltim, SMSI dan PWI Serahkan Data Wartawan Kompeten 

SAMARINDA – Pengurus Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kaltim, bertandang ke…

Jumat, 17 September 2021 12:06
“Gotong Royong” Tangani Banjir Samarinda

Begini Langkah Konkret TNI Siap Bantu Pemerintah dan Sigap Hadapi Bencana

Hampir dua pekan beberapa titik di ibu kota Kaltim tergenang.…

Jumat, 17 September 2021 12:06

Lingkungan Banyak Rusak, Selalu Tergenang saat Hujan

SAMARINDA–Permasalahan banjir rupanya tak pernah lepas dari Kota Tepian. Setiap…

Jumat, 17 September 2021 12:05

Perkara Korupsi MGRM di Pengadilan Tipikor Samarinda, Minta Hadirkan Saksi secara Luring

SAMARINDA–Tim JPU Kejati Kaltim menghadirkan Rita Rosadi ke sidang lanjutan…

Jumat, 17 September 2021 12:04

Taman Tepian Mahakam Belum Dilengkapi Fasilitas Mumpuni

SAMARINDA–Keberadaan Taman Tepian Mahakam di Jalan Slamet Riyadi, Kecamatan Sungai…

Jumat, 17 September 2021 12:02

Rp 6,6 Miliar Bangun Drainase Sepanjang 100 Meter, Penanganan Belum Keseluruhan

Kucuran Bantuan Keuangan (Bankeu) Pemprov Kaltim mengalir dalam proyek pembangunan…

Jumat, 17 September 2021 11:27

Vaksinasi Massal Garapan Kaltim Post-Samarinda Pos, Selanjutnya 22 dan 23 September

Gelaran vaksinasi massal dari Kaltim Post-Samarinda Pos memasuki hari kedua,…

Jumat, 17 September 2021 11:06

Terus Kejar Target Kekebalan Kelompok, Gubernur Ingatkan Tetap Jaga Protokol Kesehatan

Gubernur Kaltim Isran Noor menyebut cakupan vaksinasi dosis 1 di…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers