MANAGED BY:
SABTU
25 SEPTEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

UTAMA

Selasa, 03 Agustus 2021 10:51
Lion Air Rumahkan 8 Ribu Karyawan

INACA Prediksi 2024 Trafik Domestik Normal

Maskapai Lion Air

JAKARTA- Fenomena industri maskapai “melawan” pandemic” terjadi di seluruh dunia. Industri penerbangan Indonesia pun tak kalah kritis dalam upayanya bertahan. Sebagai salah satu jalan yang diambil demi memperpanjang napas perusahaan adalah mengurangi pengurangan tenaga kerja.

Lion Air Group, sebagai salah satu maskapai terbesar di Indonesia, mengaku bahwa dalam kondisi pandemi, operasional armadanya hanya 10 sampai 15 persen dari kapasitas normal sebelum Covid-19 menyebar. Saat itu, mereka rata-rata beroperasi sampai 1.400 penerbangan per hari.

Corporate Communications Strategic Lion Air Danang Mandala Prihantoro mengatakan bahwa kondisi pendapatan perusahaan sangat minimal. Di sisi lain, banyak komitmen finansial yang harus dipenuhi. ”Juga terjadi pembatasan perjalanan dan pengurangan frekuensi sementara operasional pada rute-rute penerbangan tertentu serta biaya-biaya harus ditanggung masih cukup besar,” ujarnya.

Oleh sebab itu, lanjut Danang, Lion Air Group sedang menjalankan pemetaan agar lebih fokus penguatan di seluruh lini bisnis yang berdampak secara keseluruhan. Skema pemulihan (recovery and reorientation) ditempuh guna menjaga keberlangsungan usaha dan menjadikan bisnis berada pada sektor yang tepat.

Berdasarkan hasil pemetaan, sambung Danang, jumlah produksi pekerjaan dengan sumber daya manusia tidak sesuai secara perhitungan alias tidak berimbang. ”Oleh karena itu, dalam jangka waktu yang diperlukan, Lion Air Group mengumumkan pengurangan tenaga kerja dengan merumahkan karyawan dengan status bukan PHK.” tegasnya.

Menurut Danang, jumlah karyawan yang dirumahkan adalah sekitar 25-35 persen karyawan dari 23.000 karyawan atau sekitar 8.000 karyawan. Selama mereka berstatus dirumahkan, Lion Air Group akan berusaha membantu memberikan dukungan biaya hidup sesuai kemampuan perusahaan. ”Selama dirumahkan akan diadakan pelatihan secara virtual sesuai dengan bagian unit masing-masing. Keputusan itu berlaku sampai pemberitahuan lebih lanjut,” bebernya.

Sekretaris Jenderal Indonesia National Air Carriers Association (INACA) Bayu Sutanto menambahkan bahwa jika pandemi masih berkepanjangan, maka mengurangi jumlah karyawan merupakan konsekuensi logis dari krisis di industri penerbangan. ”Tergantung dari maskapai bagaimana pilihannya untuk bertahan,” ujarnya.

INACA memprediksi pemulihan sektor penerbangan diprediksi akan membaik pada 2022. Namun, baru akan menyentuh trafik normal diperkirakan pada 2024 untuk penerbangan domestik dan 2026 untuk penerbangan internasional. ”Tingkat akurasi prediksi ini bergantung pada vaksinasi, seberapa efektif dan cepat,”ujarnya. (agf/dio)


BACA JUGA

Jumat, 24 September 2021 13:51

Draf RUU Kaltim Tak Bahas IKN

BALIKPAPAN–Penyusunan Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Kaltim terus dikebut. Ditargetkan…

Jumat, 24 September 2021 13:50

Pesut Mahakam Hidupnya Makin Terancam

Hidup pesut mahakam makin nelangsa. Hanya sungai kecil di ujung…

Jumat, 24 September 2021 13:07

Tak Mudah Mendapatkan Plasma Konvalesen

KETIKA kasus Covid-19 berada di puncaknya, Unit Transfusi Darah Palang…

Kamis, 23 September 2021 15:36

Ironi Tambang di Bukit Tengkorak, Konsep Forest City di IKN Terkesan Retorika

Gerak cepat pengungkapan kasus tambang ilegal di konsesi PT Multi…

Kamis, 23 September 2021 15:11

Sengketa Lahan di Dekat IKN Makin Banyak, Disarankan Bentuk Tim Terpadu

PENAJAM -Sengketa lahan di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) terus…

Rabu, 22 September 2021 13:25

Gara-Gara Ini, Level PPKM Balikpapan Batal Turun

BALIKPAPAN-Pemerintah mengumumkan Kota Balikpapan masih masuk Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat…

Selasa, 21 September 2021 13:15

Perlu Rp 628 Miliar Tangani Banjir Balikpapan

BALIKPAPAN-Masalah banjir masih menghantui Balikpapan hingga akhir tahun. Pasalnya, Kota…

Senin, 20 September 2021 11:04

Kebun Sawit Rambah Tahura Bukit Soeharto, Program Kemitraan Konservasi Jadi Celah Alasan

TENGGARONG-Selain tambang ilegal, kebun sawit liar juga dituding ikut merusak…

Senin, 20 September 2021 11:01

PI 10 Persen untuk PPU Tunggu Gubernur

PENAJAM-Participating interest (PI) 10 persen pengelolaan blok migas jatah Pemerintah…

Senin, 20 September 2021 11:00

Rosatom Bangun Industri Nuklir, Kerja Sama Batan-Pemprov Kaltim di Buluminung

Perusahaan energi atom Rosatom Rusia bersama Pusat Kajian Sistem Energi…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers