MANAGED BY:
SABTU
22 JANUARI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

UTAMA

Selasa, 24 Agustus 2021 11:51
Mandi Cahaya di Gua Sampe Martadinata
TERANG BENDERANG: Salah satu bagian di dalam Gua Sampe Martadinata yang mendapat siraman cahaya dari atap gua yang menganga. Pada waktu tertentu, cahayanya bisa menerangi seisi gua.

Berwisata tidak melulu harus ke destinasi buatan manusia. Menyambangi alam yang begitu natural pun bisa menjadi pilihan untuk mengatasi jenuh.

LELA RATU SIMI, Sangatta

DI Kutai Timur, hamparan wilayahnya masih didominasi hutan. Membuat pilihan destinasi wisata alam begitu kaya di sana. Salah satunya yakni wisata Gua Sampe Martadinata. Letaknya di Kecamatan Teluk Pandan, Kabupaten Kutai Timur.

Ibnu Mahaddhir, pria yang menggandrungi aktivitas menjelajah alam, menceritakan perjalanan pribadinya ke gua itu. Menurutnya, keberadaan Gua Sampe Martadinata ini belum terekspose terlalu luas. Sangat sedikit masyarakat yang pernah menyambangi wilayah itu.

Padahal, gua ini sangat menarik. Jika biasanya gua indetik dengan kegelapan dan suasana kelam, gua satu ini menyajikan pemandangan berbeda. "Yang istimewa dari gua ini, cahaya menembus ke dalam, jadi guanya sangat terang," beber ia.

Lelaki kelahiran Malaysia 23 Mei 1992 itu lanjut menerangkan. Karena jarangnya orang bertandang ke sana, suasana natural dari alam sekitarnya masih begitu asri. Stalagtit dan stalagmit masih banyak yang aktif. Bukan hanya itu, pengunjung pun dapat menemui flora dan fauna di lingkungan Gua Sampe Martadinata.

Pehobi jalan-jalan sejak 2014 itu menerangkan, momen terbaik untuk berkunjung ke sana, yakni pagi hari. Antara pukul 10.00–13.00. "Di sini kita akan sering menemukan sekelompok kelelawar, burung walet, babi hutan, ular gua, bahkan enggang yang merupakan hewan khas Kalimantan," jelasnya.

Untuk mencapai lokasi tersebut, pengunjung dapat menempuh sekira 40 menit perjalanan dari Kecamatan Sangatta hingga Teluk Pandan. Kemudian melanjutkan dari gerbang hingga lokasi gua selama kurang lebih 30 menit. "Tapi mesti pakai motor, karena mobil tidak bisa," ucap dia.

Kondisi jalan yang sempit dan masih berkontur keras karena bebatuan, menjadi tantangan tersendiri bagi Ibnu yang mengunjungi tempat tersebut bersama rekan-rekannya. Dan, ia menyarankan agar pengunjung tidak menyambangi tempat ini saat musim pehujan tiba. "Kalau hujan jangan ke sana, karena jalannya jadi licin dan terjal, bahkan motor trail saja bisa nyangkut. Selain itu, saat hujan jadi banyak pacet juga dan sangat mengganggu," terang ia.

Dia menyarankan agar warga yang ingin datang, mesti menyiapkan bekal khusus, terutama yang memenuhi gizi dan kalori. Serta melengkapi peralatan camping. "Jika ingin ke sana, wajib bawa bekal. Karena tidak ada warung dalam. Bawa juga peralatan camping yang aman dan nyaman," tuturnya.

Selain itu dia berpesan agar para pengunjung bisa menjaga keasrian gua. Misal, dengan tidak mencoret-coret dinding gua. Juga tidak membuat unggun di sekitaran gua. Kata dia, itu sudah cukup membantu menjaga kelestariannya. "Tempat ini masih termasuk wilayah TNK (Taman Nasional Kutai), cuma masih minim yang tahu. Semoga kita semua bisa melestarikannya dengan tidak mencoret-coret atau merusak kealamian yang ada di sana," pungkasnya. (*/la/ndy/k16)


BACA JUGA

Sabtu, 22 Januari 2022 10:23

Setelah UU IKN Disahkan dan Ibu Kota Bernama Nusantara, Momen Memperbaiki Infrastruktur Kaltim

Pemindahan ibu kota negara (IKN) di depan mata. Undang-undang sudah…

Sabtu, 22 Januari 2022 10:22

IKN di Kaltim, Peluang Besar Bisnis Perhotelan

PEMINDAHAN ibu kota negara (IKN) ke Kaltim menjadi peluang baru…

Jumat, 21 Januari 2022 17:41

Supir Kontainer Maut Ditetapkan Tersangka, Rekayasa Jalan Bakal Disiapkan

BALIKPAPAN-Supir kontainer yang terlibat kecelakaan maut di traffic light Muara…

Jumat, 21 Januari 2022 13:07
Untuk Keempat Kalinya, Pemilik Lahan Seksi 5 Blokade Tol Balsam

Warga Ancam Tutup Tol Balsam Terus sampai Ada Kejelasan

BALIKPAPAN–Sebagian badan jalan di Kilometer 5 dan Kilometer 6, Tol…

Jumat, 21 Januari 2022 13:06
KPK Periksa Enam Saksi di Brimob

Ceroboh, Uang Kas Korpri PPU Dipinjam Diam-Diam

Tersangka penerima suap dalam operasi tangkap tangan Abdul Gafur Mas’ud…

Jumat, 21 Januari 2022 13:06
Terkait Pemindahan Ibu Kota Negara, Aturan Turunan Dinanti

Soal IKN, Pemerintah Diminta Bentuk Tim Sosialisasi

JAKARTA–DPR meminta pemerintah menyosialisasikan UU IKN setelah aturan tersebut diundangkan.…

Jumat, 21 Januari 2022 12:07

Gubernur Isran Noor Bantah Masyarakat Kaltim Tolak IKN, Warga Kaltim Taat

Gubernur Kalimantan Timur Isran Noor menegaskan tidak ada penolakan yang…

Jumat, 21 Januari 2022 12:01

DPR Tolak IKN Dibiayai Dana PEN

Salah satu sumber pendanaan ibu kota negara (IKN) berasal dari…

Jumat, 21 Januari 2022 11:01

Dua Tahun, Harta Kadis PUPR PPU Naik Rp 1,6 Miliar

BALIKPAPAN–Harta kekayaan Edi Hasmoro dan Jusman melonjak dalam tiga tahun…

Jumat, 21 Januari 2022 10:56
Jamin Pembangunan Nusantara Tak Mandek

Jalan di Zona Inti Mulai Dibangun, Presiden Tunjuk Langsung Kepala Otoritas

Pembangunan ibu kota negara baru diprediksi memerlukan waktu sampai 20…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers