MANAGED BY:
SABTU
25 SEPTEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

UTAMA

Selasa, 14 September 2021 09:35
Eks Penyidik KPK Didakwa Terima Suap Rp 11,5 M

JAKARTA–Keterlibatan Wakil Ketua DPR Azis Syamsuddin dalam pusaran makelar kasus (markus) korupsi di KPK makin terang. Namanya masuk dalam dakwaan eks penyidik KPK Stepanus Robin Pattuju sebagai pemberi suap. Azis disebut memberikan hadiah Rp 3,099 miliar dan USD 36 ribu (setara Rp 513 juta) kepada Robin.

Menurut jaksa penuntut umum (JPU) KPK dalam surat dakwaan Robin, uang itu digunakan untuk ’’mengondisikan’’ penyelidikan KPK di Lampung Tengah yang menyeret nama Azis dan Ketua PP Angkatan Muda Partai Golkar (AMPG) Aliza Gunado. Dibantu pengacara Maskur Husain, Robin membantu Azis mengurus perkara tersebut.

”Terdakwa (Robin) dan Maskur Husain sepakat mengurus kasus yang melibatkan Azis Syamsuddin dan Aliza Gunado asal diberi imbalan uang,” kata jaksa KPK Lie Putra Setiawan dalam dakwaan yang dibacakan di Pengadilan Tipikor Jakarta pada Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat, Senin (13/9).

KPK pernah menangani kasus Bupati Lampung Tengah Mustafa pada 2018. Mustafa ditetapkan tersangka dalam kasus suap terkait dengan persetujuan pinjaman daerah. Dalam sidang Mustafa, nama Aliza sempat muncul dan disebut orang dekat Azis.

Jaksa KPK menjelaskan, Robin menerima uang dari Azis dan Aliza secara bertahap. Tahap pertama, dia memperoleh Rp 300 juta sebagai uang muka pada Agustus tahun lalu. Uang yang diberikan melalui transfer dari rekening Azis itu kemudian dibagi dua dengan Maskur. Robin menerima Rp 100 juta. Sementara, sisanya dibawa Maskur.

Selanjutnya, Robin kembali menerima uang USD 100 ribu dari Azis secara tunai. Uang yang diserahkan di rumah dinas Azis di Jalan Denpasar Raya 3/3, Jakarta Selatan, itu sebagian ditukar ke mata uang rupiah dengan bantuan Agus Susanto. Yakni, USD 64 ribu. Sisanya, USD 36 ribu, diberikan kepada Maskur di depan PN Jakarta Pusat.

”Uang rupiah hasil penukaran kemudian terdakwa berikan sebagian kepada Maskur Husain,” ungkap jaksa. Penyerahan uang berlanjut dalam rentang waktu Agustus sampai Maret lalu. Total uang yang diberikan Azis dan Aliza mencapai Rp 3,099 miliar dan USD 36 ribu. Robin disebut menerima Rp 799,8 juta. Sisanya dibawa Maskur.

Bukan hanya dari Azis, Robin dan Maskur didakwa menerima uang dari sejumlah pihak. Salah satunya dari Wali Kota (nonaktif) Tanjungbalai M Syahrial sebesar Rp 1,695 miliar. Kemudian, dari eks Wali Kota Cimahi Ajay M Priatna sejumlah Rp 507,3 juta. Berikutnya dari Direktur PT Tenjo Jaya Usman Effendi sebesar Rp 525 juta. Yang terakhir dari mantan Bupati Kutai Kartanegara Rita Widyasari Rp 5,197 miliar.

Jadi, total uang yang diterima dari praktik markus itu mencapai Rp 11,025 miliar dan USD 36 ribu (Rp 513 juta). Uang-uang itu diperoleh dengan pola yang sama. Yaitu, ”mengondisikan” perkara para pihak tersebut yang sedang ditangani KPK.

Sementara itu, setelah mendengar dakwaan, Robin membantah menerima suap dari Azis dan Aliza. ”Terkait dengan Saudara Azis Syamsuddin dan Aliza Gunado, saya tidak menerima uang dari yang bersangkutan,” ucapnya.

Namun, untuk penerimaan uang dari pihak-pihak lain yang disebut dalam dakwaan, Robin mengakui perbuatannya. Dia mengaku sengaja menipu para pihak tersebut. (tyo/c14/oni/jpg/dwi/k8)


BACA JUGA

Jumat, 24 September 2021 13:51

Draf RUU Kaltim Tak Bahas IKN

BALIKPAPAN–Penyusunan Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Kaltim terus dikebut. Ditargetkan…

Jumat, 24 September 2021 13:50

Pesut Mahakam Hidupnya Makin Terancam

Hidup pesut mahakam makin nelangsa. Hanya sungai kecil di ujung…

Jumat, 24 September 2021 13:07

Tak Mudah Mendapatkan Plasma Konvalesen

KETIKA kasus Covid-19 berada di puncaknya, Unit Transfusi Darah Palang…

Kamis, 23 September 2021 15:36

Ironi Tambang di Bukit Tengkorak, Konsep Forest City di IKN Terkesan Retorika

Gerak cepat pengungkapan kasus tambang ilegal di konsesi PT Multi…

Kamis, 23 September 2021 15:11

Sengketa Lahan di Dekat IKN Makin Banyak, Disarankan Bentuk Tim Terpadu

PENAJAM -Sengketa lahan di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) terus…

Rabu, 22 September 2021 13:25

Gara-Gara Ini, Level PPKM Balikpapan Batal Turun

BALIKPAPAN-Pemerintah mengumumkan Kota Balikpapan masih masuk Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat…

Selasa, 21 September 2021 13:15

Perlu Rp 628 Miliar Tangani Banjir Balikpapan

BALIKPAPAN-Masalah banjir masih menghantui Balikpapan hingga akhir tahun. Pasalnya, Kota…

Senin, 20 September 2021 11:04

Kebun Sawit Rambah Tahura Bukit Soeharto, Program Kemitraan Konservasi Jadi Celah Alasan

TENGGARONG-Selain tambang ilegal, kebun sawit liar juga dituding ikut merusak…

Senin, 20 September 2021 11:01

PI 10 Persen untuk PPU Tunggu Gubernur

PENAJAM-Participating interest (PI) 10 persen pengelolaan blok migas jatah Pemerintah…

Senin, 20 September 2021 11:00

Rosatom Bangun Industri Nuklir, Kerja Sama Batan-Pemprov Kaltim di Buluminung

Perusahaan energi atom Rosatom Rusia bersama Pusat Kajian Sistem Energi…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers