MANAGED BY:
RABU
01 DESEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

PRO BISNIS

Kamis, 26 Agustus 2021 11:04
Tetap Fokus Hilirisasi, Jangan Terlena dengan Perbaikan Kinerja Pertambangan
ilustrasi

Tingginya harga komoditas batu bara saat ini berpotensi munculnya fenomena commodity supercycle yang akan berlangsung dalam beberapa tahun ke depan.

 

SAMARINDA–Harga batu bara acuan (HBA) kini mencapai USD 130,99 per ton. Tingginya HBA tentunya diharapkan dapat mendongkrak kinerja ekspor Kaltim, sehingga berujung pada terus membaiknya pemulihan ekonomi.

Namun, perlu diingat, hal ini sudah sering terjadi. HBA biasanya akan kembali mengalami tren penurunan. Dengan demikian, pelaku usaha "emas hitam" jangan terlena terhadap fluktuasi ini.

"Sebaiknya tetap harus kita fokuskan pada hilirisasi, jangan terus-terusan menjual mentah," kata Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw-BI) Kaltim Tutuk SH Cahyono.

Untuk diketahui, HBA sempat meninggi pada Februari 2021 dengan besaran USD 127,05 per ton. Kemudian melandai pada Februari–April 2021, lalu kenaikan beruntun terjadi pada periode Mei–Juli 2021 hingga menyentuh angka USD 115,35 per ton pada Juli 2021. Kenaikan terus konsisten hingga Agustus 2021 dengan kembali mencatatkan rekor tertinggi baru.

Menurut Tutuk, tingginya harga batu bara tentunya akan berpengaruh besar terhadap ekspor daerah ini. Sebab, kinerja ekspor Kaltim juga tercatat memiliki elastisitas yang tinggi, terhadap harga yakni mencapai 0,64. Hal ini berarti jika terdapat kenaikan 1 persen HBA, maka akan meningkatkan nilai ekspor Kaltim sebesar 0,64 persen, dan sebaliknya.

Namun, ia mengingatkan, tingginya harga komoditas saat ini berpotensi munculnya fenomena commodity supercycle, yang akan berlangsung dalam beberapa tahun ke depan. Berdasarkan pengamatannya, commodity supercycle adalah sebuah siklus di mana harga komoditas yang tengah diperdagangkan berada di atas tren harga jangka panjangnya.

Hal ini berpotensi akan kembali mendorong perekonomian Kaltim tumbuh lebih tinggi, dan kembali kepada masa kejayaan batu bara pada 2005–2011. Tapi tingginya harga jual batu bara tentunya tidak tanpa risiko. Akan ada beberapa tantangan.

Hal itu mengacu kepada pengalaman era commodity boom pada 2000-an, di mana relatif tingginya harga komoditas, mendorong banyak bermunculan tambang-tambang baru di Kaltim karena ingin memanfaatkan momen tingginya harga tersebut.

Inilah yang menjadi tantangan bagi pemerintah pusat untuk bisa menyeleksi izin banyak tambang yang nantinya berpotensi mengajukan izin ketika momen commodity supercycle terjadi.

“Harapannya kegiatan pertambangan bisa dilakukan secara govern dan berwawasan lingkungan,” ungkapnya.

Selain itu, adanya momen harga yang tinggi dikhawatirkan akan semakin membatasi laju pengembangan hilirisasi batu bara di Kaltim. Terutama karena risiko dan biaya yang dikeluarkan untuk melakukan proyek hilirisasi, jauh lebih tinggi dibandingkan proses penambangan existing yang tidak banyak membutuhkan biaya, dan teknologi tinggi.

Sehingga terlalu tingginya harga juga membuat pelaku usaha memilih untuk menjual langsung, dibandingkan melakukan hilirisasi. “Harga yang tinggi bisa menurunkan appetite untuk melakukan hilirisasi,” pungkasnya. (ctr/tom/k8)


BACA JUGA

Minggu, 28 November 2021 11:48

Stabilkan Harga, Gelontor 11 Juta Liter Minyak Goreng Murah

JAKARTA–Harga minyak goreng diprediksi terus naik sampai awal 2022. Kenaikan…

Minggu, 28 November 2021 11:47

Potensi Ekonomi Menjanjikan, Kementan Cetak 2,5 Juta Petani Milenial

BALIKPAPAN–Pemerintah terus mendorong bertumbuhnya generasi muda atau milenial di bidang…

Sabtu, 27 November 2021 18:47

Grandprize 2 Unit Mobil, Ramaikan Undian Simpedes BRI Samarinda

SAMARINDA-  PT Bank Rakyat Indonesia (BRI) Kantor Cabang Samarinda kembali…

Jumat, 26 November 2021 09:18

Unit Layanan PLTG Sambera Adakan Borescope Pada Mesin Pembangkit 

SAMARINDA- Listrik merupakan kebutuhan yang penting bagi masyarakat, karena hampir…

Rabu, 24 November 2021 09:51

Kejar Pertumbuhan 6 Persen di Kuartal IV

JAKARTA – Pemerintah harus bekerja ekstra untuk mencapai target pertumbuhan…

Sabtu, 20 November 2021 12:15
Aneka Hayati Terjaga, Sawit Bukan Penyebab Utama Deforestasi Hutan

Sertifikat ISPO Jawaban Kampanye Negatif Kelapa Sawit

Kelapa sawit tidak menjadi penyebab utama rusaknya hutan. Justru dibandingkan…

Sabtu, 20 November 2021 12:14

Isu Kenaikan Level PPKM Bikin Vendor Pernikahan Waswas

VENDOR-vendor pernikahan kembali menggeliat. Permintaan jasa pernikahan sudah masuk sejak…

Sabtu, 20 November 2021 12:12

Pengusaha Jangan Rugikan Pekerja

SAMARINDA–Pemprov Kaltim menetapkan upah minimum provinsi (UMP) tahun 2022 sebesar…

Sabtu, 20 November 2021 11:31

Daya Beli Menurun Akibat Pandemi, Swasta Didorong untuk Berkontribusi Keterjangkauan Biaya Internet

JAKARTA-Dampak pandemi masih terus terasa hingga kuartal terakhir tahun 2020…

Jumat, 19 November 2021 17:52

Pasokan Batu Bara Dalam Negeri Terbatas

JAKARTA – Harga batu bara dunia melambung tinggi membawa dampak…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers