MANAGED BY:
SABTU
25 SEPTEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

SAMARINDA

Kamis, 05 Agustus 2021 12:05
“Pemkot Perlu Ubah Pola Manajemen Anggaran”

SAMARINDA–Besaran APBD jadi tolok ukur sejauh mana pertumbuhan ekonomi daerah. Melorotnya ekonomi daerah imbas pembatasan aktivitas selama upaya menekan penyebaran pandemi berpotensi membuat tubuh anggaran daerah kian kempis. Pemerintah perlu menyiasati agar pundi-pundi tak terus tergerus.

Terlebih pembangunan daerah yang diharapkan menstimulus perekonomian juga terkikis, karena sebagian anggaran disisihkan untuk penanganan pandemi. Di Samarinda misalnya, APBD 2021 yang diketuk berkisar Rp 2,5 triliun dan diprediksi bakal melorot jika menilik perekonomian Kota Tepian sejauh ini.

“Sudah saatnya pemkot menginisiasi agar tak terus-terusan terjebak dalam lingkaran seperti itu. Perlu instal ulang pola penggunaan anggaran,” ungkap Ketua Komisi III DPRD Samarinda Angkasa Jaya Djoerani.

Penanganan pandemi jelas tak bisa diganggu gugat. Terlebih, hal itu terintegrasi langsung ke pemerintah pusat. Namun, sambung dia, pemkot mesti mengakali kekosongan ruang dalam tubuh APBD dengan mendongkrak pendapatan asli daerah (PAD). Terlebih target yang dipatok justru stagnan beberapa tahun terakhir.

“Pajak atau retribusi itu kan bukan sekadar kewajiban masyarakat. Tapi juga kebijakan untuk menstimulus pertumbuhan ekonomi, harusnya fluktuatif bukan stagnan,” ulas politikus PDI Perjuangan Samarinda itu.

Sebagai contoh, penerapan pajak hiburan yang diturunkan sekitar delapan tahun silam. Saat itu, lanjut Jaya, begitu dia disapa, ketika dia memimpin Komisi II DPRD Samarinda opsi menurunkan besaran pajak hiburan untuk bioskop. Pajak diturunkan dengan syarat ada pembangunan bioskop baru di Samarinda. Walhasil, tumbuh subur dan menarik usaha-usaha lain. “Langkah seperti itu yang dibutuhkan, menstimulus. Kalau melulu ngeluh karena Covid-19 ya bakal terus melorot APBD,” jelasnya.

Di tengah pandemi, pajak bisa saja diturunkan, namun harus punya efek jelas yang luas untuk pertumbuhan ekonomi. Dengan begitu, kelesuan yang ada saat ini mestinya bisa disiasati. Mencari pundi-pundi lain tak melulu harus bergantung uluran tangan provinsi atau pusat. Pemkot punya segudang pembangunan yang sekadar monumental namun minim asas manfaatnya.

Polder Air Hitam, misalnya. Disebut sebagai kolam retensi mengendalikan banjir jelas tak mungkin dengan kondisinya saat ini yang saban hari terisi air. Bentuknya yang menjadi danau buatan justru bisa diakali dengan menggandeng pihak ketiga untuk menciptakan kawasan baru menumbuhkan ekonomi yang tengah lesu.

“Jangan sekadar monumental lagi, harus melihat efeknya seperti apa. Selama menumbuhkan ekonomi kota, silakan lanjutkan. Jika sekadar monumental belaka, mending tidak,” kuncinya. (ryu/dra/k8)

 

 

loading...

BACA JUGA

Jumat, 24 September 2021 14:03

Diikuti 1.642 Pelamar, Ada yang Tertunda karena Isoman

SAMARINDA–Selesai sudah rangkaian pelaksanaan uji seleksi kompetensi dasar (SKD) yang…

Jumat, 24 September 2021 14:01

Taman Baru Tutup Sementara, Pasang Pagar Seng, Hindari Lonjakan Covid-19 dan Atur Ulang Parkir

Terkait aktivitas warga di Taman Tepian Mahakam, Jalan Slamet Riyadi,…

Jumat, 24 September 2021 13:56

Learning Loss Jadi Perhatian Guru

PELAKSANAAN pembelajaran tatap muka (PTM) dilaksanakan, mengemukakan bahwa learning loss…

Jumat, 24 September 2021 13:36

Vaksinasi Massal yang Tak Berhenti kala Pandemi

Semangat lawan Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) tak main-main. Demi herd…

Kamis, 23 September 2021 20:09

Pengakuan Ayah Janin Korban Aborsi, Kenal NA dari WeChat dan Berhubungan Badan 6 Kali di Indekos

SAMARINDA - Jajaran Polsek Samarinda Ulu turut mengamankan ayah dari…

Kamis, 23 September 2021 15:06

Samarinda PPKM Level 2, Aktivitas Kian Longgar, Bioskop Sudah Boleh Beroperasi

SAMARINDA–Memasuki status Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 2, berdasarkan…

Kamis, 23 September 2021 15:05

Setelah PTM, Terpaksa “Mundur”, Budaya Sekolah hingga Materi Perlu Penyesuaian Kembali

Pekerjaan rumah para guru dan tenaga kependidikan (GTK) ada di…

Kamis, 23 September 2021 15:04

BPKAD Beri Peringatan, Jika Menyerobot Tanah Pemkot Akan Dipolisikan

SAMARINDA–Tanah Pemkot Samarinda yang terletak di Jalan Padat Karya, Gang…

Kamis, 23 September 2021 15:02

Learning Loss Bikin Khawatir, Berharap Bisa Dikejar Guru dan Tenaga Kependidikan

Sebanyak 54 sekolah mulai kembali menggelar pembelajaran tatap muka (PTM)…

Kamis, 23 September 2021 15:00

JANGAN COBA-COBA..!! Taman Tepian Mahakam Terlarang bagi PKL dan Parkir Liar

SAMARINDA–Aktivitas warga di Taman Tepian Mahakam Jalan Slamet Riyadi, Kecamatan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers