MANAGED BY:
KAMIS
21 OKTOBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA
Senin, 02 Agustus 2021 10:39
Cinta Dua Puluh Karat
ilustrasi amroe

Oleh : Rauhiyatul Jannah

Berkali-kali Joko menghela napas. Sudah waktunya dia mengakhiri masa indah di ranjang pengantin. Habis sudah cuti menikahnya. Dirinya harus turun “narik”. Membawa tunggangan raksasa membelah jalur menuju Kutai Timur.

“Huh...Mas, kok males ya, Dik. Pengin ngeloni kamu aja. Mas wedi, orang ganggu kamu,” bisik Joko ke telinga Rusmini.

“Hah?” Rusmini bereaksi dengan wajah bingung karena tak paham.

“Aku pengen berduaan terus. Takut kamu diambil orang,” tegas Joko.

“Ooo... ah, piyan ini. Rayu barait. Supan ulun nah. Cinta banar kah wan ulun?” Rusmini sang istri memeluk pinggang Joko dengan mesra.

“Cinta Mas gueede tenan. Dua puluh karat, dik.” Dikecupnya bibir Rusmini, manis. Kulit wajah Rusmini yang putih bersemu merah.

Meski mereka kadang tidak satu frekuensi berbahasa, tak menyurutkan gelombang cinta di antaranya. Joko hanya manggut-manggut jika tak paham bahasa Rusmini, begitu pun sebaliknya.

Diremasnya jemari sang istri, yang baru seminggu lalu dinikahinya. Berat rasanya meninggalkan wanita mungil berparas ayu itu. Aroma lavender yang menguar dari rambut sang istri membuatnya malas beranjak dari peraduan asmara mereka. Berkali-kali dihelanya napas panjang. Masa iya, lagi-lagi tidur malam di jok truk, berdempetan dengan Hamka yang berbau terasi.

“Aa Joko, ulun cinta mati wan piyan. Hati lun gasan piyan ja, Aa ai. Cinta lalu wan piyan. Munnya makanan tu kadada duanya piyan ni, kaya tarung babanam basambal acan.” Rusmini membelai rambut sang suami yang bersender duduk di sampingnya.

Hanya separuh sebenarnya bahasa Rusmini yang dimengerti Joko. Hanya di bagian cinta mati. Itu sudah cukup bagi Joko, untuk tak berkutik bertekuk lutut memuja Rusmini. Dipandanginya lenggang pinggang Rusmini yang beranjak membuatkan kopi, dan menyajikan semangkuk sup hangat.

 “Tapi Aa, kita jua perlu duit Aa. Yu ha, Aa tulak begawi. Lakasi dihabisi kupi piyan nah. Supaya kuat bagawi. Kaina datang kernet nah.” Rayu sang istri lagi. Joko mengiyakan, menuruti menyeruput sajian olahan Rusmini.

Benar saja, tak lama si Hamka, tetangga sekaligus kernet Joko yang menemaninya bertugas, datang menyambangi. “Narek kita Mas Jok...” teriak Hamka dari pagar, sambil berdiri tak jauh dari truk yang terparkir di sana.

“Ya...” balas Joko tak kalah kencang, agar terdengar di luar. Gegas diseruput Joko sisa kopinya.

Sembari mengulurkan tangan, mencium takjim tangan sang suami, Rusmini kembali mendekatkan wajah ke telinga Joko. Saking dekatnya sampai-sampai bulu roma Joko kembali meremang menimbulkan hasrat.

“Ading nunggui piyan ya, Aa... cari duit yang banyak. Supaya kita lakas sugih,” bisik Rusmini sambil menggelayut manja di bahu Joko. Dikecupnya pipi sang suami sampai bekas lipstiknya yang merona, menempel di sana.

“Uuh, koe itu dik. Bikin Mas mu ini rak karu-karuan.” Joko bertingkah seperti anak SD. Kemudian keduanya cekikikan di teras rumah, sebelum akhirnya Joko melepaskan pelukannya dan menjauhi pekarangan. Rusmini mengiringinya dengan lambaian dan senyuman.

Hamka yang berdiri di samping truk menelan ludah sebab iri. Bagaimana tidak, Rusmini yang bahenol itu begitu menggoda. Joko begitu beruntung. Baru setengah tahun yang lalu mengenal Rusmini, si penjaga warung seksi itu, Joko sudah bisa mempersuntingnya. Sementara Hamka, yang sudah lama mengenal Rusmini tak punya kesempatan.

Diin, diiin...

Joko sudah duduk di belakang kemudi truk, Hamka pun duduk di sebelahnya dengan setia. Tak lepas mata Rusmini menatap lelaki hitam manis yang menjadi suaminya itu, dengan mata berembun. Tapi dipaksakannya tetap tersenyum agar lelaki pujaannya itu tak berat hati pergi mencari nafkah.

Dipandanginya truk dengan bak berwarna kuning itu berjalan pelan menyusuri badan jalan, lalu menghilang di tikungan.

“Ah, ulun ini kenapa sih,” bisik Rusmini pada hatinya.

Titik sebulir air dari mata Rusmini. Sejak sebelum menikah pun dia sudah tahu pekerjaan suaminya. Tak semestinya dia bermanja-manja lalu menghalangi sesuatu yang menjadi kewajiban. Mungkin ini pertanda cinta, tepisnya agar tak lagi berasa galau.

Malam telah semakin gelap. Truk yang dikendarai Joko pun telah jauh dari Samarinda menuju Muara Wahau. Badan truk bergoyangan tak beraturan, sebab melintas jalur yang mulai koyak luas di kiri dan kanan jalan.

“Kapan iki bener’e, jalan kok kaya kudis menahun. Nggak ada mulus-mulusnya. Untung nggak hujan. Kalo nggak udah kayak bubur ini,” keluh Joko.

“Njih Mas, untung dah biasa. Kalo Rusmini yang sampeyan ajak, bisa-bisa sepanjang jalan dia mual. Jalan kaya odong-odong kerasukan setan,” kelakar Hamka. Keduanya gelak tertawa.

“Setel dangdut, Mas?” tanya Hamka. Joko tak menoleh. Matanya fokus ke jalan poros yang minim penerangan. Hanya kepalanya yang mengangguk setuju.

Hamka segera menyetel musik koplo, memenuhi ruang supir. Tubuh kernet itu seketika bergoyang-goyang seirama musik yang menghentak. Joko hanya sesekali tersenyum melihat tingkah Hamka yang asyik menikmati musik.

Joko sendiri sebenarnya tak terlalu menyukai musik dangdut. Padahal Rusmini istrinya jika bernyanyi dangdut tak kalah merdu dari biduan ibu kota.  Ini soal selera. Joko malah suka tembang keroncong. Mungkin sebab ibunya yang penggemar keroncong. Semenjak Joko dalam kandungan sudah kerap dijejali alunan keroncong dari senandung sang bunda, meski sumbang.

Malam semakin pekat saat jalan semakin menukik, dengan lubang besar menganga bertambah ganas. Joko menarik napas berkali-kali.

“Ka, matikan sebentar. Makin rusak saja jalur. Biar fokus dulu,” ujar Joko sedikit kencang. Musik yang masih menghentak mengganggu konsentrasinya. Namun tak ada sahutan.

Ditolehnya sisi kiri, rupanya Hamka si kernet sudah menganga dengan mata terpejam. Suara dengkurannya tenggelam karena musik yang keras.

“Argh, si Hamka!” spontan tangan Joko menoyor kepala Hamka yang miring ke arahnya. Lelaki itu tak bergeming, hanya beralih posisi. Terpaksa Joko mematikan sendiri pemutar musik di depannya.

Belum sempat tangannya menekan tombol di depannya, entah dari mana tiba-tiba cahaya silau menyeruak memenuhi mata Joko.

Braaak!!!!

Allah....

Sebuah truk berukuran lebih besar menyeruduk tunggangan Joko dengan keras, yang sebelumnya pindah haluan akibat lubang raksasa di kanan jalan. Tumbukan keras tak terelakkan. Malam yang hening itu jadi saksi bisu kecelakaan.

Joko tak hilang kesadaran. Dia melihat semuanya. Setelah tumbukan keras mobil hilang arah dengan cepat kemudian sempat terhenti, terhalang sebuah pohon.

Diingatnya bagaimana Hamka yang terbangun akibat benturan, langsung lari seketika menyelamatkan diri. Padahal tangan Joko menggapai-gapai meminta bantuan. Kakinya terjepit pedal dan keping pintu yang penyok.

Setelah beberapa menit Joko berusaha melepaskan diri, tubuhnya terasa terhempas keras kedua kali. Kali ini terasa berputar. Joko tak tahu lagi apa yang terjadi. Dia hanya merasakan lembab dan gelap. Terdengar suara Joko mengerang berkali-kali di tengah pekat malam menjelang subuh.

Suaranya kian lemah tenggelam di antara dahan-dahan pohon berdaun lebat. Rupanya truk yang dikemudikannya terguling ke jurang. Di kejauhan terdengar teriakan orang-orang. Samar di telinga Joko, bunyi sirine bergantian meraung.

“Dik, dik... Rusmini,” bisik Joko pelan, kemudian memejamkan mata. (***/dwi) 


BACA JUGA

Senin, 18 Oktober 2021 15:06

Seolah Jokowi Hendak Reshuffle Risma

KANAL YouTube masih dijadikan sebagai media untuk menyebarkan informasi menyimpang. Misalnya…

Jumat, 15 Oktober 2021 13:36

Sebar Hoax Patung Moai Pulau Paskah sebagai Berhala Makkah

WARGANET yang satu ini rupanya buru-buru mem-posting gambar tanpa menelusuri…

Rabu, 13 Oktober 2021 12:07

Video Tarian 2019 Dikait-kaitkan PON XX Papua

REKAMAN Presiden Joko Widodo tengah berjoget dengan masyarakat Papua mendadak…

Selasa, 12 Oktober 2021 10:24

Vaksinasi Covid-19 Tidak Memengaruhi Warna Darah

INFORMASI palsu seputar vaksinasi masih mudah dijumpai di media sosial.…

Rabu, 06 Oktober 2021 13:37

Priyo Budi Santoso Dikira Warga Negara Tiongkok

KOLASE dua foto yang dibagikan akun Facebook Saefulxrekul Movie On…

Senin, 04 Oktober 2021 12:12

Dua Warga Malaysia Menculik Ambil Organ Tubuhnya

Dalam dua hari terakhir, kembali muncul isu penculik anak bergentayangan…

Jumat, 01 Oktober 2021 10:49

Hoaks Video Hiu Bikin Jaringan Telkomsel dan IndiHome Ngedrop

 GANGGUAN jaringan internet Telkomsel dan IndiHome beberapa hari lalu langsung…

Jumat, 01 Oktober 2021 10:48

Kabar Palsu tentang Surat Pencopotan Anies Baswedan

BEBERAPA pembuat hoaks menggunakan kanal YouTube untuk menyebar kegaduhan. Mereka membuat…

Rabu, 29 September 2021 10:26

Bukan Banjir Darah Sungguhan

HOAKS tentang Afganistan masih banyak ditemui di media sosial. Salah satunya…

Sabtu, 18 September 2021 10:40

Hoax Aplikasi PeduliLindungi Buatan Singapura

KABAR palsu kali ini menyasar aplikasi pelacakan kontak digital untuk Covid-19…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers