MANAGED BY:
SABTU
25 SEPTEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

KOLOM PEMBACA

Jumat, 10 September 2021 13:13
Sehat, Kuat, dan Olahraga

Bambang Iswanto

Dosen UIN Sultan Aji Muhammad Idris Samarinda

 

 

SALAH satu nikmat yang paling diharapkan manusia saat ini adalah nikmat sehat. Terlebih pada masa pandemi. Sudah menjadi sebuah kelaziman, komunikasi dibuka dengan kalimat “salam sehat!” atau kalimat serupa seperti “semoga selalu diberikan kesehatan,” dan sejenisnya.

Nikmat sehat bukanlah kemewahan atau nikmat material yang terlihat seperti harta. Tetapi ia terasa sangat mahal dan mewah bahkan orang rela berkorban harta sebesar apapun untuk bisa menjadi sehat.

Mahal dan mewahnya sehat sering dirasakan ketika sakit. Ada sedikit gangguan sakit di telinga saja, misalnya. Seseorang rela mengeluarkan uang ratusan bahkan jutaan rupiah hanya untuk menghilangkannya. Demikian pula dengan setitik lubang di gigi yang menimbulkan sakit ke sekujur tubuh, uang jutaan rupiah dengan ikhlas dikeluarkan demi menyembuhkannya.

Terlebih dengan penyakit besar yang sangat mengganggu dan mengharuskan tindakan operasi medis, uang jutaan bahkan mungkin miliaran rupiah rela dibayar untuk sehat. Tubuh yang tidak sehat merupakan masalah serius yang harus dihadapi dalam hidup. Orang yang tidak memerhatikan kesehatan dalam hidupnya sama saja dengan menabung masalah untuk masa depannya.

Banyaknya orang yang tidak sadar betapa mahalnya nikmat sehat menjadi perhatian Rasulullah dan beliau memperingatkan dengan pesan, “Ada dua kenikmatan yang kebanyakan manusia sering lalai, yaitu kesehatan dan waktu luang.” Pesan Rasulullah menegaskan kembali betapa pentingnya kesehatan untuk dipelihara. Bukan hanya ketika sakit baru dirasakan kenikmatannya, tetapi saat sehat pun nikmat itu harus dirasakan dan disyukuri.

Dalam intisari Kitab Ihya’ Ulumiddin, Muhkhtasar Minhajul Qasidin, salah satu bagiannya menjelaskan tentang dialog antara orang miskin yang selalu mengeluh tentang kemiskinannya kepada seorang alim.

Menyikapi curhatannya si alim bertanya kepada si pengeluh, “Maukah Anda dibayar 10 ribu dirham tetapi menjadi buta?” dijawab “tidak” oleh si pengeluh. “Apakah mau dibayar 10 ribu dirham tetapi menjadi bisu?” Si alim kembali bertanya dan dijawab “tidak”. “Dan apakah Anda mau dibayar 20 ribu dirham tetapi kehilangan kedua tangan?” dan langsung dijawab “tidak”.

Disambung dengan pertanyaan, “Apakah Anda mau diberi 10 ribu dirham tetapi hilang ingatan?” Sekali lagi si pengeluh tidak mau. Orang alim sebenarnya ingin menyampaikan pesan yang menohok bagi si pengeluh agar tidak mengeluh dengan kemiskinannya.

Dalam kemiskinannya tersebut, sebenarnya masih ada nikmat sehat yang tidak ternilai dengan harta yaitu nikmat sehat mata, sehat lidah, sehat tangan, dan sehat ingatan. Aid al-Qarni dalam bukunya “La Tahzan” menjelaskan untuk semua kelengkapan dan kesehatan anggota tubuhnya, manusia tidak akan rela melepaskannya bahkan untuk ditukar dengan harta berlimpah dan bongkahan bukit emas.

Penjelasan-penjelasan tentang mahalnya harga kesehatan di atas, diungkapkan oleh Rasulullah dengan bahasa yang lugas, “Siapa saja di antara kalian masuk waktu pagi dalam keadaan sehat badannya, aman dalam rumahnya, punya makanan pokok pada hari itu, maka seolah-olah seluruh dunia dikumpulkan untuknya” (HR Ibnu Majah). Dan pasti tidak ada orang yang sanggup menakar berapa harga seluruh dunia ketika dikumpulkan.

Mungkin itulah sebabnya dalam banyak redaksi doa-doa yang masyhur, sering teruntai permohonan untuk disehatkan (‘afiat fil jasad) beriringan dengan permohonan-permohonan utama lainnya seperti diberikan keselamatan (salamah fid din), tambahan ilmu (ziyadah fil ‘ilm), rezeki yang berkah (barokah fir Rizq), dan lain-lain. Ulama-ulama memasukkan sehat sebagai hal yang sangat penting dalam hidup manusia yang terus diharapkan diberikan nikmatnya oleh Allah.

Selain doa yang dipanjatkan, manusia diajarkan untuk berikhtiar untuk mendapatkan nikmat sehat. Salah satunya dengan berolahraga.

AJARAN BEROLAHRAGA

Berolahraga tidak lepas dari ajaran agama Islam. Rasulullah dalam banyak kesempatan memberikan contoh kepada umatnya untuk berolahraga. Beberapa riwayat menyebutkan Rasulullah sering melakukan olahraga menunggang kuda, memanah, dan berenang.

Di luar kebiasaan melakukan olahraga berjalan kaki dan lari. Dalam hal berkuda, Rasulullah tidak melakukannya untuk sekadar berolahraga. Namun juga pernah mengikuti lomba pacuan kuda dan beberapa kali memenangkannya.

Apa yang dipraktikkan oleh Rasulullah dalam hal olahraga menjadi ajaran untuk dilaksanakan agar badan menjadi sehat. Dengan sehat manusia menjadi kuat. Mukmin yang sehat lebih disukai oleh Allah dibandingkan dengan mukmin yang lemah. Itulah salah satu alasan yang disebut oleh rasul kenapa seorang mukmin harus sehat dan kuat.

Tingkat keimanan dan ketakwaan memang tidak diukur dengan kesehatan dan kekuatan fisik. Namun orang yang sehat akan lebih mudah melaksanakan ibadah dan aktivitas yang bernilai ibadah. Mari kita ikuti Rasul untuk berolahraga agar tubuh menjadi kuat dan dimudahkan dalam segala urusan dan beribadah. Selamat Hari Olahraga Nasional! (rom/k8)

loading...

BACA JUGA

Kamis, 23 September 2021 13:23

Portal Satu Data Hindari Polemik

Oleh : Maulana Malik Herdianto SSi, MEc Dev (Staf di…

Sabtu, 18 September 2021 10:15

Banjir Memang Bukan Preman

Pernyataan menarik diungkapkan Wali Kota Samarinda Andi Harun ketika menjadi…

Rabu, 15 September 2021 12:54

Ketika Bupati Menerima Honor Makam Covid-19

Dewi MurniPraktisi Pendidikan di Balikpapan Jagat maya pemberitaan nasional gaduh…

Selasa, 14 September 2021 11:22

Banjir Melanda Benua Etam

HAkhmad Sirodz     Ketua Takmir Masjid Nuruz Zaman Loa Bakung  …

Senin, 13 September 2021 13:43

Kunci Sukses Pembangunan IKN

Oleh: Dr Isradi zainal Rektor Uniba, Ketua PII Kaltim, Sekjen…

Jumat, 10 September 2021 13:13

Sehat, Kuat, dan Olahraga

Bambang Iswanto Dosen UIN Sultan Aji Muhammad Idris Samarinda  …

Jumat, 10 September 2021 12:32

Eksistensi Radio di Pusaran Kompetisi

Andi Muhammad Abdi Komisioner KPID Kaltim     Genap 76…

Kamis, 09 September 2021 10:36

Asa Pariwisata Kaltim

Oleh : Siswandi, Statistisi Ahli Muda di BPS Kutai Timur  …

Selasa, 07 September 2021 10:57

Efektivitas Daring yang Dipertanyakan

Mohammad Salehudin Dosen UIN Sultan Aji Muhammad Idris Samarinda   …

Selasa, 07 September 2021 10:29

Hapus Dikotomi Kominfo dan Humas

Oleh: Abd Kadir Sambolangi SS MA, Plt Kabag Protokol dan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers