MANAGED BY:
SENIN
20 SEPTEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

UTAMA

Rabu, 04 Agustus 2021 10:03
Mereka Meniti Mimpi, Mereka Menuai Apresiasi
Apriyani Waktu Kecil Hanya Dianggap Banyak Makan, Pakai Raket Kayu yang Senarnya Disambung
Greysia Polii dan Apriyani Rahayu

Raihan emas Greysia Polii dan Apriyani Rahayu adalah buah perjuangan memulai impian dengan menyeberang ke Jawa, berlatih memakai raket yang senarnya disambung, dan mencueki cibiran masonggi.

 

ADI HIDAYAT, Konawe

RIZKY AF, RAGIL PI, Jakarta

 

AMIRUDDIN Pora ingat betul sejumlah orang mencibir kemampuan bulu tangkis sang putri. Yang posturnya disebut tak ideal, yang dibilang kuat cuma karena masonggi alias makannya banyak. “Padahal, Ani itu memang tiap hari berlatih keras dan disiplin. Sejak usia 3 tahun, dia juga senang main badminton,” katanya kepada Kendari Pos.

Beruntung, Ani juga tak terpengaruh segala cibiran tersebut. Dengan raket kayu sederhana, yang senarnya disambung, di lapangan seadanya, upik kelahiran Lawulo, Kecamatan Anggaberi, Kabupaten Konawe, itu tetap fokus berlatih.

Dan, belasan tahun, persisnya Senin (2/8), dia kemudian memetik ketekunan meniti jalan pedang tersebut. Apriyani Rahayu, si Ani kecil dari Kampung Lawulo nun di Sulawesi Tenggara tadi, berhasil merebut emas ganda putri Olimpiade Tokyo 2020 berpasangan dengan Greysia Polii.

“Dia (Apriani Rahayu) sudah mencapai apa yang dicita-citakan. Saya tidak pernah membayangkan Ani menjuarai Olimpiade,” ujar Amiruddin saat ditemui setelah menonton bareng penampilan anaknya melalui televisi di rumahnya kemarin.

Greysia maupun Apriyani sama-sama menunjukkan ketertarikan besar pada bulu tangkis sejak usia belia. Pengikat lain keduanya: determinasi yang kuat.

Apriyani, misalnya, mewarisi minat dan bakat bulu tangkis dari sang mama, Sitti Jauhar (almarhumah), jagoan bulu tangkis antar-instansi di lingkup Pemkab Konawe. “Tapi, mamanya tidak mau berikan raket yang bagus. Jadi, disambung-sambung itu (senar raketnya),” kenangnya.

Pada usia 6 tahun, Greysia juga meninggalkan Manado menuju Jakarta untuk memburu impian menjadi pebulu tangkis. Dia berlabuh di PB Jaya Raya, salah satu klub bulu tangkis besar di Tanah Air.

Minimnya fasilitas, terutama lawan tanding setara, dan turnamen memang membuat bakat-bakat bulu tangkis dari luar Jawa harus menyeberang ke Jawa. Klub-klub besar badminton berpusat di sini.

Lewat perantaraan Yuslan Kisra, yang kala itu menjadi wartawan Waspada, Apri akhirnya bisa dibina di klub yang dipandegani juara dunia 1993 Icuk Sugiarto: PB Pelita Bakrie. Itu setelah dia mendapat telepon dari rekannya di Konawe bernama Akib Ras, salah seorang pengurus PBSI, setelah Apri merebut tiga emas di Porprov Sulawesi Tenggara.

Awalnya, Icuk meminta waktu tiga bulan untuk memantau, lalu ditambah tiga bulan lagi. Kemampuan Apri ternyata terus berkembang. ”Mas Icuk sejak awal melihat kemampuan Apri dan karakternya juga bagus. Mulai semangat, kemauan, hingga kerja keras,” kata Yuslan yang kini menjadi aparatur sipil negara di Kementerian Pemuda dan Olahraga kepada Jawa Pos.

Greysia dan Apri berprestasi internasional sejak level junior. Greysia merebut perunggu pada Kejuaraan Bulu Tangkis Junior Asia 2004 dari nomor beregu putri dan ganda putri berpasangan dengan Heni Budiman serta perak di nomor ganda campuran berduet dengan Muhammad Rijal.

Berselang 10 tahun kemudian, Apri juga merebut perak ganda putri Kejuaraan Dunia Junior berpasangan dengan Rosyita Eka Putri. Setahun kemudian, dia meraih perunggu dari nomor yang sama.

Meski sama-sama jebolan Jaya Raya, karena usia terpaut jauh, keduanya baru bertemu di pelatnas Cipayung. Dan, mereka ternyata langsung ”berjodoh.” Di bawah bimbingan Eng Hian, Greysia menjadi mentor bagi Apri. Cara menguasai lapangan, cara mengatur serangan, cara mengontrol emosi, semuanya.

Perlahan, mereka menembus ketatnya persaingan bulu tangkis dunia dari nomor yang bukan kekuatan tradisional Indonesia. Tak mudah. Mereka pun berangkat ke Olimpiade dengan status bukan pemain unggulan.

Namun, ternyata itu menjadi berkah. Mereka tampil lepas, tanpa beban, dan kompak. Keuletan tetap menjadi senjata utama dan tak mudah mati atau minim melakukan kesalahan sendiri menjadi keunggulan lainnya. “Memang ada untungnya datang dengan status sebagai non-unggulan. Kita lihat, dalam Olimpiade Tokyo 2020 ini, banyak unggulan yang tumbang,” ujar Ketua PB Jaya Raya Rudy Hartono.

Konawe juga sejenak seperti kota mati kemarin siang. Semua warga terpacak di depan televisi menyaksikan aksi Greysia-Apriyani. Tak terkecuali di rumah Amiruddin. Ketika akhirnya Greysia/Apriyani memastikan kemenangan, seperti disaksikan sendiri oleh Kendari Pos, gemuruh pun terdengar dari berbagai sudut.

“Apriyani sudah membuktikan bahwa anak seorang petani juga bisa bersaing di tingkat dunia. Anak desa bisa mengharumkan nama Indonesia di kancah internasional,” tutur Amiruddin. Apresiasi pun mengalir. ”Mereka adalah ganda putri terbaik dunia saat ini. Kami tentu akan memberikan apresiasi untuk mereka. Begitu pun kepada atlet-atlet kami lainnya yang berprestasi,” ujar Rudy.

Di Konawe, Bupati Konawe Kery Saiful Konggoasa bakal menghadiahkan sebidang tanah beserta rumah kepada Apriyani. ”Saya pribadi juga akan menyumbang lima sapi. Satu jantan dan empat betina. Besok (hari ini) saya perintahkan anggota pergi tangkap di ranch (kandang sapinya),” ungkap Kery saat mengadakan konferensi pers di kediamannya di Konawe.

Terkait dengan hadiah tanah dan rumah, bupati Konawe dua periode itu bakal berkoordinasi terlebih dahulu dengan keluarga Apriyani. Bantuan pribadi berupa 5 sapi itu sengaja diberikan sebagai tabungan Apriyani jika kelak telah pensiun. “Sekarang, misalnya, lima ekor. Pada tahun kedua, beranak sapinya bisa jadi delapan ekor dari empat betina yang saya berikan. Ini untuk tabungan Apriani pada hari tuanya,” jelasnya.

Dari Manado, Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey (OD) tak mau kalah. Dia berjanji memberikan hadiah kepada Greysia. ”Akan diberikan rumah buat Greysia. Seperti (juara ganda campuran Olimpiade 2016) Liliyana Natsir lalu,” ungkap Olly.

Begitu pula Wakil Wali Kota Tomohon Wenny Lumentut. Tomohon adalah kota tempat keluarga besar Greysia berasal. Di kota itu pula kakak Greysia, Hershya Ade Polii, tinggal. Ade-lah yang mengurusi bisnis properti milik sang adik di kota berhawa sejuk tersebut.

Wenny menyatakan siap memberikan sebidang tanah bagi Greysia. ”Sebidang tanah bisa buat bangun rumah bagi Greysia. Rebut dan bawa pulang medali emas, datang ke Manado. Saya berikan bonusnya,” tegasnya. (rom/k16)


BACA JUGA

Senin, 20 September 2021 11:04

Kebun Sawit Rambah Tahura Bukit Soeharto, Program Kemitraan Konservasi Jadi Celah Alasan

TENGGARONG-Selain tambang ilegal, kebun sawit liar juga dituding ikut merusak…

Senin, 20 September 2021 11:01

PI 10 Persen untuk PPU Tunggu Gubernur

PENAJAM-Participating interest (PI) 10 persen pengelolaan blok migas jatah Pemerintah…

Senin, 20 September 2021 11:00

Rosatom Bangun Industri Nuklir, Kerja Sama Batan-Pemprov Kaltim di Buluminung

Perusahaan energi atom Rosatom Rusia bersama Pusat Kajian Sistem Energi…

Minggu, 19 September 2021 14:17

Indeks Keterbukaan Informasi di Kaltim Kategori Sedang

Komisi Informasi Pusat merilis hasil penilaian Indeks Keterbukaan Informasi Publik…

Minggu, 19 September 2021 11:18
TNI-Polri Kejar KKTB Pembunuh Nakes Papua

Satu Korban Masih Hilang, Komandan OPM Tewas

Kekejaman kelompok kriminal teroris bersenjata (KKTB) pimpinan Lamek Taplo harus…

Minggu, 19 September 2021 10:19

Kondisi Jalan Mantap Masih Rendah, Kemantapan Jalan di Kaltim Hanya 75 Persen

PERBAIKAN ruas jalan trans Kalimantan di Kabupaten Berau, segera dilakukan.…

Minggu, 19 September 2021 10:18

Normalisasi Sungai Solusi Banjir di Kariangau

BALIKPAPAN-Persoalan banjir di Jalan Projakal, Km 5,5, Kelurahan Kariangau, Kecamatan…

Minggu, 19 September 2021 10:17

Realisasi APBD Kaltim Rendah, Dari Rp 11 Triliun, Baru Terserap 36 Persen

Pembahasan APBD Perubahan Kaltim dipastikan molor. Seharusnya, rancangan sudah diserahkan…

Sabtu, 18 September 2021 12:32

300 Nakes Ditarik dari 34 Distrik di Papua

JAYAPURA-Sebanyak 300 Tenaga Kesehatan (Nakes) ditarik dari 34 distrik di…

Sabtu, 18 September 2021 10:18

Balikpapan Siap Jadi Ibu Kota Provinsi

Pembahasan Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Provinsi Kaltim, membuka peluang wacana…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers