MANAGED BY:
MINGGU
19 SEPTEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

PRO BISNIS

Selasa, 03 Agustus 2021 10:56
Imbas Pandemi, Kini Berharap Relaksasi Pajak dari Pemerintah
Pengusaha Travel Ngaku Rugi Miliaran Rupiah
Hampir dua tahun belakangan ini karena pandemi, dunia penerbangan dan travel dihantam krisis.

BALIKPAPAN-Kerugian besar tidak bisa dihindari selama pandemi. Banyak ongkos yang dikeluarkan para pengusaha termasuk pihak travel agent.

Dalam kurun waktu hampir dua tahun, Joko Purwanto owner dari Trans Borneo Tours and Travel menuturkan, selain terpaksa merumahkan seluruh karyawan, kerugian akibat pembatalan dari pihak pengguna jasanya membuatnya harus bersikap legawa. Bila ditotal, kerugian yang dialaminya mencapai Rp 5 miliar.

Keputusan merumahkan ketujuh karyawannya demi mengurangi cost seperti, biaya listrik, air, dan telepon. Cara itu ditempuh karena tidak adanya income. “Pengeluaran ditekan semaksimal mungkin meski harus tertatih-tatih. Harus diefisienkan semua karena tidak ada kegiatan. Tapi, koresponden kami tetap jalan melalui online,” ujarnya.

Belum lagi dengan adanya pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) membuat segala mobilitas kian sulit. Praktisi atau penyedia jasa layanan travel pun kian merana.

“Pada Februari 2020 sebelum pandemi di Indonesia, kami sempat membawa rombongan menuju Australia. Tahun lalu terakhir November, kami juga sempat melayani permintaan ke Jogjakarta, Malang, dan Surabaya saat ada relaksasi PPKM. Setelah tahun baru, sudah tidak ada lagi. Banyak pula perjalanan akhirnya terpaksa ditolak mengingat regulasi/kebijakan pemerintah tersebut,” ucap bapak empat anak itu.

Dia mengungkapkan, bantuan bagi biro perjalanan sampai kini belum ada. Padahal saat Wishnutama Kusubandio menjabat sebagai Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, para pelaku pariwisata terutama travel/praktisi telah mengajukan bantuan dan sempat dibahas pada Juli 2020.

Salah satunya bantuan pinjaman lunak. Agar modal kembali didapatkan serta mempertahankan usaha mereka. Namun sampai sekarang tak kunjung terdengar jawaban pusat.

Padahal biro perjalanan menjadi ujung tombak pariwisata. Namun, pemerintah seolah menutup mata sebelah. Tarik ulur. Teknis terkait bantuan belum ada. Itu bisa saja menimbulkan kecemburuan karena usaha mikro kecil menengah (UMKM) lainnya telah dibantu.

Selain perjalanan liburan, perjalanan umrah juga ditutup. Tidak ada yang bisa ia perbuat. “Sekarang pun masih kami perjuangkan di pusat tapi belum ada realisasinya. Masih digodok-godok terus,” tuturnya.

Kendati demikian, angin segar mulai terasa. Walau masih belum pasti. Joko tengah menawarkan perjalanan ke Amerika Serikat, sekaligus paket vaksin. Paket yang ditawarkan 7 hari hingga 15 hari, mulai Rp 35 juta. Ia mengatakan terus melakukan pengurusan izin dan tetap mem-follow up instruksi pemerintah. Apakah nanti bisa diizinkan ke luar atau tidak.

“Menghidupkan kembali pariwisata memerlukan waktu tidak sebentar. Pemerintah harus punya solusi konkret. Kalau pembatasan terus terjadi tanpa ada relaksasi, ya sudah, pelaku pariwisata tinggal menunggu nasib saja,” imbuhnya.

Hingga sekarang pun, Kepala Cabang NRA Group Balikpapan Suryanti mengatakan, pihaknya masih belum kembali menawarkan paket umrah maupun haji. Mengingat hingga saat ini belum ada informasi ataupun regulasi baru terkait pembolehan pemberangkatan bagi calon jamaah. Ribuan calon jamaah kini masih menunggu dan berharap-harap cemas. Menanti jawaban kapankah mereka dapat berangkat. “Kerugian pasti ada. Saya sendiri belum bisa bicara banyak, karena belum ada informasi dari pusat. Kapan umrah dan haji bisa kembali dilakukan,” tutupnya. (lil/rom/k15)


BACA JUGA

Jumat, 17 September 2021 11:41

Investasi Pabrik Tekan Harga Mobil Listrik di Masa Depan

JAKARTA - Pembangunan pabrik sel baterai oleh Hyundai Motor Group…

Kamis, 16 September 2021 21:50

Cetak SDM Andal dan Terampil, Pupuk Kaltim Dukung Program Handak Begawi

BONTANG - PT Pupuk Kalimantan Timur (Pupuk Kaltim) menandatangani nota…

Kamis, 16 September 2021 14:52

Rajin Menabung di Simpedes BRI, Ibu Rumah Tangga dan Pengusaha Bengkel di Samarinda Raih Hadiah Mobil

SAMARINDA – Setelah diundi pada Sabtu (21/8), Kamis (16/9) Grandprize…

Rabu, 15 September 2021 18:11

Wujudkan SDM Andal dan Kompeten, Pupuk Kaltim Kembali Gelar PMMB

BONTANG - PT Pupuk Kalimantan Timur (Pupuk Kaltim) kembali sukses…

Rabu, 15 September 2021 14:02

Ekspor Pertanian Kaltim Meningkat

NILAI ekspor pertanian Kaltim pada semester I 2021 meningkat Rp…

Rabu, 15 September 2021 14:00

Sawit Berpotensi Topang 30 Persen PDRB Kaltim

SAMARINDA - Di antara berbagai alternatif sumber pertumbuhan ekonomi yang…

Rabu, 15 September 2021 13:54
Hingga Agustus, Penjualan Ritel Daihatsu Naik 36,2 Persen

Relaksasi PPnBM Mesti Lanjut

Penjualan otomotif terus mengalami peningkatan secara bertahap seiring dukungan pemerintah…

Selasa, 14 September 2021 17:15

Ekspor Pertanian Kaltim Meningkat 6,7 Triliun Rupiah, Gubernur Isran Terima Penghargaan Abdi Bakti Tani 2021

SAMARINDA – Kepala Karantina Pertanian Samarinda, Cahyono menyampaikan melalui keterangan…

Selasa, 14 September 2021 13:54

BI Balikpapan Ajak Pedagang Kebun Sayur Akses Pasar Digital

BALIKPAPAN – Bank Indonesia (BI) terus berusaha membantu pemerintah menggerakkan…

Selasa, 14 September 2021 11:07

Industri Batu Bara Kian Cemerlang

Harga batu bara terus mengukir sejarah baru dengan menyentuh level…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers