MANAGED BY:
SELASA
19 OKTOBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

MANCANEGARA

Kamis, 09 September 2021 10:40
Tiongkok Bantah Ambil Alih Pangkalan Militer AS di Afganistan
KLARIFIKASI: Juru bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok Wang Wenbin menegaskan Tiongkok menghormati kedaulatan, independensi, dan integritas wilayah Afganistan. REUTERS

Pemerintah Tiongkok menepis rumor tentang pengambilalihan pangkalan militer Bagram, Afganistan, yang ditinggalkan pasukan militer Amerika Serikat. Pangkalan udara Bagram sebelumnya menjadi basis kekuatan angkatan udara AS selama menjalankan misi di Afganistan.

Meski memiliki satu landasan pacu, pangkalan Bagram di Provinsi Parwan, Afganistan, bisa didarati pesawat militer berbadan lebar. Seperti Lockheed Martin C-5 Galaxy dan Antonov An-255.

“Saya katakan itu jelas-jelas berita palsu,” kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok (MFA) Wang Wenbin di Beijing, Selasa (7/9).

Selain tentang Bagram, rumor yang berkembang adalah pengambilalihan pangkalan udara Kandahar oleh Pakistan. Tiongkok dan pasukan gerilyawan Taliban yang baru saja berhasil menguasai Afganistan sedang membahas masalah pengambilalihan tersebut. Bahkan, para teknisi Pakistan juga diisukan sedang menginspeksi lima bekas pangkalan udara AS di Afganistan.

Sehari sebelumnya, Wang menegaskan kembali bahwa sikap Tiongkok terhadap Afganistan sudah sangat jelas. “Kami selalu menghormati kedaulatan, independensi, dan integritas wilayah Afganistan serta mendukung rakyat Afganistan bebas memilih model pembangunan yang sesuai dengan situasi di sana,” ujarnya.

Dalam konferensi pers di Kabul, Senin (6/9), juru bicara Taliban Zaibullah Mujahid menyatakan telah mengundang Tiongkok, Pakistan, Rusia, Turki, dan Qatar dalam pengumuman formasi baru pemerintahan Afganistan.

“Perang telah berakhir dan kami berharap situasi di Afganistan stabil,” ujarnya beberapa saat setelah pasukannya berhasil menguasai Lembah Panjshir. Namun, Wang Wenbin belum memberikan jawaban atas telah diterima atau tidaknya undangan dari Taliban itu. (jpg/dwi/k8)


BACA JUGA

Sabtu, 16 Oktober 2021 11:10

57 Persen Warga Rusia Tak Takut Covid-19, Kasus Positif jadi Melonjak

 Rusia melaporkan angka kasus Covid-19 mencapai rekor. Sementara angka kematian…

Sabtu, 16 Oktober 2021 11:01

Krisis Energi, Tiongkok Terancam Inflasi

BEIJING– Krisis energi di Tiongkok berdampak panjang. Terlebih ia dibarengi…

Kamis, 14 Oktober 2021 15:18

G20 Sepakat Bantu Krisis Afghanistan

ROMA – Negara-negara anggota G20 akhirnya satu suara. Mereka sepakat…

Kamis, 14 Oktober 2021 14:49

Dipaksa Serahkan Kekuasaan Jelang Kudeta

YANGON– Win Myint buka suara terkait detik-detik kudeta. Presiden Myanmar…

Rabu, 13 Oktober 2021 12:56

Tiongkok Latihan Perang di Seberang Taiwan, Kim Jong-un Fokus Militer Pertahanan Diri

Militer Tiongkok percaya diri bisa menggagalkan semua campur tangan eksternal…

Rabu, 13 Oktober 2021 11:29

AS-Taliban Gelar Dialog Perdana, Bahas Kiriman Bantuan dan Lanjutan Evakuasi

WASHINGTON DC – Pejabat Amerika Serikat dan perwakilan Taliban bertemu…

Rabu, 13 Oktober 2021 10:33

Warga Sydney Rayakan Bebas dari Kuntara

’’Ini adalah hari kebebasan.’’ Pernyataan itu dilontarkan Perdana Menteri Negara…

Selasa, 12 Oktober 2021 10:45

Singapura Tambah Akses Bebas 9 Negara, Masuk Tanpa Harus Karantina Covid-19

Grafik angka penularan Covid-19 di Singapura belum turun drastis. Namun…

Sabtu, 09 Oktober 2021 11:23

Leni Robredo Pilih Maju Jalur Independen

MANILA– Leni Robredo akhirnya memberikan kepastian. Wakil presiden Filipina tersebut…

Sabtu, 09 Oktober 2021 11:18

Biden-Xi Siap Dialog Empat Mata, Bertemu Virtual, Bahas Isu Dua Negara

WASHINGTON DC– Hubungan Amerika Serikat dan Tiongkok bakal terjalin lebih…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers