MANAGED BY:
MINGGU
24 OKTOBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA
Kamis, 26 Agustus 2021 10:25
PKL Pandansari Kambuh, Ditertibkan Makin Semrawut, Lapak di Luar Pasar Bertambah
Tak ada posko pengawas. Tak ada petugas gabungan seperti yang dijanjikan. Penertiban PKL Pandansari kembali sia-sia.

Tak ada posko pengawas. Tak ada petugas gabungan seperti yang dijanjikan. Penertiban PKL Pandansari kembali sia-sia.

 

BALIKPAPAN – Yang dikhawatirkan terjadi. Sejumlah pedagang di Pasar Pandansari yang telah ditertibkan ke dalam gedung pasar pada Juni lalu kembali keluar gedung. Ruas jalan dan area parkir yang sebelumnya bersih dari PKL kini justru semrawut. Dari pantauan Kaltim Post, lapak-lapak yang sudah digeser dari area fasilitas umum itu kembali mengisi tempatnya semula. Bahkan setelah dilakukan penertiban bukannya berkurang, PKL justru bertambah.

Jika melihat ke dalam pagar area gedung, para pedagang bertumpuk di sekitaran tangga hingga di sepanjang area parkir. Sementara di pagar depan gedung, tertutupi beberapa lembar terpal gelap.

Meski di area sana dijaga satpam, tampaknya tenaga pengaman mereka tak bisa berbuat apa-apa. Malah dua sekuriti yang diduga merupakan penjaga keamanan di Pasar Pandansari terpantau mengobrol santai dengan salah seorang pedagang.

Terkait kondisi tersebut, Kaltim Post berupaya melakukan konfirmasi kepada pihak Satpol PP, namun tak ada jawaban. Sementara saat dikonfirmasi kepada Kepala Dinas Perdagangan Arzaedi Rachmad menyebut bahwa proses penertiban sepenuhnya adalah tanggung jawab dari Satpol PP, termasuk pada izin terpadu. 

Sementara pihaknya hanya mengelola para pedagang di area dalam pasar yang sudah ditetapkan. Saat ini Arzaedi menambahkan, pihaknya sedang memfokuskan pembangunan fasilitas penunjang, yang diharapkan dalam satu gedung pasar dapat memuat seluruh pedagang di sana.

"Jadi untuk sekarang sabar dulu. Insyaallah, kalau bangunan itu sudah jadi, saya yakin 700 lebih pedagang di sana bisa masuk semua," kata dia. "Intinya yang saya garis bawahi bahwa pemerintah tidak mungkin menyengsarakan masyarakatnya, dalam hal ini pedagang. Nanti kita akomodir," imbuhnya.

Diperkirakan, konsep pembangunan tambahan tersebut akan terealisasi di anggaran perubahan untuk pembangunan kiosnya. Serta di anggaran murni untuk jangka menengah dan jangka panjangnya. "Paling lambat Desember (pembangunan) untuk jangka pendek sudah bisa dilaksanakan. Perkiraan dalam waktu satu bulan bisa diselesaikan," terangnya. (jo/ms/k16)


BACA JUGA

Senin, 22 Oktober 2012 08:51

Mengenal Wahyudi, Sosok Anggota DPRD Samarinda

<div style="text-align: justify;"> <strong>Bawaannya dingin, namun di balik itu…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers