MANAGED BY:
SENIN
18 OKTOBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

LIFESTYLE

Senin, 06 September 2021 10:15
Pelesiran ke Kepulauan Derawan, Terpesona Bawah Laut yang Memukau
MENGINTIP LAUT: Bersnorkeling di kawasan Maratua Cottage jadi salah satu momen menarik yang tak boleh dilewatkan ketika berkunjung ke Pulau Maratua.

Sudah dua tahun kita dipagari tagar #dirumahaja. Bertahan di rumah demi keamanan dan keselamatan bersama dari badai pandemi Covid-19. Dalam situasi tersebut, salah satu hal yang paling dirindukan adalah berlibur ke destinasi wisata. Mari, kita mengenang kembali saat-saat sebelum wabah ini mengusik kehidupan.

 

21 September 2017 jadi hari pertama rangkaian liburan kami sekeluarga. Dengan jasa paket wisata selama empat hari, kami memilih Kepulauan Derawan nan menawan. Saya dan keluarga pencinta aroma laut. Destinasi laut Bontang, tempat kami bermukim, sudah kami jelajahi. Saatnya menikmati eksotisme Derawan.

Perjalanan dari Bontang menuju Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman (SAMS) Sepinggan, Balikpapan kami tempuh dengan bus. Dilanjutkan dengan pesawat Garuda Indonesia Explore Jet menuju Bandara Kalimarau, Berau. Jemputan agen perjalanan dimulai dari Bandara Kalimarau ini. Bandara kecil tetapi penuh warna lukisan panorama di setiap dindingnya, menambah keceriaan wisatawan yang datang untuk berpelesiran.

Petualangan dimulai dengan perjalanan darat dari bandara menuju Dermaga Pelabuhan Tanjung Batu sekira dua jam perjalanan. Sepanjang perjalanan tersaji pemandangan hutan gambut, rawa, bakau, atau lahan-lahan basah. Seperti panorama perjalanan menuju Sangatta, Kutai Timur. Sempat mampir untuk makan siang di sebuah warung makan kecil, akhirnya kami tiba di Pelabuhan Tanjung Batu, Berau. Sebuah speedboat membawa kami ke pulau impian. Perjalanan ditempuh kurang lebih 30 menit.

Memasuki Kampung Wisata Pulau Derawan mengingatkan pada Bontang Kuala (BK). Perkampungan di ulin di atas air. Tidak ada hotel mewah beton, tetapi rumah-rumah panggung di atas air menjadi tempat menginap kami. Yang membedakannya denga Kawasan Bontang Kuala adalah airnya yang berwarna tosca bening menembus dasar lautnya. Inilah yang membuat betah.

Petualangan pertama menuju ke Pulau Sangalaki. Pulau ini adalah kawasan penangkaran penyu hijau. Ada kolam-kolam berisi tukik atau bayi penyu yang dipersiapkan untuk dilepas ke alam bebas. Selain itu di kawasan ini kita dalam menyelam atau snorkeling untuk menikmati panorama bawah laut yang istimewa.

Sayangnya, pari manta yang jadi bintangnya di sana, sedang tidak muncul. Itu karena cuaca yang hujan sehingga air menjadi keruh. Meski begitu, kehadiran ikan-ikan hias lainnya yang tak kalah memesona mampu mengobati.

Perjalanan dilanjutkan menuju Pulau Gusung untuk sekadar menikmati pasir putihnya. Juga menikmati berkeliling pulau dengan banana boat. Menikmati panasnya matahari, angin laut yang segar, dan dinginnya es kelapa muda.

Hari pertama yang cukup melelahkan tetapi membahagiakan. Aroma laut yang nikmat membuat imunitas di tubuh kami bergejolak riang.

Perjalanan hari kedua dimulai dengan tujuan Pulau Maratua. Tempat yang dikunjungi pertama adalah sebuah gua dengan air yang bening. Untuk dapat berenang di sini harus melewati sebuah gua yang pada akhirnya menembus sebuah kolam yang tidak terlalu besar. Jika Anda berani, tak perlu masuk dari celah mulut gua tetapi langsung loncat menuju kolam di dalamnya. Kira-kira 5 meter dari atas menuju ke kolam. Berani? Seru, bukan!

Keseruan selanjutnya menuju kawasan Maratua Cottage yang airnya tosca. Benar-benar laut yang sangat indah. Membayangkan seandainya BK sejernih itu, he he he. Di sini kami singgah di sebuah restoran yang cantik. Menikmati secangkir kopi atau es memandang langit dan laut yang berwarna tosca, nikmat mana lagi yang kau dustakan. Melupakan pekerjaan.

Di Pulau Maratua ini juga saya berkesempatan menemui salah satu sahabat guru yang pernah berlaga di Lomba Guru Berprestasi Nasional. Teman yang mewakili daerah terluar Kaltim, Pulau Maratua yang ternyata sangat menakjubkan.

Keseruan hari kedua berlanjut dengan kunjungan ke sebuah laguna yang dikelilingi air laut. Sebuah laguna tersembunyi yang harus kami lalui dengan jalan menanjak atau bisa juga melalui celah yang terbentuk alami yang menghubungkan laut dengan laguna tersembunyi tersebut. Puas-puaskanlah!

Kepuasan kami bertambah lagi dengan kunjungan ke Pulau Kakaban yang eksotis dengan ubur-uburnya yang bersahabat. Sebuah danau bening yang menjadi habitat ubur-ubur yang tidak menyengat.

Berwisata ke gugusan Kepulauan Derawan tidak perlu bawa pakaian banyak-banyak, cukup baju renang untuk basah-basahan. Sepanjang hari perjalanan dari pagi hingga sore akan turun ke air. Selama perjalanan, para wisatawan akan dikawal oleh tim yang siap dan sigap. Mulai sopir boat, dua pemandu di air jika kita snorkeling, dan tour guide yang setia menjelaskan setiap tempat yang dikunjungi.

Kegiatan lain yang bisa dilakukan pada sore hingga malam, bisa memancing atau jika air surut bisa turun untuk mencari binatang laut yang eksotik.

Malam hari setelah makan bisa keliling Pulau Derawan sambil menikmati kuliner dan pasar aksesori laut yang dijual penduduk lokal. Bisa juga menuju tempat penyu-penyu naik ke darat untuk bertelur. Menunggu penyu naik dan bertelur butuh kesabaran dan keheningan. Sebab, penyu-penyu akan naik pada malam hari saat sepi. Jadi, tahan kantuk Anda.

Menikmati Pulau Derawan dalam waktu 4 hari 3 malam tentulah masih kurang. Rasanya ingin berlama-lama. Rasanya ingin memindahankannya ke Bontang. Rasanya ingin pindah saja. Tetapi harus kembali kerja. Semoga pandemi corona segera sirna jalan-jalan menjadi nyata. Semoga kita sehat semua, aamiin. (ndy/k8)

CATATAN PERJALANAN

RETNO UTAMI*

(*): Retno Utami SPd adalah guru bahasa Indonesia di SMP Yayasan Pupuk Kaltim. Peraih prestasi nasional dan berjasa membimbing siswa berlomba hingga tingkat nasional. Retno Utami telah menulis beberapa judul artikel, puisi, dan buku. Publikasi karyanya dapat dilihat di kanal YouTube #kataburetno dan Instagram @makeno.

 


BACA JUGA

Sabtu, 16 Oktober 2021 11:12

Terinspirasi dari Lautan, Simak Tren 4 Warna Rambut Tahun Depan

Beberapa bulan lagi, tahun baru akan datang. Menjelang semangat yang…

Jumat, 15 Oktober 2021 14:39

Waspada Gangguan Kelainan Kornea, Bisa Picu Kebutaan

Gangguan penglihatan akibat kelainan kornea bisa memicu kebutaan. Kebutuhan donor…

Jumat, 15 Oktober 2021 14:37

Catat..!! Tinggi Badan Anak Tak Selalu Ditentukan Genetik Ortu

Masa pertumbuhan anak terjadi secara sangat cepat jika didukung dengan…

Jumat, 15 Oktober 2021 14:36

Ini 5 Tips Jitu Ubah Kamar Tidur Sempit Agar Lebih Nyaman

Punya kamar tidur yang berukuran kecil seringkali memengaruhi kenyamanan saat…

Senin, 04 Oktober 2021 11:21

Biarkan Anak Memecahkan Masalah

ADA sebagian orang tua yang memberikan perlindungan berlebih kepada buah hati.…

Jumat, 01 Oktober 2021 10:12

Pantun tentang Petani

BERTEPATAN dengan momen panen raya, Ledia Hanifa secara khusus membuat…

Senin, 27 September 2021 10:19

Dipicu Terlalu Lama di Depan Gadget, Waspadai Sindrom Mata Kering

Sejak virus korona menyeruak dan menjadi sebuah pandemi, banyak kebiasaan…

Kamis, 23 September 2021 15:21

Kejahatan Seksual, Perlu Penanganan Lebih Luas

Salah satu penyimpangan seksual yang dilakukan orang dewasa kepada anak-anak…

Kamis, 23 September 2021 15:20

Ketahui Karakter Anak, Terbantu dari Sekolah

SEBAGAI ibu dari tiga anak, Esti Handayani Hardi cukup berhati-hati…

Kamis, 23 September 2021 15:19

Tanamkan Percaya Kepada Anak

BAGI Nur Kolisha, mulanya dia merasa bahwa sex education mulai…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers