MANAGED BY:
SENIN
24 JANUARI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

FEATURE

Selasa, 24 Agustus 2021 11:21
Pahlawan di Era Modern yang Berjuang Melawan Covid-19, Dari Diri Kita bila Ingin “Merdeka”

Peliput: Ulil Mu’awanah

 

Kemerdekaan selalu identik dengan para pejuang dan pahlawan. Pada masa lampau mereka bekerja keras melawan penjajah. Kini pada era modern, para tenaga medis berjuang melawan Covid-19. Tentu mereka ingin menang. Berharap negeri ini “merdeka” dari corona.

 

HARAPAN tenaga medis, juga harapan bagi warga. Mereka ingin segera mengakhiri pagebluk virus asal Wuhan, Tiongkok, itu. Dengan begitu, dunia kembali sehat. Warga pun aman menghirup udara segar seperti sediakala.

Letda Ckm (K) dr Dwi Arum Agustiastuti, satu di antara sekian tenaga medis di Kaltim yang ikut berjuang memutus rantai persebaran Covid-19. Bertugas sebagai dokter umum di Rumah Sakit (RS) dr R Hardjanto Balikpapan. Sebelumnya, dia sempat tiga bulan pada 2020 bertugas di Wisma Atlet Jakarta.

Walaupun cakupan kamar di Wisma Atlet Jakarta lebih banyak, pemandangan yang tak terelakkan ialah antrean ambulans begitu panjang. Pasien memenuhi seluruh koridor. Melihat langsung orang-orang mengembuskan napas terakhir hanya selang beberapa menit ataupun jam.

Pengalaman itu benar-benar terjadi. “Kondisi saat itu benar-benar padat, di wisma atlet semua terjadi begitu saja dan cepat,” tutur Arum kepada awak media ketika ditemui di RS dr R Hardjanto Balikpapan, Senin (16/8).

Ada pasien yang datang masih bercerita tapi tiba-tiba sesak sehingga meninggal. Pernah pula ada kasus di mana lima orang meninggal dunia dalam sehari.

Setelah tiga bulan, dia pun kembali ke Balikpapan. Kondisinya saat itu kebutuhan oksigen dan tempat tidur begitu terbatas. Akan tetapi, sekarang mulai stabil. Naik-turunnya kasus masih terjadi.

Terlebih dengan varian Covid-19 baru, yakni Delta harus lebih waswas. Sebagai mantan pasien yang pernah terpapar Covid-19, tentu perawatan selama 14 hari yang dilalui bukanlah hal menyenangkan. Sang ibunya, Sri Mulyani juga sempat mengalami hal serupa.

Sudah dua kali Lebaran, dia tak bisa berkumpul bersama keluarganya. Dara kelahiran Depok, 26 Agustus 1990 itu rindu bisa berkumpul dengan keluarga. Dia pun hanya bisa berdoa, agar pandemi segera berakhir. 

Sedih melihat masih ada masyarakat yang tidak disiplin protokol kesehatan. Acuh tak acuh, bersikap egois. Bukan hanya enggan mengenakan masker, tetapi saat bergejala pun mereka dengan santai bertemu orang ataupun kumpul-kumpul. Itu masih saja terjadi.

“Padahal daya tahan tubuh masing-masing orang beda. Jika memang muncul gejala segera isolasi dan periksakan diri agar mendapatkan penangan secepatnya. Stigma masyarakat soal Covid-19 pun masih ada saja yang kurang baik. Pasien tidak perlu sampai dirundung,” ucap lulusan Universitas Kristen Indonesia angkatan 2008 itu.

Disematkan sebagai garda terdepan, menurut dia, setiap orang berperan akan itu. Bagaimana menjaga protokol kesehatan dan mampu membantu satu sama lain. Di tengah rasa sedih akan kabar banyak tenaga medis yang tumbang hingga meninggal dunia, dia menyebut, kebahagiaan para tim medis ialah melihat pasien yang dirawat bisa sembuh. 

“Garda terdepan itu adalah diri kita sendiri. Bila kita ingin merdeka melawan Covid-19. Dokter maupun perawat pun adalah manusia biasa. Terkadang perasaan sedih dan down itu juga kami alami. Tapi kami harus mampu menyemangati dan membahagiakan diri sendiri agar imunitas tak turun. Sebab, masih banyak orang lain memerlukan tenaga kita,” harap Arum. (rom/k16)


BACA JUGA

Sabtu, 22 Januari 2022 20:55

Begini Cara Mengalihkan Perhatian Azka, Salah Satu Korban Kecelakaan di Muara Rapak

Empat tahun masuk kategori usia emas. Ingatannya masih sangat kuat.…

Sabtu, 22 Januari 2022 11:12

Salurkan Rp 9,51 Miliar Dana KUR

OTORITAS Jasa Keuangan (OJK) Kaltim mencatat kredit usaha rakyat (KUR)…

Kamis, 20 Januari 2022 09:05

Upaya Slamet Lestarikan Lereng Gunung Slamet

Slamet Wahyudi, warga Desa Nyawangan, Kecamatan Sendang ini rela mengabdikan…

Senin, 17 Januari 2022 09:13
Cikal Bakal Berlian yang Tak Banyak Lagi Ditemukan di Martapura dan Sekitarnya (2-Habis)

Puluhan Tahun Para Penggosok Intan Patuh pada Rumus 4C

Di Martapura, bijih intan mentah sampai ke perajin yang menyulapnya…

Sabtu, 15 Januari 2022 11:20

Fatimah Asri Mutmainnah Terpilih Menjadi Komisi Nasional Disabilitas, Semangat Memberi Motivasi untuk Tetap Berkarya

Fatimah Asri Mutmainnah belum lama terpilih menjadi anggota Komisi Nasional…

Jumat, 14 Januari 2022 13:33

Ini Dia Calon Sekprov Kaltim, Ismiati-Diddy Sarat Pengalaman, Sri Wahyuni Kejutan

SAMARINDA–Penjaringan calon Sekretaris Provinsi (Sekprov) Kaltim mengerucut ke tiga kandidat.…

Jumat, 14 Januari 2022 13:20
Menyelami Dunia Aquascape di Kota Minyak (3-Habis)

Membagi Waktu antara Ibu, Direktur, hingga Scaper

Aquascape tak mengenal batas gender, usia, hingga pekerjaan. Bagi mereka,…

Jumat, 14 Januari 2022 13:13

Sundari Catering, Mampu Pertahankan Puluhan Karyawan di Tengah Pandemi

Tidak instan. Tidak pula mudah. Endang Sri Banon menjadi orangtua…

Jumat, 14 Januari 2022 12:55
Menyelami Dunia Aquascape di Kota Minyak (2)

Rela Resign demi Punya Galeri Pertama di Balikpapan

Meski sudah dikenal sejak 2014 di Balikpapan, namun baru tahun…

Rabu, 12 Januari 2022 10:30

Sejarah Besar di Balik Puing Tonggak Keramik Indonesia

Disebut Soekarno sebagai bagian dari mewujudkan cita-cita revolusi Indonesia, jejak…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers