MANAGED BY:
SABTU
18 SEPTEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

UTAMA

Jumat, 06 Agustus 2021 10:57
BODONG..!! BG Bantuan Rp 2 T yang Bikin Gaduh, Kapolda Maafkan Keluarga Akidi Tio
Kapolda (kiri) dan keluarga Akidi Tio saat penyerahan bantuan secara simbolis. Belakangan bantuan senilai Rp 2 Triliun itu ternyata bodong alias tak ada.

PALEMBANG – Kapolda Sumatera Selatan (Sumsel) Irjen Pol Eko Indra Heri S. meminta maaf atas kegaduhan yang timbul akibat rencana bantuan Rp 2 triliun yang kemudian tak jelas juntrungannya itu. Dia mengaku tidak berhati-hati ketika mendapat informasi soal rencana donasi dari Akidi Tio (almarhum) dan keluarga tersebut.

”Kepada rakyat Indonesia, Pak Kapolri, Mabes Polri, anggota Polri se-Indonesia, tokoh ulama, tokoh masyarakat, Pak Gubernur, Pangdam, Danrem, dan unsur forkopimda lainnya serta masyarakat Sumsel, saya meminta maaf yang setulusnya,” ujar dia dalam jumpa pers kemarin, beberapa jam sebelum diperiksa tim Mabes Polri.

Semua, kata dia, berawal saat Kepala Dinkes Provinsi Lesty Nuraini menghubunginya. ’’Katanya ada sumbangan dari keluarga almarhum Akidi (Tio) yang disampaikan melalui Prof Hardi (Darmawan),” jelasnya.

Mengingat dia bertiga dengan Lesty dan Hardi terlibat dan dilibatkan dalam satgas Covid-19, sampailah informasi itu. ’’Saya tanyakan apa maksud dan tujuan. Disebutkan, bantuan ini untuk masyarakat Sumsel, untuk menangani Covid-19,” ujarnya.

Eko menegaskan, meski bantuan bersifat pribadi, amanah dari sumbangan itu harus disampaikan. Kapolda mengaku kenal dekat dengan Akidi (almarhum) dan anak pertamanya, Johan alias Ahok, ketika dirinya tugas di Langsa, Aceh Timur. ’’Kalau Ibu Heryanty saya tidak mengenal. Saya lebih dekat dengan orang tuanya,” jelasnya.

Heryanty adalah perwakilan keluarga Akidi yang hadir saat penyerahan simbolis sumbangan tersebut di Mapolda Sumsel Senin pekan lalu (26/7). Selama bertemu Kepala Dinkes Sumsel dan Hardi Darmawan di ruang kerjanya, Kapolda mengatakan tidak ada Heryanty saat itu. Adanya rencana bantuan Rp 2 triliun yang akan disalurkan lewat cek (bilyet giro) itu diungkap Hardi. Belakangan ternyata diketahui BG tersebut kosong.

’’Kata Prof Hardi, ini kepercayaan untuk Pak Eko. Tapi, karena ini untuk masyarakat, harus ditransparansikan, disampaikan kepada semua masyarakat yang membutuhkan,” bebernya.

Karena itu, digelar acara penyerahan simbolis di Mapolda Sumsel. Terlepas dari ada tidaknya dana Rp 2 triliun itu, Kapolda menegaskan sudah memaafkan keluarga Akidi. Juga, semua orang yang menghujat dan yang berempati dalam masalah tersebut.

Eko berharap, semua pihak menyudahi kegaduhan yang timbul dari masalah bantuan Rp 2 triliun itu. ”Saatnya kita pilih jadi pejuang atau pecundang ketimbang habis energi untuk hal-hal yang tidak perlu,” imbuhnya.

Menurut Kapolda, masih banyak masyarakat Sumsel yang butuh bantuan di masa pandemi ini. Dia berharap, para donatur yang masih ingin memberikan bantuan atau sumbangan tidak mundur dan ragu meski ada peristiwa tersebut. ’’Percayalah, tebar terus kebaikan. Pada akhirnya, Tuhan juga yang akan menilai apa yang kita lakukan,” tegasnya.

Terpisah, Lesty menyatakan siap menjadi saksi untuk kasus sumbangan Rp 2 triliun tersebut. Dia menyatakan menghargai semua niat baik dari keluarga Akidi. ’’Tapi, kita tidak tahu apa sebenarnya perselisihan yang ada di dalam. Saya berharap adanya kejadian ini justru menginspirasi yang lain untuk membantu,’’ ujarnya.

Awal mula bantuan itu, dia dihubungi Hardi yang minta nomor telepon Kapolda Sumsel. ’’Sebelum saya berikan, saya izin dulu dengan Pak Kapolda. Beliau welcome karena ada orang yang berniat baik untuk memberikan bantuan. Intinya, kita berpikir positif,’’ katanya. (iol/afi/rei/c6/ttg)


BACA JUGA

Sabtu, 18 September 2021 12:32

300 Nakes Ditarik dari 34 Distrik di Papua

JAYAPURA-Sebanyak 300 Tenaga Kesehatan (Nakes) ditarik dari 34 distrik di…

Sabtu, 18 September 2021 10:18

Balikpapan Siap Jadi Ibu Kota Provinsi

Pembahasan Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Provinsi Kaltim, membuka peluang wacana…

Sabtu, 18 September 2021 10:17
RUU tentang Provinsi Segera Diputuskan DPR

Samboja-Sepaku Bisa Lepas dari Kaltim

Dalam naskah akademik RUU IKN yang sebelumnya beredar, pemerintahan IKN…

Jumat, 17 September 2021 12:09

Trans Kalimantan di Kubar Tergenang, Waspada! Lubang-Lubang di Jalan Makin Besar

SENDAWAR–Banjir melanda sejumlah kecamatan di Kutai Barat (Kubar). Terparah banjir…

Kamis, 16 September 2021 14:35
Kepala Sekolah Rp 1,6 Triliun Itu Cuma Ingin Momong Cucu

Itu kan Hanya Catatan di Atas Kertas, tapi Di-Ranking KPK

Menurut undang-undang, kepala sekolah seperti Nurhali sejatinya tak masuk kategori…

Kamis, 16 September 2021 14:33

Undang-Undang Direvisi, Keistimewaan Kaltim Diatur

BALIKPAPAN-Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Provinsi Kaltim disepakati masuk Program Legislasi…

Kamis, 16 September 2021 14:31

Pemerintah Targetkan Tol Baru ke IKN Rampung 2025, Panjangnya 47 Km

Nantinya, jalan tol sepanjang 47 kilometer itu akan dimulai dari…

Kamis, 16 September 2021 14:29

Situasi Pandemi Mulai Terkendali, Pakar Ingatkan Gelombang Ketiga Masih Bisa Terjadi

JAKARTA- Indikator pandemi nasional semakin membaik. Per tanggal 14 September…

Kamis, 16 September 2021 13:22

56 Pegawai KPK Diberhentikan Dengan Hormat

JAKARTA – Polemik pengalihan pegawai KPK menjadi aparatur sipil negara…

Rabu, 15 September 2021 14:43
KPK: Tinggi Bukan Berarti Korupsi, Rendah Bukan Berarti Bersih

Kekayaan Lima Kepala Daerah di Kaltim Naik

Pandemi Covid-19 yang setahun terakhir melanda, tampaknya tidak terlalu berpengaruh…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers