MANAGED BY:
SENIN
18 OKTOBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

FEATURE

Selasa, 24 Agustus 2021 11:21
Pahlawan di Era Modern yang Berjuang Melawan Covid-19, Dari Diri Kita bila Ingin “Merdeka”

Peliput: Ulil Mu’awanah

 

Kemerdekaan selalu identik dengan para pejuang dan pahlawan. Pada masa lampau mereka bekerja keras melawan penjajah. Kini pada era modern, para tenaga medis berjuang melawan Covid-19. Tentu mereka ingin menang. Berharap negeri ini “merdeka” dari corona.

 

HARAPAN tenaga medis, juga harapan bagi warga. Mereka ingin segera mengakhiri pagebluk virus asal Wuhan, Tiongkok, itu. Dengan begitu, dunia kembali sehat. Warga pun aman menghirup udara segar seperti sediakala.

Letda Ckm (K) dr Dwi Arum Agustiastuti, satu di antara sekian tenaga medis di Kaltim yang ikut berjuang memutus rantai persebaran Covid-19. Bertugas sebagai dokter umum di Rumah Sakit (RS) dr R Hardjanto Balikpapan. Sebelumnya, dia sempat tiga bulan pada 2020 bertugas di Wisma Atlet Jakarta.

Walaupun cakupan kamar di Wisma Atlet Jakarta lebih banyak, pemandangan yang tak terelakkan ialah antrean ambulans begitu panjang. Pasien memenuhi seluruh koridor. Melihat langsung orang-orang mengembuskan napas terakhir hanya selang beberapa menit ataupun jam.

Pengalaman itu benar-benar terjadi. “Kondisi saat itu benar-benar padat, di wisma atlet semua terjadi begitu saja dan cepat,” tutur Arum kepada awak media ketika ditemui di RS dr R Hardjanto Balikpapan, Senin (16/8).

Ada pasien yang datang masih bercerita tapi tiba-tiba sesak sehingga meninggal. Pernah pula ada kasus di mana lima orang meninggal dunia dalam sehari.

Setelah tiga bulan, dia pun kembali ke Balikpapan. Kondisinya saat itu kebutuhan oksigen dan tempat tidur begitu terbatas. Akan tetapi, sekarang mulai stabil. Naik-turunnya kasus masih terjadi.

Terlebih dengan varian Covid-19 baru, yakni Delta harus lebih waswas. Sebagai mantan pasien yang pernah terpapar Covid-19, tentu perawatan selama 14 hari yang dilalui bukanlah hal menyenangkan. Sang ibunya, Sri Mulyani juga sempat mengalami hal serupa.

Sudah dua kali Lebaran, dia tak bisa berkumpul bersama keluarganya. Dara kelahiran Depok, 26 Agustus 1990 itu rindu bisa berkumpul dengan keluarga. Dia pun hanya bisa berdoa, agar pandemi segera berakhir. 

Sedih melihat masih ada masyarakat yang tidak disiplin protokol kesehatan. Acuh tak acuh, bersikap egois. Bukan hanya enggan mengenakan masker, tetapi saat bergejala pun mereka dengan santai bertemu orang ataupun kumpul-kumpul. Itu masih saja terjadi.

“Padahal daya tahan tubuh masing-masing orang beda. Jika memang muncul gejala segera isolasi dan periksakan diri agar mendapatkan penangan secepatnya. Stigma masyarakat soal Covid-19 pun masih ada saja yang kurang baik. Pasien tidak perlu sampai dirundung,” ucap lulusan Universitas Kristen Indonesia angkatan 2008 itu.

Disematkan sebagai garda terdepan, menurut dia, setiap orang berperan akan itu. Bagaimana menjaga protokol kesehatan dan mampu membantu satu sama lain. Di tengah rasa sedih akan kabar banyak tenaga medis yang tumbang hingga meninggal dunia, dia menyebut, kebahagiaan para tim medis ialah melihat pasien yang dirawat bisa sembuh. 

“Garda terdepan itu adalah diri kita sendiri. Bila kita ingin merdeka melawan Covid-19. Dokter maupun perawat pun adalah manusia biasa. Terkadang perasaan sedih dan down itu juga kami alami. Tapi kami harus mampu menyemangati dan membahagiakan diri sendiri agar imunitas tak turun. Sebab, masih banyak orang lain memerlukan tenaga kita,” harap Arum. (rom/k16)

loading...

BACA JUGA

Sabtu, 16 Oktober 2021 11:26
Alejandro Putra Nugroho dan Alvaro Putra Nugroho, Suporter Cilik Militan Tim Thomas-Uber Indonesia

Di Momen Kritis Teriakkan, Tiga Poin Lagi, Om Vito!

Alejandro dan Alvaro tak henti meneriakkan dukungan sampai Indonesia memastikan…

Jumat, 15 Oktober 2021 14:46

Sutjiati Narendra, dari New York ke Dua Emas PON XX

Teknik Sutjiati Narendra sudah bagus ketika pertama bergabung dengan tim…

Rabu, 13 Oktober 2021 10:26

Melihat Sebenar-benarnya Merdeka Belajar di SMK Bakti Karya

Adu argumen, saling balas kritik, dan debat dengan guru. Itulah…

Selasa, 12 Oktober 2021 10:27

Ke Gili Iyang, Sumenep, Menikmati Kadar Oksigen Tertinggi Kedua di Dunia

Tak sedikit orang, termasuk dari luar negeri, yang berkunjung ke…

Sabtu, 09 Oktober 2021 11:26

Sistem Kependudukan versus Nama Bocah yang Terdiri atas 118 Huruf

Namanya Arif Rangga Madhipa Sutra Jiwa Cordosega Akre Askhala Mughal…

Jumat, 08 Oktober 2021 09:47
Yusuf Sumako Dongkrak Kinerja Perpustakaan

Kejar Akreditasi, Perbanyak Mitra Kerja

Genap sebulan menjabat sebagai kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Paser,…

Kamis, 07 Oktober 2021 14:32

Prasetyo Nurhardjanto Menghabiskan Waktu Isoman dengan Menulis Buku

Pendakian ke Everest, menjadi relawan di Rumah Bunda Teresa, dan…

Rabu, 06 Oktober 2021 11:32
Momen Peringatan HUT Ke-76 TNI dan Ke-43 FKPPI

Demi Herd Immunity Bersama Prajurit dan Putra-Putri Purnawirawan TNI-Polri

Hari ini, TNI genap berusia 76 tahun. Momen itu bertepatan…

Rabu, 06 Oktober 2021 10:22

Begini Upaya Komunitas Save Trowulan Menjaga Warisan Majapahit untuk Generasi Penerus

Mengadakan trip tematik menjadi salah satu cara Komunitas Save Trowulan…

Selasa, 05 Oktober 2021 11:56

Cerita Warung Berjalan Kakek Ongen pada Setiap Akhir Pekan

Tiap kali berbagi kepada anak-anak kurang mampu, Mohamad ”Ongen” Sangaji…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers