MANAGED BY:
MINGGU
24 OKTOBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

PRO BISNIS

Senin, 13 September 2021 10:37
Triwulan III, Diprediksi Utang Online Melejit

SAMARINDA–Mulai membaiknya perekonomian di Kaltim diprediksi akan mengerek penyaluran kredit pada financial technology (fintech). Sebab, bakal banyak pelaku usaha yang membutuhkan tambahan modal untuk memulai kembali bisnisnya.

Ivan Tambunan, CEO & Co-Founder Akseleran, mengatakan di tengah pandemi, Akseleran tetap mencatat pertumbuhan. Hingga akhir Agustus 2021, mereka berhasil mencatat total penyaluran pinjaman usaha Rp 1,05 triliun atau tumbuh 109 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun lalu.

Saat ini rata-rata penyaluran pinjaman usaha Akseleran setiap bulannya sudah mencapai Rp 170 miliar lebih atau sudah melampaui rata-rata bulanan pada tahun lalu yang berada di kisaran Rp 100–120 miliar.

“Tren penyaluran terus meningkat setiap bulan dan secara kumulatif Akseleran sudah menyalurkan total pinjaman usaha Rp 2,9 triliun kepada lebih 2.500 peminjam dan didukung oleh sekitar 160 ribu lender retail atau perorangan maupun lebih 17 institutional lender,” ujarnya dalam rilis, Jumat (10/9).

Selain itu, dia menyampaikan, Akseleran akan kembali menutup kuartal ketiga tahun ini dengan pertumbuhan. Setidaknya hingga pada minggu pertama September ini Akseleran sudah melewati realisasi penyaluran pinjaman usaha di kuartal ketiga 2020 dengan pertumbuhan sebesar 43 persen, dan akan melanjutkan rapor hijau yang juga terjadi di kuartal pertama dan kuartal kedua tahun 2021.

Penyaluran pinjaman usaha Akseleran saat ini juga sudah semakin menyebar luas di luar Jawa, antara lain Kalimantan, Riau, Sulawesi, dan Maluku yang masuk ke 10 besar wilayah di Indonesia dengan penyaluran pinjaman usaha terbesar Akseleran.

Sementara di Kaltim, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat, utang online masyarakat mencapai Rp 2,36 triliun, dengan jumlah borrower mencapai 518.673 entitas. Tak hanya dari sisi peminjam, namun juga pemberi pinjaman mengalami peningkatan signifikan, pada akhir 2020, jumlah lender asal Kaltim baru mencapai 7.285 entitas, saat ini sudah bertambah menjadi 9.035 entitas.

Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Kaltim Made Sudharma mengatakan, utang online hadir untuk masyarakat unbankable. Sehingga jika penyaluran pendanaan online terus meningkat bukan berarti hal negatif. Justru baik, karena masyarakat sudah menggunakan alternatif lain dalam meningkatkan inklusi keuangan di daerah.

Akan tetapi, OJK berharap, masyarakat peminjam ini harus memastikan kemampuan membayar dana tersebut. Sebab meminjam di fintech itu semuanya berasal dari handphone, sangat mudah dan cepat. Tapi kadang masyarakat lupa dengan risiko gagal bayar, sebab bunga yang diberikan fintech ini juga lebih tinggi dibandingkan rata-rata perbankan.

“Kita berharap jumlah rekening yang terus bertambah, dan nominal yang terus berkembang diikuti dengan kemampuan membayar,” tuturnya.

Fintech hadir sebagai jasa keuangan yang menghadirkan produk yang tidak ditawarkan oleh perbankan. Yaitu, kecepatan dan kemudahan dari sisi persyaratan meminjam. Hal itu menjadi istimewa khususnya di tengah pandemi, saat perbankan banyak memperketat pemberian kredit. Itu juga menjadi salah satu alasan, pertumbuhan penyaluran pinjaman online meningkat signifikan saat pandemi.

Di tengah perbankan yang terus semakin selektif, fintech juga kerap dijadikan dana untuk modal usaha. Sebab, utang online kerap dimanfaatkan bagi nasabah unbankable, untuk mendapatkan aliran dana. Beberapa kelebihan fintech lending memang bermanfaat dalam membantu memulihkan ekonomi. Salah satunya kecepatan dalam menyalurkan dana, untuk para pelaku usaha yang kesulitan mendapat kucuran dana di perbankan, fintech bisa menjadi pilihan untuk membantu mempercepat pemulihan ekonomi.

“Fintech hadir sebagai jasa keuangan yang menghadirkan produk yang tidak ditawarkan oleh perbankan, sehingga bisa difokuskan pada modal usaha. Asal meminjamnya benar-benar pada fintech yang terdaftar dan diawasi oleh OJK,” pungkasnya. (ctr/ndu/k8)


BACA JUGA

Jumat, 22 Oktober 2021 20:12
Dorong Produktivitas Pertanian, Dongkrak Kesejahteraan

Pupuk Kaltim Tingkatkan SDM Petani Binaan Sektor Hortikultura

BONTANG - PT Pupuk Kalimantan Timur (Pupuk Kaltim) menggelar pelatihan…

Jumat, 22 Oktober 2021 16:24

Peduli Korban Banjir Samarinda, BRI Salurkan Bantuan Bahan Pokok di Kelurahan Temindung Permai

SAMARINDA - Banjir yang melanda Kota Samarinda sejak Rabu (20/10)…

Jumat, 22 Oktober 2021 13:26

TKDN Hulu Migas Menjadi Lokomotif Ekonomi Nasional

JAKARTA – Industri hulu minyak dan gas bumi (migas) masih…

Rabu, 20 Oktober 2021 22:48

Arsjad Rasjid Lantik Pengurus KADIN Indonesia Periode 2021 - 2026

JAKARTA --- Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Indonesia,…

Rabu, 20 Oktober 2021 00:22

SKK Migas dan Seluruh KKKS, Ciptakan Multiplier Effect Hulu Migas Bagi Daerah

SKK Migas dan seluruh Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) terus…

Selasa, 19 Oktober 2021 14:55

Vaksinasi Bantu UMKM Bangkit

BALIKPAPAN - Pelaksanaan vaksinasi di Bumi Etam yang semakin masif…

Selasa, 19 Oktober 2021 14:54

Penjualan Alat Berat Meroket

BALIKPAPAN - Industri alat berat menunjukkan tren kenaikan penjualan pada…

Senin, 18 Oktober 2021 11:55

Buka Opsi Pailit, Kementerian BUMN Siapkan Pelita Air Gantikan Garuda

Kementerian Negara BUMN membuka opsi memailitkan Garuda Indonesia (GIAA) yang…

Sabtu, 16 Oktober 2021 20:33

FIFGROUP FEST Beri Kejuatan Promo Untuk Warga Samarinda

SAMARINDA –FIFGROUP FEST kembali hadirkan event promo pertamanya di bulan…

Sabtu, 16 Oktober 2021 10:58
Tingkatkan Literasi Pasar Modal dengan CMSE 2021

Investor Kaltim Tumbuh 65 Persen

Literasi serta edukasi pasar modal terus digencarkan oleh Self-Regulatory Organization…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers