MANAGED BY:
SABTU
18 SEPTEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

UTAMA

Rabu, 08 September 2021 10:25
Kombes John Huntal S Sitanggang Berbagi Pengalaman saat di Medan Pertempuran

Beberapa Kali Nyaris Kehilangan Nyawa, Hadapi Kelompok Kriminal di Papua, Tak Sekadar Kemampuan tapi Juga Mental

PENUH RISIKO: Kombes John Huntal S Sitanggang diwawancarai awak Kaltim Post di ruangannya, pekan lalu. FUAD MUHAMMAD/KP

Beberapa kali nyaris kehilangan nyawa saat bertugas, tak membuatnya gentar. Bagi dia, tugas adalah amanah yang harus dijalankan walau bertarung nyawa. Bila berhasil melewatinya, itu sebuah kebanggaan. Bahkan menjadi prestasi.

 

ULIL MUA'WANNAH, Balikpapan

 

PEDOMAN itu yang dipegang benar Komandan Satuan Brimob Polda Kaltim Kombes John Huntal Sarjananto Sitanggang. Meski dalam suasana tegang saat bertugas, dia tetap tenang. Senyum dan tawa juga masih menghiasi wajahnya di depan anggotanya atau temannya sesama anggota kepolisian.

Sejumlah tugas dalam negeri maupun luar negeri pernah dia jalani. Di antaranya, Operasi Cinta Meunasah Aceh pada 1999–2000 menghadapi Gerakan Aceh Merdeka (GAM). Dalam tugas operasi itu, dia mengalami insiden. Mobil pasukan yang ditunggangi mengalami kecelakaan saat melakukan patroli. Mobil oleng ketika dalam perjalanan.

Kejadian nahas itu mengakibatkan ia kehilangan jari telunjuk di tangan kiri. Juga, menjalani perawatan dan fisioterapi selama tujuh bulan di Jakarta. Setelah pulih, John kembali bergabung mengikuti Operasi Pemulihan Keamanan Aceh pada 2002. Pengadangan hingga lemparan bom ataupun granat sudah jadi hal lumrah.

Kerap diterjunkan di daerah konflik tahun 2018–2019, John kembali mengikuti Operasi Nemangkawi Polda Papua. Dia ditunjuk sebagai Dansat Jibom Pas Gegana Korbrimob Polri. Kondisi pada saat itu kembali panas. Peristiwa berdarah tersebut turut merenggut nyawa pekerja PT Istaka Karya. Belum lagi gugurnya anggota TNI-Polri. Kontak senjata berlangsung berhari-hari.

Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) sudah lama ada. Mereka sulit ditemukan karena alam di Papua memiliki banyak lokasi persembunyian yang menguntungkan mereka. Daerah yang masih sulit terjangkau dan belum terjamah. Untuk masuk ke sana hanya mengandalkan helikopter. Cuaca dengan mudah berganti. Membuat penerbangan tidak bisa dilakukan setiap harinya. 

“Alam Papua berbeda dengan daerah lainnya. Laut tropis, rawa-rawa, gunung es semua ada di sana,” ucap John saat berbincang dengan awak media di ruangan kantornya, pekan lalu.

Dijuluki The Founding Father of Belukar, John berkontribusi dalam pembentukan tim Belukar sebagai pasukan khusus Kor Brimob pada pertempuran hutan. Terdiri dari beberapa orang, mereka ditugaskan menyusup dan memantau area-area yang cukup ekstrem. Bersembunyi di antara semak belukar di perairan ataupun pegunungan. Personel harus siap menghadapi cuaca dingin, keram, dan kelaparan maupun kondisi lainnya.

Menghadapi kelompok kriminal di Papua, kata John, bukan hanya soal kemampuan, tapi juga mental yang kuat. Laksanakan sepenuh hati. Tidak pernah menyerah. Harus tetap maju menyelesaikan tugas demi mempertahankan keutuhan negeri, bagaimanapun kondisinya.

Selama di sana hubungan dengan rekan-rekan TNI begitu dekat, bersinergi sudah layaknya saudara. Saling membantu dan mendukung satu sama lain. TNI-Polri berusaha dekat dengan masyarakat di manapun ditempatkan. Tetapi dalam operasi khusus terkadang membuat personel jarang bisa berinteraksi dengan masyarakat setempat. “TNI-Polri menjadi garda terdepan saat kekacauan dan hal-hal yang mengancam keamanan negara,” tutur pria kelahiran Medan, 46 tahun lalu itu.

Apapun yang dihadapi semua itu merupakan risiko pekerjaannya. Dia hanya bisa meminta perlindungan Tuhan. Istrinya pun dari awal sudah tahu konsekuensi dari profesinya. John menambahkan, mau kaya atau tidak, asal mampu membantu orang, hingga sedia rela berkorban demi menjaga bangsa negara tetap utuh merupakan sebuah pencapaian tertinggi manusia.

Lulusan Akademi Polisi tahun 1996 itu menjelaskan, Brimob bertugas dalam penanganan kriminalitas berkadar risiko tinggi. Maka seluruh personel harus mempersiapkan diri menghadapi tantangan tugas. Risiko yang dihadapi bisa menyebabkan cedera hingga kematian. Sehingga diperlukan prajurit yang tangguh dan terlatih.

Tidak ingin mengulik kembali kesedihan. Sebagai seseorang yang turut berada di lapangan, dia memberikan apresiasi serta rasa hormat begitu dalam kepada teman yang telah gugur saat bertugas.

“Kami bukan orang-orang pilihan. Menjadi yang terbaik pun bukan tujuan. Tapi kami selalu memberikan yang terbaik bagi negeri yang kami cintai. Kami tidak akan pernah mundur. Dan akan selalu bangkit kembali demi menyelesaikan tugas. Saling menguatkan dan melanjutkan pertempuran,” tutur penerima tanda jasa Bhakti Buana itu

“Saya pun lebih senang ketika personel berangkat dan terlihat gagah berani bukan bersedih. Dan sebagai Belukar kami memiliki moto, ketika maut sudah menanti di depan dan tetap maju menerjang, hanya ada dua kemungkinan yakni sudah gila atau kamu adalah Belukar,” sambungnya.

Awalnya, dia tak ingin meneruskan profesi yang sama dengan sang ayah. Tapi semua tetap dijalani. Seiring waktu, kegigihannya membuahkan hasil. Usaha dan semangat pantang mundur mengantarkan John ke posisinya saat ini.

Ke depan, Kaltim akan menjadi ibu kota negara (IKN). Tentu banyak perubahan yang akan terjadi. Termasuk perpindahan markas utama Polri ke Kaltim. Pengembangan sistem pertahanan serta pertambahan personel, baik jajaran Polri maupun TNI tentu dilakukan. Dibarengi dengan kecukupan alat utama sistem senjata (alutsista) yang memadai.    

“Sinergisitas Polri dan TNI terus berjalan. Pengamanan proses pembangunan IKN pun akan menjadi PR (pekerjaan rumah) bersama. Penambahan personel dan alutsista juga akan dilakukan, karena saat ini masih kurang,” bebernya.

John mengungkapkan, selama hampir dua tahun tinggal di Kota Minyak, dia merasa nyaman. Balikpapan dikenal sebagai kota yang disiplin dan tertib. Sehingga diharapkan bisa terus dijaga. Walau tidak dimungkiri, adaptasi dan perubahan bisa terjadi.

“Ketenteraman, keamanan, ketertiban, dan hubungan sosial masyarakat harus dijaga. Agar tidak masuk konflik besar yang berkepanjangan. Sebab, itu bukan situasi yang menyenangkan,” tuturnya.

Dia berpesan kepada kaum remaja jangan mudah terprovokasi. Terlebih terhasut oleh hoaks di media sosial. John menilai, nilai-nilai Pancasila sekarang banyak dikaburkan. “Remaja umumnya punya idealisme tapi tidak tahu apa yang mereka bela. Sehingga terjebak dan malah menjadi korban eksploitasi. Saya hanya berpesan jaga semangat patriotisme dan nasionalisme jangan sampai luntur,” tutupnya. (rom/k8) 

loading...

BACA JUGA

Sabtu, 18 September 2021 12:32

300 Nakes Ditarik dari 34 Distrik di Papua

JAYAPURA-Sebanyak 300 Tenaga Kesehatan (Nakes) ditarik dari 34 distrik di…

Sabtu, 18 September 2021 10:18

Balikpapan Siap Jadi Ibu Kota Provinsi

Pembahasan Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Provinsi Kaltim, membuka peluang wacana…

Sabtu, 18 September 2021 10:17
RUU tentang Provinsi Segera Diputuskan DPR

Samboja-Sepaku Bisa Lepas dari Kaltim

Dalam naskah akademik RUU IKN yang sebelumnya beredar, pemerintahan IKN…

Jumat, 17 September 2021 12:09

Trans Kalimantan di Kubar Tergenang, Waspada! Lubang-Lubang di Jalan Makin Besar

SENDAWAR–Banjir melanda sejumlah kecamatan di Kutai Barat (Kubar). Terparah banjir…

Kamis, 16 September 2021 14:35
Kepala Sekolah Rp 1,6 Triliun Itu Cuma Ingin Momong Cucu

Itu kan Hanya Catatan di Atas Kertas, tapi Di-Ranking KPK

Menurut undang-undang, kepala sekolah seperti Nurhali sejatinya tak masuk kategori…

Kamis, 16 September 2021 14:33

Undang-Undang Direvisi, Keistimewaan Kaltim Diatur

BALIKPAPAN-Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Provinsi Kaltim disepakati masuk Program Legislasi…

Kamis, 16 September 2021 14:31

Pemerintah Targetkan Tol Baru ke IKN Rampung 2025, Panjangnya 47 Km

Nantinya, jalan tol sepanjang 47 kilometer itu akan dimulai dari…

Kamis, 16 September 2021 14:29

Situasi Pandemi Mulai Terkendali, Pakar Ingatkan Gelombang Ketiga Masih Bisa Terjadi

JAKARTA- Indikator pandemi nasional semakin membaik. Per tanggal 14 September…

Kamis, 16 September 2021 13:22

56 Pegawai KPK Diberhentikan Dengan Hormat

JAKARTA – Polemik pengalihan pegawai KPK menjadi aparatur sipil negara…

Rabu, 15 September 2021 14:43
KPK: Tinggi Bukan Berarti Korupsi, Rendah Bukan Berarti Bersih

Kekayaan Lima Kepala Daerah di Kaltim Naik

Pandemi Covid-19 yang setahun terakhir melanda, tampaknya tidak terlalu berpengaruh…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers