MANAGED BY:
SABTU
25 SEPTEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

KOLOM PEMBACA

Kamis, 09 September 2021 10:36
Asa Pariwisata Kaltim

Oleh : Siswandi, Statistisi Ahli Muda di BPS Kutai Timur

 

Pemerintah kembali mengumumkan perpanjangan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM). Kabar baiknya, sebelumnya ada lima kabupaten/kota di Kaltim yang berada pada PPKM Level 4. Yakni, Kota Balikpapan, Kota Samarinda, Kabupaten Kutai Timur, Kutai Kartanegara, dan Paser. Kini menyisakan Kota Balikpapan dan Kabupaten Kutai Kartanegara.

Akankah perubahan ini membawa dampak positif bagi dunia pariwisata Kaltim?
Pada Juli 2021 berdasar Statistik Pariwisata dan Transportasi Provinsi Kalimantan Timur yang dikeluarkan BPS Kaltim, Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel berbintang pada Juli 2021 mencapai 39,04 persen, angka ini mengalami penurunan sebesar 18,63 persen dibanding TPK Juni 2021.

Pada Juni 2021 TPK hotel berbintang sebesar 57,67 persen. Penurunan tingkat hunian ini kemungkinan besar disebabkan kebijakan PPKM Level 4 yang diterapkan di banyak kabupaten kota di Kaltim. Sehingga berdampak pada tamu hotel.

Dari TPK Juli 202, raihan TPK tertinggi terjadi pada hotel berbintang 2 sebesar 48,88 persen. Kemudian hotel berbintang 3 dengan TPK sebesar 48,49 persen. Hotel berbintang 4 sebesar 35,91 persen, hotel berbintang 5 sebesar 15,91 persen, dan TPK terendah pada hotel berbintang 1 dengan TPK sebesar 13,01 persen.

Menariknya, jumlah wisatawan mancanegara yang berkunjung ke wilayah Kaltim pada Juli 2021 tercatat ada 116 kunjungan. Ini merupakan kunjungan wisman terbanyak sepanjang Januari–Juli 2021. Sebelumnya pada Juni tidak ada kunjungan wisman sama sekali di Kaltim. Artinya meskipun sulit, pariwisata Kaltim masih berdetak.

Menyusul semakin membaiknya kasus Covid-19 di Tanah Air, pemerintah merencanakan untuk membuka kembali beberapa tempat wisata. Termasuk untuk daerah yang menerapkan PPKM Level 3. Akan dilakukan uji coba pembukaan 20 tempat wisata di kota dengan level 3, dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat dan implementasi aplikasi PeduliLindungi.

Hal ini bisa menjadi sinyal, bagi penyelenggara pariwisata Kaltim, bahwa ada peluang pariwisata Kaltim bangkit kembali. Setidaknya pada beberapa wilayah yang telah berada pada PPKM Level 3. Misalnya, penurunan level ini bisa meningkatkan perkembangan penumpang angkutan udara domestik. Pada Juli 2021, jumlah penumpang udara domestik di Kaltim sebanyak 43.281 orang, sebelumnya pada Juni jumlah penumpang angkutan udara domestik ada 154.218 orang.

Perubahan level PPKM di beberapa kabupaten kota di Kaltim bisa mendorong meningkatnya jumlah penumpang angkutan udara domestik. Jumlah penumpang angkutan udara domestik diharapkan berpengaruh positif pada hunian hotel maupun wisatawan.

Tentunya, kondisi pariwisata Kaltim tidak serta-merta bisa kembali pulih begitu saja. Sinyal pemerintah untuk membuka beberapa tempat wisata itu disertai prasyarat tetap menerapkan protokol kesehatan ketat, artinya selain aneka prokes, akan ada pembatasan jumlah pengunjung.

Kemudian juga turut mengimplementasi platform PeduliLindungi, untuk mengetahui status tes pengujian Covid-19 pengunjung, maupun status vaksinasinya.

Faktor lain yang juga perlu menjadi pertimbangan adalah kondisi sosial masyarakat seperti masih ada kekuatiran, sampai prioritas pemenuhan kebutuhan ekonomi yang menempatkan wisata sebagai kebutuhan tersier terlebih pada masa pandemi.

Berbeda dengan perdagangan, di mana masyarakat telah terbiasa dengan perdagangan elektronik (e-commerce) seperti jual beli secara online. Karakteristik wisatawan di Kaltim masih bersifat konvensional, atau masih mengharapkan pengalaman langsung sebab memiliki tingkat kepuasan berbeda dibanding misalnya wisata virtual. Maka untuk dapat bangkit, yang harus dilakukan penyelenggara pariwisata adalah menumbuhkan kepercayaan masyarakat.

Pelaku pariwisata Kaltim diharapkan memiliki kemampuan adaptasi, inovasi, dan kolaborasi yang baik. Hal ini untuk mempersiapkan diri menghadapi era pasca-PPKM Level 4. Adaptasi melalui penguatan standar kebersihan, kesehatan, keamanan dan kelestarian lingkungan harus dilakukan. Sertifikasi ini dikenal dengan CHSE (cleanliness, healthy, safety, environment sustainability).

Sementara itu, inovasi bisa dilakukan dengan memaksimalkan pemasaran digital atau digital marketing. Hal tersebut bisa jadi solusi yang baik untuk meningkatkan minat pasar, sekaligus menjaga citra (branding) pariwisata Kaltim. Manfaatkan web dan media sosial untuk menampilkan konten menarik, bermanfaat, sekaligus edukatif mengenai wisata di Kaltim.

Misalnya isi kanal YouTube dengan review hotel, laman Facebook dan Instagram dengan artikel ringan seputar desa wisata, serta foto yang bagus. Perkenalkan aneka paket maupun diskon jika ada. Termasuk menjelaskan protokol kesehatan yang diterapkan, sehingga sektor pariwisata tidak dijadikan tersangka melonjaknya kasus Covid-19 di kemudian hari.

Tak kalah penting adalah soliditas dalam kolaborasi masyarakat pariwisata Kaltim. Wadah insan pariwisata saling mendukung, bertukar pikiran pengalaman dan informasi, saling menguatkan dan membesarkan. Untungnya di Kaltim hal semacam ini sudah dilakukan sejak lama, sebelum dan di awal pandemi Covid-19 melanda.

Kaltim telah memiliki wadah silaturahmi bagi jejaring insan dan mitra pariwisata yang cukup beragam seperti Jaringan Mitra Pariwisata Kaltim, Asosiasi Tour dan Travel Indonesia (ASITA), Himpunan Pengusaha Kreatif, Masyarakat Sadar Wisata, Himpunan pengusaha Kafe dan Resto Indonesia, Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia, Asosiasi Perusahaan Penyelenggara Pameran dan Konvensi Indonesia, Perhimpunan Usaha Taman Rekreasi Indonesia-Kaltim, Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI) Kaltim dan sebagainya.

Dengan kolaborasi dan kerjasama yang baik antar insan pariwisata ini, pariwisata Kaltim punya modal besar untuk pulih. (luc/k8)


BACA JUGA

Kamis, 23 September 2021 13:23

Portal Satu Data Hindari Polemik

Oleh : Maulana Malik Herdianto SSi, MEc Dev (Staf di…

Sabtu, 18 September 2021 10:15

Banjir Memang Bukan Preman

Pernyataan menarik diungkapkan Wali Kota Samarinda Andi Harun ketika menjadi…

Rabu, 15 September 2021 12:54

Ketika Bupati Menerima Honor Makam Covid-19

Dewi MurniPraktisi Pendidikan di Balikpapan Jagat maya pemberitaan nasional gaduh…

Selasa, 14 September 2021 11:22

Banjir Melanda Benua Etam

HAkhmad Sirodz     Ketua Takmir Masjid Nuruz Zaman Loa Bakung  …

Senin, 13 September 2021 13:43

Kunci Sukses Pembangunan IKN

Oleh: Dr Isradi zainal Rektor Uniba, Ketua PII Kaltim, Sekjen…

Jumat, 10 September 2021 13:13

Sehat, Kuat, dan Olahraga

Bambang Iswanto Dosen UIN Sultan Aji Muhammad Idris Samarinda  …

Jumat, 10 September 2021 12:32

Eksistensi Radio di Pusaran Kompetisi

Andi Muhammad Abdi Komisioner KPID Kaltim     Genap 76…

Kamis, 09 September 2021 10:36

Asa Pariwisata Kaltim

Oleh : Siswandi, Statistisi Ahli Muda di BPS Kutai Timur  …

Selasa, 07 September 2021 10:57

Efektivitas Daring yang Dipertanyakan

Mohammad Salehudin Dosen UIN Sultan Aji Muhammad Idris Samarinda   …

Selasa, 07 September 2021 10:29

Hapus Dikotomi Kominfo dan Humas

Oleh: Abd Kadir Sambolangi SS MA, Plt Kabag Protokol dan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers