MANAGED BY:
MINGGU
19 SEPTEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

PRO BISNIS

Selasa, 03 Agustus 2021 10:53
Harga TBS Turun tapi Tetap Tinggi

SAMARINDA-Setelah mengalami penurunan pada Juni, harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit kembali mencatat penurunan. Meski penurunan itu tak mengubah harga terlalu jauh. Sebab, nilai TBS terbilang masih cukup tinggi pada angka Rp 2.123 per kilogramnya.

Penurunan TBS tak lepas dari penurunan harga referensi produk crude palm oil (CPO). Penetapan bea keluar (BK) CPO periode Juli 2021 adalah USD 1.094,15 per metrik ton (MT). Harga referensi tersebut menurun USD 129,75 atau 10,60 persen dari periode Juni 2021, yaitu sebesar USD 1.223,90 per MT.

Kepala Dinas Perkebunan (Disbun) Kaltim Ujang Rachmad mengatakan, harga TBS di Kaltim sejak Juni 2021 mengalami penurunan tipis. Namun penurunan harga TBS, selayaknya tidak menurunkan semangat perkebunan sawit. Sebab, harga masih fluktuatif dan produktivitas kebun rakyat cukup baik.

Harga TBS tersebut, berlaku bagi produksi pekebun atau kebun rakyat yang telah bermitra dengan perusahaan kelapa sawit. Harga merujuk hasil dari tim penetapan harga TBS kelapa sawit Kaltim. “Penurunan harga saat ini sangat tipis. Jadi harga cenderung masih tinggi. Penurunan harga saat ini merupakan fluktuasi biasa, yang selalu terjadi setiap bulan,” jelasnya, (1/8).

Dia menjelaskan, beberapa bulan belakangan ini, harga TBS cenderung tinggi akibat permintaan minyak kelapa sawit (CPO) yang sedang meningkat. Saat ini permintaan CPO masih tinggi. Sehingga harga TBS akan bertahan di angka yang tinggi. Meski sejak Juni menurun tipis. CPO merupakan salah satu indikator yang digunakan untuk mengatur harga TBS di tingkat petani. Sehingga jika CPO menurun, maka TBS pasti akan mengikuti.

Terpisah, Ketua Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki) Kaltim Muhammadsjah Djafar mengatakan, penurunan tipis pada Juli merupakan fluktuasi biasa. Pada Agustus diprediksikan harga akan kembali meningkat, hal itu disebabkan penurunan pasokan kelapa sawit. Seiring pembatasan mobilitas masyarakat pada kedua negara penghasil kelapa sawit, Malaysia dan Indonesia. “Risiko penurunan produksi tersebut akan kembali menggairahkan harga CPO bulan ini,” jelasnya, Minggu (1/8).

Menurutnya, kekhawatiran pasar akan gangguan stok kelapa sawit di tengah permintaan yang tinggi akan membuat harga melonjak pada Agustus. Saat ini permintaan terhadap minyak sawit tetap tinggi, didorong oleh harga yang jauh kompetitif dibandingkan dengan minyak nabati lain seperti soy oil dan rapeseed oil yang selisihnya mencapai USD 400 per ton.

Di tengah kekhawatiran penurunan produksi, diprediksikan pada 2021 produksi akan mencapai 48,2 juta ton, atau lebih tinggi dibandingkan produksi 2020 yang berjumlah 47,1 juta ton. “Sehingga ekspor juga diprediksi naik menjadi 35,5-36 juta ton. Hal itu akan mendorong peningkatan harga TBS di tingkat petani,” tutupnya. (ctr/rom/k15)

 


BACA JUGA

Jumat, 17 September 2021 11:41

Investasi Pabrik Tekan Harga Mobil Listrik di Masa Depan

JAKARTA - Pembangunan pabrik sel baterai oleh Hyundai Motor Group…

Kamis, 16 September 2021 21:50

Cetak SDM Andal dan Terampil, Pupuk Kaltim Dukung Program Handak Begawi

BONTANG - PT Pupuk Kalimantan Timur (Pupuk Kaltim) menandatangani nota…

Kamis, 16 September 2021 14:52

Rajin Menabung di Simpedes BRI, Ibu Rumah Tangga dan Pengusaha Bengkel di Samarinda Raih Hadiah Mobil

SAMARINDA – Setelah diundi pada Sabtu (21/8), Kamis (16/9) Grandprize…

Rabu, 15 September 2021 18:11

Wujudkan SDM Andal dan Kompeten, Pupuk Kaltim Kembali Gelar PMMB

BONTANG - PT Pupuk Kalimantan Timur (Pupuk Kaltim) kembali sukses…

Rabu, 15 September 2021 14:02

Ekspor Pertanian Kaltim Meningkat

NILAI ekspor pertanian Kaltim pada semester I 2021 meningkat Rp…

Rabu, 15 September 2021 14:00

Sawit Berpotensi Topang 30 Persen PDRB Kaltim

SAMARINDA - Di antara berbagai alternatif sumber pertumbuhan ekonomi yang…

Rabu, 15 September 2021 13:54
Hingga Agustus, Penjualan Ritel Daihatsu Naik 36,2 Persen

Relaksasi PPnBM Mesti Lanjut

Penjualan otomotif terus mengalami peningkatan secara bertahap seiring dukungan pemerintah…

Selasa, 14 September 2021 17:15

Ekspor Pertanian Kaltim Meningkat 6,7 Triliun Rupiah, Gubernur Isran Terima Penghargaan Abdi Bakti Tani 2021

SAMARINDA – Kepala Karantina Pertanian Samarinda, Cahyono menyampaikan melalui keterangan…

Selasa, 14 September 2021 13:54

BI Balikpapan Ajak Pedagang Kebun Sayur Akses Pasar Digital

BALIKPAPAN – Bank Indonesia (BI) terus berusaha membantu pemerintah menggerakkan…

Selasa, 14 September 2021 11:07

Industri Batu Bara Kian Cemerlang

Harga batu bara terus mengukir sejarah baru dengan menyentuh level…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers