MANAGED BY:
MINGGU
19 SEPTEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

PRO BISNIS

Rabu, 04 Agustus 2021 10:06
Harga Jahe Anjlok, Terendah dalam Tiga Tahun Terakhir
LANGIT DAN BUMI: Sukamto memanen jahe tahun lalu saat harga jual masih menyentuh angka Rp 38 ribu.

TENGGARONG–Ujian berat sedang dihadapi petani jahe di Desa Jonggon Jaya, Kukar. Di saat ekonomi sedang sulit karena pandemi Covid-19, mereka harus dihadapkan dengan anjloknya harga jahe. Jahe yang biasanya dijual dengan harga Rp 15–25 ribu, kini turun hingga menyentuh harga Rp 5 ribu per kilogram.

Harga tersebut menjadi yang terendah sejak beberapa tahun terakhir. Dalam kurun tiga tahun terakhir, harga terendah jahe biasanya hanya menyentuh angka Rp 15 ribu. Walhasil, banyak petani yang menderita kerugian karena harga yang terjun bebas tersebut.

Ada beberapa alasan mengapa harga jahe jatuh. Di antaranya, pasokan jahe dari luar Kaltim sedang tinggi. Hal itu diutarakan Soman, pengepul jahe yang kerap membeli jahe para petani Jonggon. Dia mengatakan, saat ini jahe dari Kalimantan Selatan banyak masuk ke Kaltim. Sehingga harga jahe lokal merosot.

“Karena pasokannya banyak sehingga membuat harga jahe turun,” terang Soman.

Soman menuturkan, selain karena pasokan jahe dari luar Kaltim yang sedang membeludak, harga rendah dipengaruhi serangan virus pada tanaman jahe. Jika tanaman jahe terserang virus, kebanyakan petani menjual jahe mereka meski usianya masih muda. Imbasnya, harga jahe muda sangat murah.

“Banyak yang jual jahe muda karena kena virus. Jadi harganya murah sekali,” imbuh Soman.

Sukamto, petani jahe dari Jonggon Jaya, menjadi satu dari sekian banyak petani yang harus legawa menerima kenyataan harga jahe merosot jauh. Sukamto yang biasanya selalu memetik untung besar dari jahe, kini harus berjuang keras hanya untuk mengembalikan modal bibit dan pupuk.

“Tahun lalu saya tanam 5 kuintal, setelah panen saya mendapat keuntungan hingga ratusan juta. Tapi sekarang boro-boro untung, bisa balik modal saja sudah syukur,” kata ayah tiga anak itu.

Sukamto menuturkan, kerugian terbesar diakibatkan serangan virus. Dari tujuh kuintal bibit jahe yang dia tanam, hampir seluruhnya terkena virus. Walhasil, dia harus menjual jahenya pada usianya yang masih sangat muda dengan harga murah.

“Mau tidak mau harus dijual dengan harga murah. Karena kalau tidak dijual, virusnya akan menyebar dan membuat jahenya busuk semua,” imbuh dia.

Meski tahun ini gagal total, Sukamto mengaku tidak jera. Dia bahkan sudah menyiapkan lahan untuk kembali ditanami jahe ketika cuaca sudah bersahabat. “Kalau musim hujan terus jahe bisa busuk, kalau musim panas terus jahe kerdil. Jadi memang susah-susah gampang nanam jahe ini. Harus ekstra perawatannya,” papar dia. (don/kri/k8)

 

loading...

BACA JUGA

Jumat, 17 September 2021 11:41

Investasi Pabrik Tekan Harga Mobil Listrik di Masa Depan

JAKARTA - Pembangunan pabrik sel baterai oleh Hyundai Motor Group…

Kamis, 16 September 2021 21:50

Cetak SDM Andal dan Terampil, Pupuk Kaltim Dukung Program Handak Begawi

BONTANG - PT Pupuk Kalimantan Timur (Pupuk Kaltim) menandatangani nota…

Kamis, 16 September 2021 14:52

Rajin Menabung di Simpedes BRI, Ibu Rumah Tangga dan Pengusaha Bengkel di Samarinda Raih Hadiah Mobil

SAMARINDA – Setelah diundi pada Sabtu (21/8), Kamis (16/9) Grandprize…

Rabu, 15 September 2021 18:11

Wujudkan SDM Andal dan Kompeten, Pupuk Kaltim Kembali Gelar PMMB

BONTANG - PT Pupuk Kalimantan Timur (Pupuk Kaltim) kembali sukses…

Rabu, 15 September 2021 14:02

Ekspor Pertanian Kaltim Meningkat

NILAI ekspor pertanian Kaltim pada semester I 2021 meningkat Rp…

Rabu, 15 September 2021 14:00

Sawit Berpotensi Topang 30 Persen PDRB Kaltim

SAMARINDA - Di antara berbagai alternatif sumber pertumbuhan ekonomi yang…

Rabu, 15 September 2021 13:54
Hingga Agustus, Penjualan Ritel Daihatsu Naik 36,2 Persen

Relaksasi PPnBM Mesti Lanjut

Penjualan otomotif terus mengalami peningkatan secara bertahap seiring dukungan pemerintah…

Selasa, 14 September 2021 17:15

Ekspor Pertanian Kaltim Meningkat 6,7 Triliun Rupiah, Gubernur Isran Terima Penghargaan Abdi Bakti Tani 2021

SAMARINDA – Kepala Karantina Pertanian Samarinda, Cahyono menyampaikan melalui keterangan…

Selasa, 14 September 2021 13:54

BI Balikpapan Ajak Pedagang Kebun Sayur Akses Pasar Digital

BALIKPAPAN – Bank Indonesia (BI) terus berusaha membantu pemerintah menggerakkan…

Selasa, 14 September 2021 11:07

Industri Batu Bara Kian Cemerlang

Harga batu bara terus mengukir sejarah baru dengan menyentuh level…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers