MANAGED BY:
SABTU
22 JANUARI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

UTAMA

Rabu, 08 September 2021 10:22
Tambang Ilegal di Samarinda, Tersebar di Empat Lokasi, Dekat Permukiman dan Bendungan
Kegiatan terselubung berupa tambang batu bara di daerah Muang Dalam, Samarinda Utara, diduga sudah berjalan dalam beberapa tahun terakhir. Sudah dilaporkan, tapi pemerintah dan aparat lambat turun tangan.

Kegiatan terselubung berupa tambang batu bara di daerah Muang Dalam, Samarinda Utara, diduga sudah berjalan dalam beberapa tahun terakhir. Sudah dilaporkan, tapi pemerintah dan aparat lambat turun tangan.

 

SAMARINDA–Kawasan hutan di Samarinda Utara babak belur ditambang. Membuat kerusakan lingkungan dari waktu ke waktu semakin parah. Imbasnya, area terdampak banjir kian meluas. Bahkan kini, permukiman warga tak sekadar diterjang air bercampur lumpur dengan ketinggian 50–100 sentimeter. Tapi juga, disertai ceceran batu bara.

Aktivitas tambang batu bara di hulu Bendungan Benanga dianggap yang paling bertanggung jawab terhadap banjir di Kecamatan Samarinda Utara belakangan ini. Setidaknya, sekitar 13 hektare lahan di kawasan Muang Dalam, Samarinda Utara berjejer lubang-lubang bekas galian alat berat yang mengeruk batu bara. Batu bara yang sebelumnya terbawa banjir ke perkebunan dan pemukiman warga Muang Dalam akhir pekan lalu, diduga berasal dari lokasi pertambangan di sepanjang Jalan Rejo Mulyo dan Jalan Ambalut.

Dari pantauan Kaltim Post sebelumnya, terdapat tumpukan batu bara di tepi Jalan Rejo Mulyo, RT 33, Kelurahan Lempake, Samarinda Utara. Dari informasi warga sekitar, ada empat titik tambang batu bara di kawasan itu. Kemarin, Kaltim Post mengonfirmasi perihal itu ke Dinas Energi dan Sumbernya Mineral (ESDM) Kaltim. Dari pemetaan konsesi pertambangan di Samarinda Utara, empat titik pertambangan batu bara itu berada di luar wilayah konsesi pertambangan yang ada.

Begitu pula ketika titik koordinat empat tambang ini dicocokkan melalui situs Minerba One Map Indonesia (Momi) milik Kementerian ESDM. Hasilnya, empat lokasi pertambangan tidak terdaftar dengan perusahaan apapun.

"Titik itu tidak terdaftar dalam konsesi mana pun. Di sekitar situ ada empat konsesi, tapi cukup jauh. Yakni PT Dunia Usaha Maju, Koperasi Jasa Mandiri Sejahtera (Kopjas), CV Citra dan CV Empat Sehati," kata Kepala Dinas ESDM Kaltim Christianus Benny melalui Kabid Mineral dan Batu Bara (Minerba) Azwar Busra kemarin. Tidak terdatanya empat titik lokasi pertambangan batu bara ini, semakin menguatkan dugaan jika ada pertambangan ilegal di hulu Bendungan Benanga, Samarinda Utara.

Azwar menyampaikan, ESDM Kaltim akan melakukan pemantauan lapangan untuk memastikan lokasi dugaan pertambangan ilegal. Pihaknya akan melaporkan temuan tersebut ke Polda Kaltim untuk ditindaklanjuti. "Kalau di luar konsesi nanti kami laporkan ke pihak berwajib (polisi). Kami akan rencanakan untuk cek lokasinya," ucap dia. Untuk diketahui, lokasi pertambangan batu bara yang diduga ilegal ini hanya berjarak sekira 500 meter dari pemukiman warga.

Dari Desa Budaya Pampang, jaraknya sekitar 1,5 kilometer. Sedangkan dari Bendungan Benanga, sekitar 2 kilometer. Bencana banjir disertai ceceran batu bara di Samarinda Utara juga direspons Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Samarinda yang mulai melakukan penyelidikan kemarin.  "Kami baru selidiki ceceran batu bara itu yang mengakibatkan masalah lingkungan. Kalau tambangnya itu ESDM," kata Kepala DLH Samarinda Nurrahmani. Dia menegaskan, DLH akan menyampaikan hasil penyelidikan nantinya. "Tim DLH baru turun hari ini (kemarin), masih mengecek lapangan," katanya. Sebelumnya, Camat Samarinda Utara Syamsu Alam mengaku tahu adanya pertambangan di dekat permukiman warganya. Bahkan, pengerukan emas hitam telah berjalan sejak lima tahun terakhir. Selama ini, lanjut dia, juga tak mendapat pemberitahuan resmi soal pertambangan tersebut.

"Itu kan koridoran, kesepakatan antara pemilik (konsesi) dan penambang. Pakai notaris dengan pemilik konsesi pertambangan, enggak ada izin atau pemberitahuan ke kami. Izinnya kan di pusat, pemetaan juga di Dinas Pertanahan," ucapnya. Syamsu menerangkan, pihaknya sudah sempat mencari tahu aktivitas pertambangan tersebut. Namun, saat tiba di lokasi, pihaknya hanya mendapati lahan kosong. Mereka juga sempat membuat laporan hingga ESDM Kaltim pada 2018.

"Pernah saya tahan (truk) di Lempake, dan lapor sampai (ESDM provinsi) tapi jawabannya itu yang bisa menyetop kepolisian (polda). Ya berhenti kami. Walau sudah dilakukan tapi rasanya mental juga kan ya," ujarnya. (*/dad/riz/k8)


BACA JUGA

Sabtu, 22 Januari 2022 10:23

Setelah UU IKN Disahkan dan Ibu Kota Bernama Nusantara, Momen Memperbaiki Infrastruktur Kaltim

Pemindahan ibu kota negara (IKN) di depan mata. Undang-undang sudah…

Sabtu, 22 Januari 2022 10:22

IKN di Kaltim, Peluang Besar Bisnis Perhotelan

PEMINDAHAN ibu kota negara (IKN) ke Kaltim menjadi peluang baru…

Jumat, 21 Januari 2022 17:41

Supir Kontainer Maut Ditetapkan Tersangka, Rekayasa Jalan Bakal Disiapkan

BALIKPAPAN-Supir kontainer yang terlibat kecelakaan maut di traffic light Muara…

Jumat, 21 Januari 2022 13:07
Untuk Keempat Kalinya, Pemilik Lahan Seksi 5 Blokade Tol Balsam

Warga Ancam Tutup Tol Balsam Terus sampai Ada Kejelasan

BALIKPAPAN–Sebagian badan jalan di Kilometer 5 dan Kilometer 6, Tol…

Jumat, 21 Januari 2022 13:06
KPK Periksa Enam Saksi di Brimob

Ceroboh, Uang Kas Korpri PPU Dipinjam Diam-Diam

Tersangka penerima suap dalam operasi tangkap tangan Abdul Gafur Mas’ud…

Jumat, 21 Januari 2022 13:06
Terkait Pemindahan Ibu Kota Negara, Aturan Turunan Dinanti

Soal IKN, Pemerintah Diminta Bentuk Tim Sosialisasi

JAKARTA–DPR meminta pemerintah menyosialisasikan UU IKN setelah aturan tersebut diundangkan.…

Jumat, 21 Januari 2022 12:07

Gubernur Isran Noor Bantah Masyarakat Kaltim Tolak IKN, Warga Kaltim Taat

Gubernur Kalimantan Timur Isran Noor menegaskan tidak ada penolakan yang…

Jumat, 21 Januari 2022 12:01

DPR Tolak IKN Dibiayai Dana PEN

Salah satu sumber pendanaan ibu kota negara (IKN) berasal dari…

Jumat, 21 Januari 2022 11:01

Dua Tahun, Harta Kadis PUPR PPU Naik Rp 1,6 Miliar

BALIKPAPAN–Harta kekayaan Edi Hasmoro dan Jusman melonjak dalam tiga tahun…

Jumat, 21 Januari 2022 10:56
Jamin Pembangunan Nusantara Tak Mandek

Jalan di Zona Inti Mulai Dibangun, Presiden Tunjuk Langsung Kepala Otoritas

Pembangunan ibu kota negara baru diprediksi memerlukan waktu sampai 20…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers