MANAGED BY:
SELASA
19 OKTOBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

MANCANEGARA

Selasa, 07 September 2021 09:34
Saling Klaim Kemenangan di Panjshir
Seorang milisi perlawanan rakyat Afghanistan penentang Taliban terlihat memegang senjata bersama pasukan Amerika Serikat sebelum negara tersebut dikuasai Taliban. (AFP/DAILY MAIL)

KABUL – Taliban tak mau kemenangannya bercela. Mereka ingin melumpuhkan milisi di Lembah Panjshir lebih dulu sebelum mengumumkan susunan pemerintahan mereka yang baru. Kemarin pertempuran terjadi di dekat area yang menjadi benteng Front Perlawanan Nasional (NRF) itu.

Siapa yang di atas angin masih simpang siur. Jurnalis Al Jazeera Charles Stratford melaporkan, berdasar sumber di lapangan, Taliban berhasil dipukul mundur. Ratusan tentara Taliban bahkan ditawan NRF.

Juru Bicara NRF Fahim Dashti menegaskan bahwa kini tidak ada satu pun tentara Taliban di Distrik Paryan. Sekitar seribu anggota Taliban telah dibunuh, terluka, maupun ditangkap setelah rute keluar mereka ditutup. Namun, di pihak lain Juru Bicara Taliban Bilal Karimi menyatakan bahwa pasukannya berhasil mengambil alih lima dari tujuh distrik di Provinsi Panjshir. Di antaranya adalah Khinj dan Unabah.

Situasi yang belum stabil itu membuat beberapa pihak mempertanyakan kemampuan Taliban untuk memimpin Afghanistan. Terlebih, mereka harus bermetamorfosis dari pasukan gerilya menjadi lembaga pemerintahan. ”Saya rasa ada peluang terjadinya perang sipil yang meluas,” tegas Ketua Kepala Staf Gabungan AS Jenderal Mark Milley seperti dikutip Agence France-Presse. Jika hal itu terjadi, situasinya akan mengarah pada pembentukan kembali Al Qaeda dan pertumbuhan sel-sel ISIS.

Taliban berjanji membentuk pemerintahan yang inklusif dibanding era mereka pada 1996–2001. Tapi, mereka tidak serta-merta mengikuti aturan modern ketika pemerintahan demokrasi berkuasa. Kemarin mereka mengeluarkan aturan bahwa mahasiswi di universitas swasta harus menggunakan abaya dan niqab yang menutupi sebagian besar wajahnya. Kelas juga harus dibagi berdasar jenis kelamin atau dipisah oleh kelambu. Pelajar perempuan juga harus dibimbing oleh guru atau dosen perempuan. Jika tidak memungkinkan, boleh lelaki asal sudah tua.

Itu lebih lunak dibandingkan era Taliban lama di mana perempuan wajib memakai burqa. Beberapa tahun terakhir burqa dan niqab hampir tidak terlihat di jalanan Kabul. Baju tersebut masih dipakai di kota-kota kecil. Salah satu profesor di Kabul yang tidak disebutkan namanya menegaskan, bakal sulit menerapkan aturan baru itu.

Sementara itu, Bandara Hamid Karzai di Kabul sudah dibuka untuk umum. Bandara tersebut hanya melayani penerbangan domestik. Penerbangan internasional hanya berlaku untuk pengiriman bantuan kemanusiaan. (sha/c9/bay)


BACA JUGA

Sabtu, 16 Oktober 2021 11:10

57 Persen Warga Rusia Tak Takut Covid-19, Kasus Positif jadi Melonjak

 Rusia melaporkan angka kasus Covid-19 mencapai rekor. Sementara angka kematian…

Sabtu, 16 Oktober 2021 11:01

Krisis Energi, Tiongkok Terancam Inflasi

BEIJING– Krisis energi di Tiongkok berdampak panjang. Terlebih ia dibarengi…

Kamis, 14 Oktober 2021 15:18

G20 Sepakat Bantu Krisis Afghanistan

ROMA – Negara-negara anggota G20 akhirnya satu suara. Mereka sepakat…

Kamis, 14 Oktober 2021 14:49

Dipaksa Serahkan Kekuasaan Jelang Kudeta

YANGON– Win Myint buka suara terkait detik-detik kudeta. Presiden Myanmar…

Rabu, 13 Oktober 2021 12:56

Tiongkok Latihan Perang di Seberang Taiwan, Kim Jong-un Fokus Militer Pertahanan Diri

Militer Tiongkok percaya diri bisa menggagalkan semua campur tangan eksternal…

Rabu, 13 Oktober 2021 11:29

AS-Taliban Gelar Dialog Perdana, Bahas Kiriman Bantuan dan Lanjutan Evakuasi

WASHINGTON DC – Pejabat Amerika Serikat dan perwakilan Taliban bertemu…

Rabu, 13 Oktober 2021 10:33

Warga Sydney Rayakan Bebas dari Kuntara

’’Ini adalah hari kebebasan.’’ Pernyataan itu dilontarkan Perdana Menteri Negara…

Selasa, 12 Oktober 2021 10:45

Singapura Tambah Akses Bebas 9 Negara, Masuk Tanpa Harus Karantina Covid-19

Grafik angka penularan Covid-19 di Singapura belum turun drastis. Namun…

Sabtu, 09 Oktober 2021 11:23

Leni Robredo Pilih Maju Jalur Independen

MANILA– Leni Robredo akhirnya memberikan kepastian. Wakil presiden Filipina tersebut…

Sabtu, 09 Oktober 2021 11:18

Biden-Xi Siap Dialog Empat Mata, Bertemu Virtual, Bahas Isu Dua Negara

WASHINGTON DC– Hubungan Amerika Serikat dan Tiongkok bakal terjalin lebih…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers