MANAGED BY:
KAMIS
19 MEI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | NASIONAL

LIFESTYLE

Senin, 02 Agustus 2021 10:34
Nikmati Sensasi Berlibur ke Turki
CIKAL-BAKAL: Efesos (Efesus) kota Yunani kuno. Cikal bakal Kota Romawi, terletak di pesisir barat Asia Kecil, dekat Sel├žuk modern, Provinsi Izmir, Turki.

Berlibur di tengah pandemi Covid-19 benar-benar menjadi pengalaman tak terlupakan. Terutama untuk memastikan bahwa perjalanan itu benar-benar sudah “aman” dari risiko pandemi.

 

HAL itu yang benar-benar menjadi pertimbangan Shanty, warga Kelurahan Sidodadi, Kecamatan Balikpapan Barat, Balikpapan. Sebab, pandemi Covid-19 membuat tidak banyak pilihan destinasi yang bisa dikunjungi karena pembatasan akses. “Jadi, kami mempertimbangkan, apakah ingin liburan dalam negeri atau luar negeri,” ucapnya.

Setelah mencari referensi, ia menemukan negara yang tetap terbuka untuk kehadiran wisatawan negara lain, yaitu Turki. Setelah memastikan kondisi di sana dan mengumpulkan referensi seputar negerinya Recep Tayyip Erdogan itu, dia memutuskan untuk bertolak ke sana. Negara jejak khalifah, peradaban Islam, dan trans benua itu. Ia berharap dapat mengunjungi destinasi wisata negara Timur Tengah itu.

MENAWAN: Kesultanan Ahmed di Turki yang menawan dilihat dari seberang selat yang menawan dan elegan.

 

 

Sejak itu, Shanty getol mencari informasi seputar cara untuk menikmati liburan di sana selama pandemi Covid-19 berlangsung. “Akhirnya kami melengkapi persyaratan masuk Turki, yang ternyata tidaklah rumit seperti yang banyak orang pikirkan. Kami hanya perlu memiliki paspor dan visa pengunjung yang bisa dibantu oleh agen travel perjalanan tepercaya,” katanya.

Langkah awal sudah dilalui. Tahap berikutnya, saat memasuki negara Turki hanya diminta menggunakan polymerase chain reaction (PCR). Yakni pemeriksaan molekuler yang dilakukan dengan metode amplifikasi atau memperbanyak materi genetik virus atau bakteri. Tes PCR sering dilakukan untuk mendeteksi keberadaan virus atau bakteri yang menyebabkan penyakit tertentu.

Namun, sekarang ini peraturan memasuki Republik Turki lebih dipermudah karena hanya cukup melampirkan hasil surat keterangan non-reaktif dari tes rapid antigen. Akhirnya, bulat ia memutuskan liburan ke negara ini. “Penerbangan Balikpapan-Jakarta-Istanbul direct flight 12 jam keberangkatan jam 21.00 WIB-05.00 waktu Istanbul perjalanan yang harus kami tempuh dengan pesawat komersial,” kata Shanty.

 

Terdapat perbedaan waktu empat jam dari waktu Indonesia bagian barat. Perjalanan yang nyaman, menyenangkan, dan tetap menerapkan protokol kesehatan (prokes) sesuai standar Badan Kesehatan Dunia (WHO). Tetap menggunakan masker dan hand sanitizer yang sudah disiapkan oleh maskapai penerbangan.

“Sampailah kami di Bandara Internasional Atatürk (IST), yang merupakan bandara internasional utama di Istanbul, kota terpadat Turki. Kami dijemput oleh agen travel di sana dan siap melakukan perjalanan keliling Turki, dan yang spesial lagi negara Turki terbagi oleh dua benua Eropa dan Asia itu,” katanya.

Saat memasuki Turki, tidak ada peraturan dari negara tersebut yang meminta wisatawan untuk melakukan karantina. “Mulailah kami melakukan perjalanan mengelilingi negara dua benua ini. Delapan hari perjalanan yang sangat luar biasa yang kami dapatkan di negara yang disebut sebagai negara jejak khalifah itu,” ujarnya.

Setelah sepekan lebih di sana, tiba saatnya kembali ke Tanah Air, Indonesia.  Menempuh perjalanan 12 jam dari Turki menuju Indonesia. Sesampainya di Indonesia 3 Januari 2021 ia langsung mengisi surat izin kedatangan syarat masuk ke Indonesia. “Kami langsung diminta untuk karantina ke hotel yang saat itu sudah ditentukan oleh pihak Satuan Tugas Covid-19 di bandara,” katanya.

“Kami diminta naik bus dan diantar ke hotel tempat karantina selama lima hari di Jakarta. Kami diminta untuk menandatangani surat pernyataan bersedia dikarantina dan menjalankan protokol kesehatan. Selama lima hari satu kamar satu orang, dan alhamdulillah, semua fasilitas gratis. Sampai dari kedatangan kamar hotel, swab pertama makan tiga kali sehari dan swab kedua harus negatif agar kami dapat dipastikan sehat saat kembali ke rumah,” kata Shanty. Pada Juli 2021 Shanty kembali berlibur ke negara yang sama dengan tetap mengikuti standar WHO. Kemudahan memasuki Turki membuatnya ia kangen ingin berlibur lagi ke sana. (ari arief/ndy/k16)


BACA JUGA

Rabu, 17 Oktober 2012 10:36

RS IA Moeis Menuju Excellent Service

<div style="text-align: justify;"> <strong>LANGKAH</strong> cepat untuk…

Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers