MANAGED BY:
SABTU
18 SEPTEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

OLAHRAGA

Sabtu, 11 September 2021 11:30
Emma Raducanu vs Leylah Fernandez di Final
Panggung Dua Belia di AS Terbuka
Leylah Fernandez dan Emma Raducanu

NEW YORK – Tidak ada yang pernah memprediksi final Amerika Serikat (AS) Terbuka di sektor tunggal putri tahun ini mempertemukan dua petenis remaja berstatus non unggulan. Benar-benar seperti dongeng yang menjadi kenyataan.

Petenis 19 tahun asal Kanada Leylah Fernandez lebih dulu mengunci satu tiket di babak puncak setelah menundukkan Aryna Sabalenka 7-6 (3), 4-6, 6-4. Disusul petenis Inggris Emma Raducanu yang usianya hanya terpaut dua bulan lebih muda dari Fernandez (18 tahun). Dia menumbangkan Maria Sakkari di semifinal dengan straight set 6-1, 6-4.

Final seperti ini baru terjadi lagi setelah 22 tahun. Final AS Terbuka 1999 saat itu mempertemukan Serena Williams yang masih 18 tahun dengan Martina Hingis, juga 19 tahun. Pada laga tersebut, Serena sukses memenangkan gelar grand slam pertamanya setelah menaklukkan Hingis 6-3, 7-6 (4).

Raducanu dan Fernandez belum pernah bertemu dalam sebuah pertandingan di level senior. Artinya, rekor pertemuan mereka masih bersih 0-0. Dengan catatan itu, lebih sulit memprediksi jalannya pertandingan final nanti.

Satu-satunya referensi pertemuan keduanya adalah ajang Wimbledon junior. Itu pun terjadi pada 2018. Saat itu Raducanu sebagai wakil tuan rumah menang straight set.

Datang ke final AS Terbuka tahun ini, keduanya membawa kelebihan dan kelemahan masing-masing. Misalnya, dari sisi jam bertanding. Fernandez menghabiskan waktu 12 jam 45 menit dari seluruh pertandingan di babak utama (main draw).

Sementara itu, Raducanu hanya butuh waktu 7 jam 42 menit di lapangan untuk sampai ke final. Jika ditambah pertandingannya di babak kualifikasi, angkanya pun masih lebih sedikit, yakni 3 jam 52 menit. Artinya, total waktu yang dilewati Raducanu di lapangan ”hanya” 1 jam 43 menit. Sebab, Raducanu selalu memenangi pertandingan melalui straight set.

Dari segi fisik, bisa jadi Fernandez lebih lelah saat memulai laga final besok. Namun, di sisi lain, itu bisa jadi keuntungan bagi Fernandez. Sebab, Raducanu belum pernah merasakan pertandingan tiga set. Jika laga harus ditentukan melalui set ketiga, besar kemungkinan Fernandez lebih siap secara mental.

Apalagi, lawan-lawan yang dihadapi Fernandez untuk sampai ke final jauh lebih berat ketimbang yang dihadapi Raducanu. Fernandez sudah memulangkan juara bertahan Naomi Osaka di babak ketiga. Setelah itu, mantan ranking pertama dunia Angelique Kerber di babak keempat. Di semifinal, dia menumbangkan unggulan kedua Aryna Sabalenka. ”Aku sendiri menyebut capaianku ini magis (sulap, Red),” ucap Fernandez kepada CNN.

Di sisi lain, lawan terberat Raducanu justru datang saat dia masih berlaga di babak kualifikasi. Yakni, petenis Georgia Mariam Bolkvadze. Meski menang straight set, Raducanu harus melewati set kedua dengan tiebreak 6-3, 7-5. ”Aku selalu bermimpi untuk bisa tampil di final grand slam. Tapi, tidak pernah terbayangkan terwujud secepat ini,” kata Raducanu.

Dari segi gaya bertanding, keduanya juga memiliki karakter berbeda. Raducanu lebih senang bermain di baseline dengan pukulan-pukulan bersih dan ground stroke yang akurat. Dia juga mampu memadukan serangan agresif sekaligus bertahan dengan baik.

Sementara itu, Fernandez dikenal dengan ketelatenannya dalam bertahan. Selain itu, kematangan mental bertandingnya terbilang mumpuni. Dia kondang sebagai petenis putri yang ”fearless” ketika berhadapan dengan nama-nama besar dalam perjalanannya menuju final. ”Aku tak peduli dengan siapa bertanding di final nanti. Aku hanya ingin bertanding di final sekarang,” ujar Fernandez seusai laga semifinal. (irr/c19/cak)

 

FAKTA MENARIK DARI FINAL TUNGGAL PUTRI AS TERBUKA 2021:

 

1. Emma Raducanu adalah petenis putri pertama yang mampu menembus final AS Terbuka dari jalur kualifikasi (qualifier).

2. Sejak sistem ranking diperkenalkan pada 1975, hanya lima petenis di luar ranking 50 besar dunia yang sanggup mencapai final grand slam. Final AS Terbuka tahun ini mempertemukan Leylah Fernandez, ranking ke-73, dan Emma Raducanu, peringkat ke-150 dunia.

3. Pertemuan dua petenis blasteran. Emma Raducanu lahir dari ibu yang berasal dari Tiongkok dan ayah Rumania. Sementara itu, Leylah Fernandez lahir dari ibu Filipina dan ayah dari Ekuador. Fakta itu mirip dengan Naomi Osaka (Jepang-Haiti) yang menjuarai AS Terbuka tahun lalu.

4. Final tunggal putri AS Terbuka 2021 ini menjadi final grand slam pertama sejak era terbuka dimulai pada 1968 yang mempertemukan dua petenis non unggulan.

5. Final kali ini adalah yang pertama sejak 1999, babak puncak mempertemukan dua petenis berusia di bawah 20 tahun. Pada 1999 final AS Terbuka mempertemukan Serena Williams (18 tahun) dan Martina Hingis (19). Williams keluar sebagai juara dan menggamit gelar grand slam perdananya.

6. Bagi Raducanu dan Fernandez, ini adalah final pertama mereka di ajang mayor.


BACA JUGA

Sabtu, 18 September 2021 18:03

Ridwan Andreas Kembali Pimpin PKSI Balikpapan

BALIKPAPAN-Moch Ridwan Andreas kembali dipercaya memimpin Pengkot Persatuan Korfball Seluruh…

Sabtu, 18 September 2021 12:51

Kompaknya Tammy-Tomori

MUSIM ini adalah musim bagi striker AS Roma Tammy Abraham…

Sabtu, 18 September 2021 12:48

Ikuti CR7 Airlines dengan Victor Airlines

LEICESTER – Biasanya, seseorang akan berusaha melakukan apa yang pernah…

Sabtu, 18 September 2021 12:43
Jadi Yang Tercepat di FP1

Apakah Vinales Akan Berdoa Minta Hujan?

SAN MARINO – Dalam jumpa pers usai balapan GP Austria…

Sabtu, 18 September 2021 12:40

Emptyhad Dibalas Urus Taktik Saja

MANCHESTER – Fans Manchester City di Etihad Stadium pertengahan pekan…

Sabtu, 18 September 2021 12:39
LIVERPOOL FC VS CRYSTAL PALACE

Asa Centenary Supermane

LIVERPOOL – Hanya dalam waktu kurang dari sepekan, Liverpool FC…

Sabtu, 18 September 2021 12:36

Sesto untuk Bulan Madu Mourinho

ROMA – Musim ini baru berlangsung kurang dari sebulan bagi…

Sabtu, 18 September 2021 12:06
(1) Borneo FC vs Barito Putera (1)

Lewatkan Banyak Peluang

Keinginan Borneo FC Samarinda meraih kemenangan kedua di Liga 1…

Sabtu, 18 September 2021 12:03

Djanur Merasakan Tekanan

BEKASI–Sudah tiga laga yang dijalani Barito Putera di Liga 1…

Sabtu, 18 September 2021 12:01

Borneo FC Tambah Sponsor

MUSIM ini Borneo FC kebanjiran sponsor. Teranyar tim berjuluk Pesut…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers