MANAGED BY:
SENIN
20 SEPTEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

KALTIM

Selasa, 03 Agustus 2021 10:44
Wabup Minta Benahi SDM Perumda Bukan Pembubaran
Hamdam

Pro dan kontra pembubaran Perumda Benuo Taka Penajam Paser Utara (PPU) hingga kini terus bergulir.

 

PENAJAM-Wakil Bupati (Wabup) PPU Hamdam turut menanggapi wacana pembubaran badan usaha milik daerah (BUMD) itu. Alasan pembubaran karena perumda tidak memberi kontribusi pendapatan asli daerah (PAD) yang signifikan. Terlebih, jika dibandingkan dana penyertaan modal dari pemerintah daerah Rp 52,6 miliar. “Manajemennya saja yang dibenahi termasuk mengganti personel yang tidak kompeten. Tidak perlu dibubarkan perumda-nya,” kata Wabup PPU Hamdam kepada Kaltim Post, kemarin.

Ia tak menafikan minimnya kontribusi PAD dari Perumda Benuo Taka. Namun, ia menegaskan, itu bukan alasan membubarkan lembaganya. Mengapa pemasukan PAD minim, ia menyebut, perumda salah kelola. “Ada yang salah dalam pengelolaannya. Makanya yang perlu dievaluasi sumber daya manusia (SDM)-nya bukan perumda/perusda atau apalah namanya. Karena keberadaan perumda diperlukan untuk mewakili pemerintah dalam kerja sama investasi baik dengan BUMN termasuk swasta lainnya,” kata Hamdam.

Berdasarkan penelusuran koran ini, perumda menerima penyertaan modal Rp 52.641.416.037. Jumlah itu diterima perumda sejak didirikan 2003-2021, terbagi jadi tiga kali. Pertama 2012 Rp 20 miliar; kedua 2017 Rp 3 miliar, dan ketiga 2021 Rp 29.641.416.037. Untuk 2021 ini dana yang cair baru Rp 2,5 miliar sebagaimana dibenarkan Kepala Badan Keuangan (BK) PPU Tur Wahyuni Sutrisno saat dikonfirmasi harian ini.

Sedangkan kontribusi PAD dari perumda, media ini mendapatkan data dari Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) PPU Tohar. Untuk 2 tahun terakhir (2019, 2020), jelas Tohar, kontribusi PAD Perumda Benuo Taka Rp 0. Sementara, 2018 target PAD Rp 5.040.179.924 realisasi Rp 4.723.091.851,75.

Pembubaran perumda kali pertama disampaikan dua mantan anggota DPRD PPU Fadliansyah, dan Abdul Rahman. Kemudian, Sekretaris Badan Advokasi Indonesia (BAI) Kaltim Aan Wahyudi. Mereka sependapat perumda ini dibubarkan akibat minimnya setoran PAD. Bahkan, Aan Wahyudi menyebut, perumda hanya digunakan oknum tertentu di perumda untuk mencari uang atas nama pribadi dan kelompok. “Saya punya buktinya, bukti transfer,” kata Aan Wahyudi.

Penolakan pembubaran perumda datang dari Ketua Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) DPRD PPU Wakidi, dan Ketua Komisi III Bidang Pembangunan dan Ekonomi DPRD PPU Rusbani. Wakil rakyat ini sepakat dilakukan evaluasi menyeluruh sejak mulai berdirinya perumda era 2003 hingga 2021 ini. Kata mereka, minimnya kontribusi PAD terjadi sejak kepemimpinan perumda sebelumnya.

Mantan calon direksi Perumda Benuo Taka Husein pun turut bicara. Menurut dia, pembubaran bukan solusi. “Dalam waktu dekat ini saya mau menemui dirut perumda untuk bahas peningkatan PAD. Saya melihat ada sekitar kurang lebih Rp 10 sampai Rp 24 miliar PAD kita yang loss. Saya belum berbicara masalah Rp 52,6 miliar yang digelontorkan. Dan ini perlu saya sampaikan pada dirut apakah dia tahu atau tidak. Harapan saya amankan PAD yang ada jangan sampai loss setiap tahun” kata Husein.

Terkait minimnya PAD, wacana pembubaran, dan tudingan Sekretaris BAI Kaltim Aan Wahyudi belum mendapatkan tanggapan dari Dirut Perumda Benuo Taka PPU Herianto. Konfirmasi media ini tidak dijawab.(ari/far/k15)

loading...

BACA JUGA

Senin, 20 September 2021 10:58

Program Redistribusi Lahan Berlanjut, Pemkab Fasilitasi Kepemilikan Warga

SANGATTA – Pembebasan lahan kawasan hutan yang sudah dihuni masyarakat…

Senin, 20 September 2021 10:56

Batching Plant Belum Berizin, Mutu Beton Dipertanyakan, Pemkab Janji Tindak Tegas

SAMBALIUNG – Wakil Bupati Berau Gamalis mengatakan, pemkab akan mengambil…

Senin, 20 September 2021 10:54

Vaksinasi Sasar Santri Pesantren, Kejar Target Herd Immunity hingga Akhir Tahun di Berau

TANJUNG REDEB - Kepala Dinas Kesehatan (Diskes) Berau Iswahyudi memastikan…

Senin, 20 September 2021 10:53

Tak Kunjung Beroperasi, Pemprov dan Pemkab Kelola Mandiri KEK Maloy Batuta

Belum jelasnya investasi di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Maloy Batuta…

Senin, 20 September 2021 05:17

Polsek Loa Kulu Sudah Periksa Empat Oknum Penambang Ilegal dan Sita Excavator yang Garap Lahan MHU

Terkait adanya penemuan oknum lain yang melakukan kegiatan pengerukan baru…

Senin, 20 September 2021 05:13

Lahan MHU di Desa Margahayu Kukar Digarap Oknum

Tim Patroli PT Multi Harapan Utama (MHU) menemukan adanya kegiatan…

Minggu, 19 September 2021 22:20

Konsesi PT MHU Dikupas Pihak Lain, Perusahaan Lapor Polisi, Alat Berat Diamankan

TENGGARONG - Dugaan aktivitas tambang ilegal di konsesi PT Multi…

Minggu, 19 September 2021 14:03

Pupuk Kaltim Raih 3 Kategori Penghargaan ISDA 2021

PT Pupuk Kalimantan Timur (Pupuk Kaltim) meraih tiga kategori penghargaan…

Sabtu, 18 September 2021 10:23

Vaksinasi di Paser Masih 22 Persen

TANA PASER – Sejak dimulai program vaksinasi awal tahun ini,…

Sabtu, 18 September 2021 10:22

Pengumpul Koin untuk APBD di Penajam Paser Utara Diteror

PENAJAM - Pengumpulan uang koin dari masyarakat yang dikoordinasi oleh…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers