MANAGED BY:
RABU
26 JANUARI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

OLAHRAGA

Sabtu, 11 September 2021 11:30
Emma Raducanu vs Leylah Fernandez di Final
Panggung Dua Belia di AS Terbuka
Leylah Fernandez dan Emma Raducanu

NEW YORK – Tidak ada yang pernah memprediksi final Amerika Serikat (AS) Terbuka di sektor tunggal putri tahun ini mempertemukan dua petenis remaja berstatus non unggulan. Benar-benar seperti dongeng yang menjadi kenyataan.

Petenis 19 tahun asal Kanada Leylah Fernandez lebih dulu mengunci satu tiket di babak puncak setelah menundukkan Aryna Sabalenka 7-6 (3), 4-6, 6-4. Disusul petenis Inggris Emma Raducanu yang usianya hanya terpaut dua bulan lebih muda dari Fernandez (18 tahun). Dia menumbangkan Maria Sakkari di semifinal dengan straight set 6-1, 6-4.

Final seperti ini baru terjadi lagi setelah 22 tahun. Final AS Terbuka 1999 saat itu mempertemukan Serena Williams yang masih 18 tahun dengan Martina Hingis, juga 19 tahun. Pada laga tersebut, Serena sukses memenangkan gelar grand slam pertamanya setelah menaklukkan Hingis 6-3, 7-6 (4).

Raducanu dan Fernandez belum pernah bertemu dalam sebuah pertandingan di level senior. Artinya, rekor pertemuan mereka masih bersih 0-0. Dengan catatan itu, lebih sulit memprediksi jalannya pertandingan final nanti.

Satu-satunya referensi pertemuan keduanya adalah ajang Wimbledon junior. Itu pun terjadi pada 2018. Saat itu Raducanu sebagai wakil tuan rumah menang straight set.

Datang ke final AS Terbuka tahun ini, keduanya membawa kelebihan dan kelemahan masing-masing. Misalnya, dari sisi jam bertanding. Fernandez menghabiskan waktu 12 jam 45 menit dari seluruh pertandingan di babak utama (main draw).

Sementara itu, Raducanu hanya butuh waktu 7 jam 42 menit di lapangan untuk sampai ke final. Jika ditambah pertandingannya di babak kualifikasi, angkanya pun masih lebih sedikit, yakni 3 jam 52 menit. Artinya, total waktu yang dilewati Raducanu di lapangan ”hanya” 1 jam 43 menit. Sebab, Raducanu selalu memenangi pertandingan melalui straight set.

Dari segi fisik, bisa jadi Fernandez lebih lelah saat memulai laga final besok. Namun, di sisi lain, itu bisa jadi keuntungan bagi Fernandez. Sebab, Raducanu belum pernah merasakan pertandingan tiga set. Jika laga harus ditentukan melalui set ketiga, besar kemungkinan Fernandez lebih siap secara mental.

Apalagi, lawan-lawan yang dihadapi Fernandez untuk sampai ke final jauh lebih berat ketimbang yang dihadapi Raducanu. Fernandez sudah memulangkan juara bertahan Naomi Osaka di babak ketiga. Setelah itu, mantan ranking pertama dunia Angelique Kerber di babak keempat. Di semifinal, dia menumbangkan unggulan kedua Aryna Sabalenka. ”Aku sendiri menyebut capaianku ini magis (sulap, Red),” ucap Fernandez kepada CNN.

Di sisi lain, lawan terberat Raducanu justru datang saat dia masih berlaga di babak kualifikasi. Yakni, petenis Georgia Mariam Bolkvadze. Meski menang straight set, Raducanu harus melewati set kedua dengan tiebreak 6-3, 7-5. ”Aku selalu bermimpi untuk bisa tampil di final grand slam. Tapi, tidak pernah terbayangkan terwujud secepat ini,” kata Raducanu.

Dari segi gaya bertanding, keduanya juga memiliki karakter berbeda. Raducanu lebih senang bermain di baseline dengan pukulan-pukulan bersih dan ground stroke yang akurat. Dia juga mampu memadukan serangan agresif sekaligus bertahan dengan baik.

Sementara itu, Fernandez dikenal dengan ketelatenannya dalam bertahan. Selain itu, kematangan mental bertandingnya terbilang mumpuni. Dia kondang sebagai petenis putri yang ”fearless” ketika berhadapan dengan nama-nama besar dalam perjalanannya menuju final. ”Aku tak peduli dengan siapa bertanding di final nanti. Aku hanya ingin bertanding di final sekarang,” ujar Fernandez seusai laga semifinal. (irr/c19/cak)

 

FAKTA MENARIK DARI FINAL TUNGGAL PUTRI AS TERBUKA 2021:

 

1. Emma Raducanu adalah petenis putri pertama yang mampu menembus final AS Terbuka dari jalur kualifikasi (qualifier).

2. Sejak sistem ranking diperkenalkan pada 1975, hanya lima petenis di luar ranking 50 besar dunia yang sanggup mencapai final grand slam. Final AS Terbuka tahun ini mempertemukan Leylah Fernandez, ranking ke-73, dan Emma Raducanu, peringkat ke-150 dunia.

3. Pertemuan dua petenis blasteran. Emma Raducanu lahir dari ibu yang berasal dari Tiongkok dan ayah Rumania. Sementara itu, Leylah Fernandez lahir dari ibu Filipina dan ayah dari Ekuador. Fakta itu mirip dengan Naomi Osaka (Jepang-Haiti) yang menjuarai AS Terbuka tahun lalu.

4. Final tunggal putri AS Terbuka 2021 ini menjadi final grand slam pertama sejak era terbuka dimulai pada 1968 yang mempertemukan dua petenis non unggulan.

5. Final kali ini adalah yang pertama sejak 1999, babak puncak mempertemukan dua petenis berusia di bawah 20 tahun. Pada 1999 final AS Terbuka mempertemukan Serena Williams (18 tahun) dan Martina Hingis (19). Williams keluar sebagai juara dan menggamit gelar grand slam perdananya.

6. Bagi Raducanu dan Fernandez, ini adalah final pertama mereka di ajang mayor.


BACA JUGA

Selasa, 25 Januari 2022 12:51
Tembus Perempat Final setelah 63 Kali Tampil

Perjalanan Cornet Kini Berlanjut

MELBOURNE – ”Aku tak tahu harus berkata apa. Bagiku ini…

Selasa, 25 Januari 2022 11:35

Manchester United Setuju Pinjamkan Anthony Martial ke Sevilla

Manchester United dikabarkan telah setuju untuk meminjamkan Anthony Martial ke…

Selasa, 25 Januari 2022 11:25

Claudio Ranieri Dipecat Watford

Watford memecat pelatih kepala Cladio Ranieri pada Senin (24/1). Itu…

Selasa, 25 Januari 2022 11:24

3 Jam Lebih, Usaha yang Melelahkan ke Perempat Final

Unggulan keempat Australia Terbuka Stefanos Tsitsipas harus melalui pertandingan alot…

Selasa, 25 Januari 2022 10:15

Guedpard Pornpun, Ayam Balado dan Soto Betawi

GUEDPARD Pornpun kembali bermain untuk Jakarta Popsivo Polwan di Proliga…

Selasa, 25 Januari 2022 10:14

Lolos ke Piala Dunia 2022, Antara Salah dan Mane

DOUALA – Sadio Mane sudah menantang Mohamed Salah untuk berhadapan…

Selasa, 25 Januari 2022 10:11
THE RED DEVILS NAIK EMPAT BESAR

Andil Martial sebagai Penyerang Keenam

MANCHESTER – Masa depan Anthony Martial di Manchester United diklaim…

Selasa, 25 Januari 2022 10:09

Stadion Tersibuk, Simo Keluhkan Rumput yang Sulit Tumbuh

MILAN – Dibandingkan stadion lainnya di liga elite Eropa, tidak…

Senin, 24 Januari 2022 10:23

STY Fokus Benahi Mental

JAKARTA - Shin Tae-yong (STY) harus kembali membenahi ulang mental…

Senin, 24 Januari 2022 10:22

Borneo FC Tunjuk Fachri Husaini, Upaya Adaptasi Cepat

  Meski hanya dikontrak hingga Liga 1 2021 berakhir, Fakhri…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers