MANAGED BY:
SELASA
19 OKTOBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA
Kamis, 05 Agustus 2021 10:27
Publik Berharap Pilpres Lebih dari Dua Calon

Bisa Menghindari Konflik dan Polarisasi

Kontestasi Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024 diharapkan jauh lebih semarak dengan diikuti calon yang lebih dari dua pasang calon. Hal itu menjadi keinginan mayoritas publik di Indonesia yang terpotret dalam survei Indostrategic.

Direktur Eksekutif Indostrategic Ahmad Khoirul Umam mengatakan, suara publik terkait jumlah capres relatif terbelah. Namun, tetap saja, mayoritas masih menginginkan agar kontestasi bisa diwarnai lebih banyak calon.

"Posisi tertinggi survei ditempati oleh mereka yang mengharapkan agar jumlah pasangan capres-cawapres 2024 lebih dari 2 pasangan," ujarnya (3/8). Yakni sebesar 43,6 persen dari total 2400 responden. Jumlah itu, sedikit lebih unggul dari pada responden yang tidak mempersoalkan paslon 2 pasang. Jumlahnya sebanyak 42,8 persen. Sementara sisanya memilih tidak menjawab.

Umam menjelaskan, keinginan agar capres yang diusung lebih dari dua pasang disebabkan oleh sejumlah alasan. Umumnya, publik menilai jumlah calon lebih dari dua bisa mencegah konflik dan polarisasi yang belakangan memanas. Kemudian, ada banyak alternatif pemimpin. Selain itu, dapat membuka kesempatan bagi pemimpin muda maju dalam kontestasi, serta menghindari eksploitasi isu SARA.

Umam sendiri menilai kans itu perlu didorong dengan perubahan regulasi. Yakni dengan menurunkan angka presidential threshold di UU Pemilu. "Dengan menurunkan ambang batas pemilihan presiden 20 persen, maka potensi terbentuknya koalisi alternatif bisa lebih memungkinkan," imbuhnya.

Selain itu, survei Indostrategic juga memotret keinginan publik untuk memisahkan pileg dan pilpres dengan angka 53,9 persen. Sedangkan yang menilai tetap digelar secara serentak hanya 31,3 persen. Aspirasi pemisahan pelaksanan pileg dan pilpres pada 2024, kata Umam, dapat memberikan kesempatan bagi partai-partai politik yang tidak mengirimkan kadernya di bursa capres untuk tetap berlaga secara adil.

"Partai-partai yang tidak memiliki wakil dalam bursa capres-cawapres seringkali dirugikan karena tidak mendapatkan coat-tail effects dari pelaksanaan pilpres," ungkap Doktor Ilmu Politik, Universitas Queensland itu. Apalagi, sosialiasi visi-misi kepartaian juga seringkali tenggelam oleh ingar bingar pilpres.

Sementara itu, Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Rahayu Saraswati Djojohadikusumo mengatakan, sikap partainya terhadap waktu dan sistem pemilu tunduk pada aturan yang berlaku. "Selama belum ada perubahan dan mengajukan perubahan itu kita tidak bisa melenceng dari situ," ujarnya.

Terkait berbagai aspirasi perubahan, Saran menyebut tidak bisa dilakukan serta merta. Sebab, perubahan mensyaratkan kesepakatan bersama di DPR maupun pemerintah. "Akan banyak komunikasi, negosiasi, dialog kalau ada yang secara nyata mengajukan itu, " imbuhnya. Namun dia menyebut hasil survei sebagai masukan bagi partai politik. (far/bay)


BACA JUGA

Selasa, 19 Oktober 2021 13:44

Biaya Minimal Umrah Bisa Kurang dari Rp 26 Juta

Sambil menunggu dibukanya pengiriman jamaah umrah, Kementerian Agama (Kemenag) menggodok…

Sabtu, 16 Oktober 2021 11:18

Syarat Karantina Bisa Hambat Wisatawan

JAKARTA -Syarat karantina selama 5 hari bagi para pelancong yang…

Sabtu, 16 Oktober 2021 10:37
KontraS Dorong Polres Proses Hukum Pelaku

Kejadian Mahasiswa Di-Smackdown Polisi Langgar Prinsip HAM

JAKARTA - Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) meminta…

Sabtu, 16 Oktober 2021 10:34

Penggerebekan Kantor Pinjol Diwarnai Isak Tangis

JAKARTA - Polda Metro Jaya menggerebek kantor pinjam online (pinjol)…

Jumat, 15 Oktober 2021 12:14

Novel Baswedan Kini Jadi YouTuber Antikorupsi

Mantan penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan mulai…

Kamis, 14 Oktober 2021 15:25

19 Negara Boleh Masuk Bali, Hanya Berlaku Untuk Penerbangan Langsung ke Bali dan Kepulauan Riau

JAKARTA- Pemerintah memberikan izin pada wisatawan dari 19 negara di…

Kamis, 14 Oktober 2021 15:12

Target Pangkas Populasi Masyarakat Miskin

JAKARTA – Wakil Presiden Ma’ruf Amin menyampaikan, Indonesia masih memiliki…

Rabu, 13 Oktober 2021 11:49

Parpol Buka Peluang Koalisi ke Gerindra, Urusan Figur Capres-Cawapres Masih Cair

JAKARTA - Sejumlah partai politik (parpol) membuka diri untuk berkoalisi…

Rabu, 13 Oktober 2021 11:46

83 Atlet PON XX Positif Covid-19, Biaya Tes dan Karantina Ditanggung Pemda

JAKARTA – Jumlah atlet PON XX yang yang positif Covid-19…

Rabu, 13 Oktober 2021 11:44

Nikah Siri Masuk KK Dinilai Menabrak Norma

JAKARTA – Kebijakan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) memasukkan perkawinan siri…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers