MANAGED BY:
SENIN
18 OKTOBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

FEATURE

Jumat, 10 September 2021 10:40
Ingin Ubah Monyet Ekor Panjang Jadi Potensi Wisata
Titik

Primata berekor panjang atau makaka masih dipandang sebagai hama. Lantaran dianggap meresahkan akibat kerap mencuri buah atau makanan milik warga. Tapi warga di Alas Pengkol justru ingin merangkulnya. Kenapa?

SITI FATIMAH, BANTUL, Radar Jogja

Hawa panas, khas musim kemarau, bertiup di kawasan Alas Pengkol, Sriharjo, Imogiri, Bantul, saat digelar vaksinasi inkulsi, pekan lalu (2/9). Dihadiri pejabat dari Pemprov DIJ dan Pemkab Bantul, warga Alas Pengkol mengutarakan niatnya.

“Kami sedang giat mengembangkan tourism. Warga di Alas Pengkol, Sriharjo, Imogiri, Bantul ini memiliki tantangan sekaligus potensi, yaitu makaka,” tutur Lurah Sriharjo, Titik Istiyawatun Khasanah kepada wartawan sela peninjauan kegiatan vaksinasi inklusi di Alas Pengkol, Kamis (2/9).

Menurut dia, kera dari famili Cercopithecidae (monyet dunia lama) sesungguhnya dapat menjadi potensi pariwisata. Jumlah koloni kera ekor panjang itu pun ratusan.Untuk itu, Pemerintah Kalurahan (Pemkal) Sriharjo mendiskusikannya dengan Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Daerah Istimewa Jogjakarta (DLHK DIJ). “Ini sedang kami diskusikan, bagaimana bisa menangani sekaligus mengubah makaka dari ancaman menjadi potensi,” sebutnya.

Dikatakan, potensi paling memungkinkan adalah menerapkan pembatasan populasi. Serta mengedepankan kajian ilmiah agar makaka dapat berdampingan dengan manusia. Sehingga makaka yang awalnya dianggap hama dapat berubah jadi potensi,” ucapnya.

Terakhir kali Titik menemukan permasalah terkait dengan makaka pada akhir 2018. Di mana warga mengeluh kalau kebun buahnya habis dicuri oleh makaka. Karena itu, warga sudah tidak berani menanam pohon buah perbukitan Sriharjo.

Saat musim kemarau, jadi lebih mengerikan. Makaka turun dari perbukitan dan masuk ke dapur warga. Untuk mencuri makanan lantaran pepohonan buah di perbukitan kering. “Ini urgent untuk segera ditangani. Populasi tinggi, koloni banyak sekali. Beberapa makaka bahkan sampai menyeberang kali (sungai, Red),” cecarnya.

Selanjutnya, Titik mengharapkan DLHK DIJ memberi solusi. Salah satunya dengan melakukan penanaman pohon buah. Agar buah yang dihasilkan dapat dikonsumsi oleh makaka liar di Sriharjo. “Kalau di sini sudah ditanami buah, barangkali nanti turun. Kalau turun, bisa jadi akses wisata nantinya. Itu impian besarnya,” ujarnya.

Kepala DLHK DIJ Kuncoro Cahyo Aji mengetahui permasalahan ini. DLHK DIJ pun melakukan penanaman pohon buah di sepanjang pematang Kali Oya sisi Timur pada Selasa (2/9). Lokasi dengan luas sekitar 7,5 hektare ini pun akan dikembangkan jadi agroforestri. “Kami bekerjasama dengan warga, dan melibatkan partisipasi sepenuhnya,” jelasnya.

Beberapa jenis pohon yang ditanam adalah alpukat, gayam, mangga, dan kelapa. Sementara untuk mencegah erosi air sungai, dilakukan pula penanaman bambu. “Kami arahkan untuk menanam berbagai bambu untuk penahan erosi air sungai. Sekaligus juga nantinya akan digunakan sebagai laboratorium,” tandasnya. (pra)


BACA JUGA

Sabtu, 16 Oktober 2021 11:26
Alejandro Putra Nugroho dan Alvaro Putra Nugroho, Suporter Cilik Militan Tim Thomas-Uber Indonesia

Di Momen Kritis Teriakkan, Tiga Poin Lagi, Om Vito!

Alejandro dan Alvaro tak henti meneriakkan dukungan sampai Indonesia memastikan…

Jumat, 15 Oktober 2021 14:46

Sutjiati Narendra, dari New York ke Dua Emas PON XX

Teknik Sutjiati Narendra sudah bagus ketika pertama bergabung dengan tim…

Rabu, 13 Oktober 2021 10:26

Melihat Sebenar-benarnya Merdeka Belajar di SMK Bakti Karya

Adu argumen, saling balas kritik, dan debat dengan guru. Itulah…

Selasa, 12 Oktober 2021 10:27

Ke Gili Iyang, Sumenep, Menikmati Kadar Oksigen Tertinggi Kedua di Dunia

Tak sedikit orang, termasuk dari luar negeri, yang berkunjung ke…

Sabtu, 09 Oktober 2021 11:26

Sistem Kependudukan versus Nama Bocah yang Terdiri atas 118 Huruf

Namanya Arif Rangga Madhipa Sutra Jiwa Cordosega Akre Askhala Mughal…

Jumat, 08 Oktober 2021 09:47
Yusuf Sumako Dongkrak Kinerja Perpustakaan

Kejar Akreditasi, Perbanyak Mitra Kerja

Genap sebulan menjabat sebagai kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Paser,…

Kamis, 07 Oktober 2021 14:32

Prasetyo Nurhardjanto Menghabiskan Waktu Isoman dengan Menulis Buku

Pendakian ke Everest, menjadi relawan di Rumah Bunda Teresa, dan…

Rabu, 06 Oktober 2021 11:32
Momen Peringatan HUT Ke-76 TNI dan Ke-43 FKPPI

Demi Herd Immunity Bersama Prajurit dan Putra-Putri Purnawirawan TNI-Polri

Hari ini, TNI genap berusia 76 tahun. Momen itu bertepatan…

Rabu, 06 Oktober 2021 10:22

Begini Upaya Komunitas Save Trowulan Menjaga Warisan Majapahit untuk Generasi Penerus

Mengadakan trip tematik menjadi salah satu cara Komunitas Save Trowulan…

Selasa, 05 Oktober 2021 11:56

Cerita Warung Berjalan Kakek Ongen pada Setiap Akhir Pekan

Tiap kali berbagi kepada anak-anak kurang mampu, Mohamad ”Ongen” Sangaji…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers