MANAGED BY:
SABTU
25 SEPTEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

SAMARINDA

Kamis, 05 Agustus 2021 09:38
Perkara Korupsi Pengadaan Lahan TPA Manggar
Tiba-Tiba Dibayar Tanpa Melibatkan PPTK

SAMARINDA-Salehuddin Malik memilih menemui kuasa pengguna anggaran (KPA) pengadaan lahan TPA Manggar, Astani. Alasannya, bertemu sekretaris Dinas Kebersihan Pertamanan dan Pemakaman (DKPP) Balikpapan itu, lantaran tugasnya selaku pejabat pelaksana teknis kegiatan (PPTK) proyek itu, tak berjalan semestinya.

Dari peninjauan lokasi lahan yang bakal dibebaskan, survei para pemilik tanah, hingga rapat pembahasan harga ganti rugi lahan, dirinya sama sekali tak pernah dilibatkan. Ujug-ujug, kala itu, medio 2014, dia tahu harga ganti rugi lahan sekitar 15 hektare di Jalan Proklamasi, Manggar, Balikpapan Timur disepakati sebesar Rp 145 ribu per meter perseginya.

Hal itu pun diketahuinya dari notula rapat musyawarah panitia pengadaan lahan dengan pemilik tanah.

Namun atasan Salehuddin Malik hanya berujar, itu urusan tim sembilan (panitia pengadaan lahan). Peristiwa itu diterangkan Salehuddin dalam persidangan dugaan korupsi pengadaan lahan TPA Manggar yang bergulir via daring di Pengadilan Tipikor Samarinda, Selasa (3/8). “Saya tanyakan itu karena pengadaan itu sudah memasuki tahap pembayaran. Hanya terlibat sekali, waktu sosialisasi. Hanya itu saja,” ungkapnya di persidangan.

Salehuddin diperiksa sebagai saksi untuk terdakwa Astani. Selain sekretaris DKPP itu, perkara yang diduga merugikan negara sebesar Rp 10,4 miliar ini juga menyeret Kepala DKPP Balikpapan Roby Ruswanto. Roby dan Astani, semula dijadwalkan menjalani sidang bersama-sama. Namun majelis hakim yang dipimpin Lucius Sunarto, menunda persidangan untuk terdakwa Roby lantaran tengah menjalani perawatan kesehatan karena terpapar Covid-19.

Tak pernah terlibat dalam tahapan, membuat pria yang kala proyek ini berjalan menjabat kepala Sub Bagian (Subbag) Umum DKPP Balikpapan, bingung membuat laporan untuk tugasnya selaku PPTK. Padahal, semua kegiatan di Bagian Umum DKPP Balikpapan saat itu, dialah PPTK-nya. “Jabatan melekat, pak. Tapi di kegiatan lain saya ikuti semua tahapannya,” sambungnya bersaksi. Dari keluhannya itu, dia disarankan bosnya, yaitu terdakwa Astani, untuk berkoordinasi dengan Kepala Bagian Kerja Sama, Administrasi Daerah, dan Pertanahan Sekretariat Kota Balikpapan Elvin Junaidi.

Hasil koordinasi itu, dia sempat dilibatkan dalam sosialisasi. Selepas itu, tak ada lagi kabar seputar pengadaan tersebut hingga uang senilai Rp 21,5 miliar ditransfer ke rekening pemilik lahan sebagai ganti rugi lahan.

“Tak ingat pasti, ada 14-15 pemilik lahan dan ada yang memiliki lahan lebih dari satu surat,” tuturnya. Selain Salehuddin, JPU Tajerimin dari Kejari Balikpapan juga menghadirkan Kepala Bagian Kerja Sama, Administrasi Daerah, dan Pertanahan Sekretariat Kota Balikpapan Elvin Junaidi.

Pria yang kini menjabat Kepala Dinas Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Balikpapan menerangkan, musyawarah harga ganti rugi lahan berjalan sesuai mekanisme.

Dasar panitia pengadaan lahan, yang diketuai sekretaris Kota Balikpapan kala itu, adalah menawar harga hasil taksiran tim independen. Harga wajar pembelian lahan itu senilai Rp 175 ribu per meter perseginya. “Di rapat itu kami menawar per meter perseginya sekitar Rp 140 ribu. Tapi, warga minta Rp 200 ribu per meter perseginya,” jelasnya.

Panitia tetap berpatokan dengan harga yang ditawarkan dan memberi waktu ke para pemilik lahan untuk bermusyawarah. “Sampai akhirnya, pemilik lahan menawar lahan dihargai Rp 145 ribu per meter perseginya. Karena masih di bawah harga wajar, panitia setuju,” lanjutnya.

Selepas kata sepakat berhasil dicapai, tugas panitia pun selesai. Disinggung majelis bagaimana mekanisme penunjukan tim independen untuk menaksir harga lahan hingga penunjukan lokasi yang bakal dibebaskan, Elvin mengaku. “Setahu saya, itu langsung dihandel dinas terkait, DKPP,” jawabnya.

Dia sama sekali tak mengetahui bagaimana mekanisme lokasi lahan di Jalan Proklamasi, Manggar, Balikpapan Timur dipilih untuk perluasan TPA Manggar. Begitu pun soal proposal pengajuan lahan tersebut untuk dibebaskan. “Mungkin berbarengan dengan pengajuan anggaran. Pada 2013,” katanya Soal peran Rosdiana selaku makelar dalam kasus ini, Elvin mengaku tak tahu. Dia mengetahui Rosdiana merupakan kuasa pemilik lahan untuk pengadaan lahan permakaman umum. Perempuan yang jadi pesakitan dari kasus rumah potong unggas itu sempat menemuinya dan memberikan keresek hitam.

“Tapi saya tolak, Pak. Saya tak tahu dia siapa, daripada nanti bermasalah,” ungkapnya mengakhiri keterangan. Ketika kesempatannya, Astani menanggapi keterangan kedua saksi. “Untuk keterangan saksi Elvin saya menanggapi jika proposal pengajuan lahan dan pengajuan anggaran berbeda. Untuk keterangan saksi Salehuddin tak ada yang saya tanggapi. Selebihnya, akan saya jelaskan ketika saya diperiksa nanti, majelis,” singkatnya.

Selepas kedua saksi bersaksi, majelis hakim menjadwalkan ulang untuk pemeriksaan saksi lain yang bakal dihadirkan JPU pada persidangan selanjutnya yang digelar pada 11 Agustus 2021. (ryu/riz/k15)

loading...

BACA JUGA

Jumat, 24 September 2021 14:03

Diikuti 1.642 Pelamar, Ada yang Tertunda karena Isoman

SAMARINDA–Selesai sudah rangkaian pelaksanaan uji seleksi kompetensi dasar (SKD) yang…

Jumat, 24 September 2021 14:01

Taman Baru Tutup Sementara, Pasang Pagar Seng, Hindari Lonjakan Covid-19 dan Atur Ulang Parkir

Terkait aktivitas warga di Taman Tepian Mahakam, Jalan Slamet Riyadi,…

Jumat, 24 September 2021 13:56

Learning Loss Jadi Perhatian Guru

PELAKSANAAN pembelajaran tatap muka (PTM) dilaksanakan, mengemukakan bahwa learning loss…

Jumat, 24 September 2021 13:36

Vaksinasi Massal yang Tak Berhenti kala Pandemi

Semangat lawan Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) tak main-main. Demi herd…

Kamis, 23 September 2021 20:09

Pengakuan Ayah Janin Korban Aborsi, Kenal NA dari WeChat dan Berhubungan Badan 6 Kali di Indekos

SAMARINDA - Jajaran Polsek Samarinda Ulu turut mengamankan ayah dari…

Kamis, 23 September 2021 15:06

Samarinda PPKM Level 2, Aktivitas Kian Longgar, Bioskop Sudah Boleh Beroperasi

SAMARINDA–Memasuki status Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 2, berdasarkan…

Kamis, 23 September 2021 15:05

Setelah PTM, Terpaksa “Mundur”, Budaya Sekolah hingga Materi Perlu Penyesuaian Kembali

Pekerjaan rumah para guru dan tenaga kependidikan (GTK) ada di…

Kamis, 23 September 2021 15:04

BPKAD Beri Peringatan, Jika Menyerobot Tanah Pemkot Akan Dipolisikan

SAMARINDA–Tanah Pemkot Samarinda yang terletak di Jalan Padat Karya, Gang…

Kamis, 23 September 2021 15:02

Learning Loss Bikin Khawatir, Berharap Bisa Dikejar Guru dan Tenaga Kependidikan

Sebanyak 54 sekolah mulai kembali menggelar pembelajaran tatap muka (PTM)…

Kamis, 23 September 2021 15:00

JANGAN COBA-COBA..!! Taman Tepian Mahakam Terlarang bagi PKL dan Parkir Liar

SAMARINDA–Aktivitas warga di Taman Tepian Mahakam Jalan Slamet Riyadi, Kecamatan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers