MANAGED BY:
RABU
26 JANUARI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

KALTIM

Rabu, 08 September 2021 12:08
Bupati dan Wabup Inspeksi Pembangunan Perkantoran, PPKM Jadi Kendala Utama
TINJAU LANGSUNG: Bupati Mahulu Bonifasius Belawan Geh didampingi Wabup Yohanes Avun meninjau pembangunan perkantoran. JODY KRISTIANTO/KP

Rombongan bupati melakukan pemantauan terkait pembangunan kantor Pemerintahan Mahulu di Kawasan Sebenaq, Kampung Ujoh Bilang, Kamis (2/9) lalu. Tujuannya melihat sejauh mana hasil pengerjaan pembangunan pemerintahan pertama, yang ditargetkan rampung 26 September mendatang.

 

UJOH BILANG–Dalam inspeksi tersebut, Bupati Mahakam Ulu (Mahulu) Bonifasius Belawan Geh didampingi Wakil Bupati Yohanes Avun, Sekda Mahulu Dr Stephanus Madang, serta OPD terkait dan perwakilan kontraktor PT Brantas Abipraya.

Pemantauan meliputi tiga gedung utama, yakni Kantor Bupati, Bappelitbangda, serta DPRD Mahulu. Mengusung konsep selaras dengan alam, bangunan nantinya kental nilai estetika etnis Dayak, yaitu Lamin, ketiga bangunan itu menelan anggaran Rp 331 miliar yang dimulai sejak 2019. Dalam skema pengerjaan kontrak jamak itu telah mendapatkan masa perpanjangan pengerjaan satu kali.

Bonifasius menuturkan, dia bersama jajaran ingin melihat secara langsung progress pengerjaan kantor pemerintahan yang telah dicanangkan beberapa waktu lalu. “Dengan melihat kondisi secara langsung, tentu akan dievaluasi, mendengarkan kendala yang terjadi selama pandemi. Dan selanjutnya menentukan untuk tahapan langkah terkait pembangunan kantor utama seperti apa ke depannya,” ujar bupati.

Selain itu, Wabup Mahulu Yohanes Avun mengatakan, melihat secara keseluruhan pengerjaan perkantoran baru mencapai 70 persen, dengan tenggat kontrak sebelumnya yang telah mendapat masa perpanjangan waktu pengerjaan menjadi 26 September.

Avun menyebut, Pemkab Mahulu menerima berbagai keluhan yang menjadi kendala sampai saat ini kontraktor masih belum bisa menyelesaikan proses pembangunan. Salah satu akar pokok permasalahan adalah dimulainya penerapan PPKM, yang tidak hanya berdampak di Mahulu, tetapi secara nasional.

Seperti pekerja berasal dari Jawa susah masuk ke Mahulu, karena banyak yang belum vaksin. Setidaknya pekerja menunggu giliran vaksin baru bisa datang untuk bekerja. Begitu pula hambatan bahan dari pabrik yang notabene berkurang kinerjanya karena PPKM, bahan bangunan akhirnya terdampak.

Belum lagi kriteria bahan bangunan dasar seperti pasir dan batu yang didatangkan dari hilir, karena tidak memenuhi standar tertentu untuk digunakan. Serta distribusi bahan mengikuti pasang surut Sungai Mahakam, karena moda transportasi utama adalah sungai.

“Jadi banyak kendala kami dengar, tentunya akan dirapatkan kembali apakah ada perpanjangan nantinya,” tutup Avun. (*/sya/dra/k8)

 


BACA JUGA

Rabu, 26 Januari 2022 09:22

Lahan Tidur Jadi Produktif, Petani Kerang Dayo Panen Jagung Hibrida

TANA PASER–Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Hidup Baru binaan Kodim 0904…

Selasa, 25 Januari 2022 13:16

UPZ PKT Salurkan Beasiswa Bagi 210 Mahasiswa Bontang Senilai Rp584,5 Juta

BONTANG - Dukung peningkatan kapasitas SDM melalui pendidikan, Unit Pengumpul…

Selasa, 25 Januari 2022 11:49

Dampak IKN, UU 7/2002 Bakal Direvisi, Paser Tengah Bisa Gabung PPU

Wacana pembentukan Kabupaten Paser Tengah di Kabupaten Paser yang hingga…

Selasa, 25 Januari 2022 11:48

Menunggu Regulasi Pusat

  SELASA (18/1), secara resmi undang-undang terkait perpindahan ibu kota…

Selasa, 25 Januari 2022 11:46

Bangkitkan Pariwisata dengan Perda Induk, Siapkan Aturan untuk Pemasukan Daerah

TANA PASER - Pemkab Paser mengusulkan enam rancangan peraturan daerah…

Selasa, 25 Januari 2022 11:44

Inginkan Kearifan Lokal Masuk di Perpres IKN

TANA PASER - Sultan Paser Aji Muhammad Jarnawi menanggapi Rancangan…

Senin, 24 Januari 2022 10:03

Kisruh Korpri Kian Memanas, Buntut Dana Keluar Rp 1,7 M, Muncul Mosi Tak Percaya

Kisruh internal Korps Pegawai Republik Indonesia (Korpri) Penajam Paser Utara…

Senin, 24 Januari 2022 10:01

Sepuluh Besar Penyakit di RSUD RAPB, Covid-19 Masih Mendominasi

PENAJAM-Corona menjadi penyakit paling banyak di derita warga Penajam Paser…

Senin, 24 Januari 2022 10:00

Kisruh Duit Rp1 M Lebih Milik Korpri PPU yang Dipinjamkan, Harus Ada yang Bertanggung Jawab

KISRUH di tubuh Korpri mendapatkan respons cepat Pelaksana Tugas (Plt)…

Senin, 24 Januari 2022 09:59

Di Paser Vaksin Anak Sudah 22 Persen

SEJAK diluncurkan pada 18 Januari 2021, belum genap seminggu, vaksin…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers