MANAGED BY:
MINGGU
24 OKTOBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA
Rabu, 04 Agustus 2021 10:57
Penyelidik-Penyidik Diambil Sumpah Lagi, Novel Pertanyakan Keabsahan

JAKARTA– Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali membuat kontroversi. Itu menyusul pengukuhan dan pengambilan sumpah penyelidik dan penyidik pascaperalihan pegawai KPK menjadi aparatur sipil negara (ASN). Kegiatan seremoni yang dipimpin Ketua KPK Firli Bahuri itu dilakukan secara dalam jaringan (daring) dan luar jaringan (luring), (3/8).

Total ada 78 penyelidik dan 112 penyidik ASN yang diambil sumpahnya. Sebagian dari mereka merupakan pegawai tetap KPK yang dinyatakan memenuhi syarat (MS) sebagai ASN. Lainnya merupakan penyelidik dan penyidik dari kepolisian dan kejaksaan yang bertugas di KPK. Kegiatan yang dilaksanakan di Aula Gedung Juang itu diklaim sesuai amanat UU Nomor 19/2019 tentang KPK.

Dalam sambutannya, Ketua KPK Firli Bahuri berpesan kepada penyelidik dan penyidik yang dikukuhkan untuk menunjukkan perannya dalam melaksanakan tugas pokok pemberantasan korupsi. ”Kita yang berada di KPK diberikan mandat dan kepercayaan oleh negara, oleh rakyat untuk melakukan pemberantasan korupsi,” ujar Firli.

Perwira tinggi polisi dengan tiga bintang di pundak itu menyebut penyelidik dan penyidik KPK yang telah menjadi ASN merupakan orang-orang berpengalaman. Dan memiliki kapasitas kepakaran di bidangnya masing-masing. ”Penyelidik dan penyidik ayo berkarya untuk bangsa dan negara, bersama mengabdi sepenuh hati untuk membersihkan negeri dari korupsi,” imbuhnya.

Sementara itu, penyidik KPK (nonaktif) Novel Baswedan mempertanyakan kegiatan pengambilan sumpah yang baru dilakukan kemarin. Padahal, pegawai KPK yang memenuhi syarat menjadi ASN telah diangkat sejak tanggal 1 Juni lalu. ”Apakah Pak Firli dkk menganggap pengambilan sumpah itu harus dilakukan? Bila harus dilakukan, kenapa kok baru hari ini (kemarin, Red),” ujarnya.

Menurut Novel, hal tersebut adalah persoalan serius. Sebab, tugas penyelidik dan penyidik yang telah dilakukan dalam rentang waktu 1 Juni hingga 3 Agustus bisa dianggap tidak sah. ”Ini memunculkan risiko tindakan dan pekerjaan penyelidik dan penyidik KPK akan dianggap tidak sah,” papar mantan perwira polisi tersebut.

Novel menilai ada maksud lain dibalik pengambilan sumpah penyelidik dan penyidik itu. Salah satunya untuk membuat seolah penyelidik dan penyidik yang masuk dalam kelompok 75 pegawai yang tidak memenuhi syarat (TMS) menjadi ASN tak lagi menjadi penyelidik dan penyidik. ”Atau untuk membuat penyidik KPK menjadi seperti PPNS (penyidik PNS, Red)?,” tanya Novel.

Plt Juru Bicara KPK Bidang Penindakan Ali Fikri menyebut pengambilan sumpah jabatan kemarin tidak memiliki konsekuensi terhadap keabsahan atas pelaksanaan tugas penyelidik-penyidik sejak 1 Juni. Sebab, pegawai KPK yang telah dilantik menjadi ASN pada 1 Juni itu sudah memiliki Surat Keputusan (SK) tanggal mulai tugas (TMT) di tanggal yang sama.

”SK (TMT) itu merupakan dokumen dasar bagi seorang pegawai untuk melaksanakan tugasnya,” kata Ali menjawab kritikan Novel. (tyo)


BACA JUGA

Sabtu, 23 Oktober 2021 08:46

Kata KPK: Rakyat Indonesia Miskin Akibat Tingginya Kasus Korupsi

 Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Alexander Marwata mengajak sivitas…

Jumat, 22 Oktober 2021 21:36

Di Pangandaran, Melihat Kegigihan Nelayan Pertahankan Orientasi Ekspor

Di perahu para nelayan Pangandaran yang rata-rata kecil, ada tangkapan-tangkapan…

Kamis, 21 Oktober 2021 23:55

Kemenkes: Situasi Covid-19 Kini Hampir Sama dengan saat Awal Pandemi

Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Kementerian Kesehatan RI Siti Nadia Tarmizi…

Kamis, 21 Oktober 2021 19:56

1.000 Bingkisan Diserahkan untuk Pasien Wisma Atlet dalam Giat “Kumham Peduli, Kumham Berbagi dan Empati Kumham”

JAKARTA – Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) RI menyelenggarakan bakti…

Rabu, 20 Oktober 2021 00:46

KPK Tetapkan Bupati Kuansing Tersangka Suap Izin Perkebunan

 Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan Bupati Kuantan Singingi (Kuansing) Andi…

Selasa, 19 Oktober 2021 13:47

ICW Duga Ada Kekuatan Besar yang Menghambat KPK Menangkap Harun Masiku

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) hingga kini belum bisa menangkap daftar…

Selasa, 19 Oktober 2021 13:44

Biaya Minimal Umrah Bisa Kurang dari Rp 26 Juta

Sambil menunggu dibukanya pengiriman jamaah umrah, Kementerian Agama (Kemenag) menggodok…

Sabtu, 16 Oktober 2021 11:18

Syarat Karantina Bisa Hambat Wisatawan

JAKARTA -Syarat karantina selama 5 hari bagi para pelancong yang…

Sabtu, 16 Oktober 2021 10:37
KontraS Dorong Polres Proses Hukum Pelaku

Kejadian Mahasiswa Di-Smackdown Polisi Langgar Prinsip HAM

JAKARTA - Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) meminta…

Sabtu, 16 Oktober 2021 10:34

Penggerebekan Kantor Pinjol Diwarnai Isak Tangis

JAKARTA - Polda Metro Jaya menggerebek kantor pinjam online (pinjol)…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers