MANAGED BY:
SABTU
04 DESEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

PRO BISNIS

Sabtu, 31 Juli 2021 12:35
PPKM Berdampak ke Okupansi
Perhotelan Atur Siasat Tetap Bertahan
ilustrasi

SAMARINDA-Pusat perbelanjaan memang terpukul setelah pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) dijalankan. Bahkan secara nasional, pemutusan hubungan kerja (PHK) di sektor itu mencapai 44 ribu orang. Kini bisnis perhotelan se-Indonesia turut terancam melakukan hal serupa.

Humas Indonesian Hotel General Manager Association (IHGMA) Kaltim Armunanto Somalinggi mengatakan, kalau pandemi masih terus berlanjut, disertai aturan seperti PPKM tentunya akan ada badai PHK besar-besaran di sektor perhotelan. Tentunya pelaku usaha harus melakukan efisiensi. Salah satunya mengurangi biaya produksi lewat PHK.

“Kami akan lakukan PHK, atau karyawan dirumahkan, penyesuaian jam kerja dan sebagainya pasti dilakukan jika keadaannya terus seperti ini,” jelasnya.

Menurutnya, penyesuaian pasti ada, di tengah omzet yang terus menurun. PHK menjadi salah satu cara efisiensi agar bisa bertahan. Itu kembali lagi seperti awal pandemi, semua bisnis terancam melakukan PHK besar-besaran, karena tidak sanggup membayar gaji karyawan.

Sebab, aturan PPKM ini, selain menggerus okupansi, kebijakan itu juga membuat pelaku usaha hotel kehilangan penghasilan lain. Seperti penyewaan ballroom, ruang rapat, dan sebagainya. Bahkan termasuk menggerus bisnis food and beverage di perhotelan. Aturan tidak boleh makan di tempat, membuat bisnis itu juga tidak bisa banyak menjual produk.

Sehingga, PPKM bakal berdampak pada PHK massal dan dirumahkannya ribuan hingga ratusan ribu karyawan di sektor perhotelan secara nasional.

Pasalnya, pengetatan kegiatan masyarakat tersebut akan membuat occupancy rate yang hanya tersisa 30 persen makin turun dan pengusaha makin kesulitan menutup biaya operasional, termasuk menggaji karyawan.

Dikatakan, sektor perhotelan itu yang kerja sekitar 1,4 juta sekitar 50 persennya sudah dirumahkan dan di-PHK karena pandemi tahun lalu. Jadi, sekitar 700 ribuan sisanya berpotensi akan di-PHK atau dirumahkan lagi.

“Keadaannya memang menderita dan cukup berdarah-darah. Sebab, okupansi kita rata-rata di Kaltim hanya 30 persen. Kemungkinan PHK bisa saja dilakukan, atau penyesuaian lain,” jelasnya.

Okupansi mencapai 30 persen itu, menurun dibandingkan sebelum PPKM okupansi sudah mulai membaik di angka 60-70 persen. Saat ini drastis menurun akibat kebijakan PPKM. Meski, okupansi saat ini tidak seburuk awal pandemi pada 2020 yang di bawah 10 persen. Satu hotel hanya terisi satu atau dua kamar.

Namun, PPKM saat ini betul-betul menguras tenaga. Sebab, lamanya pandemi benar-benar menyulitkan berbagai lini bisnis. Saat ini, berbagai kebijakan pemerintah tetap harus ditaati. Jika ada kelonggaran, mungkin pelaku usaha bisa agak bernapas.

“Tapi untuk bertahan, sejumlah penyesuaian harus dilakukan. Kami akan semaksimal mungkin melakukan efisiensi, untuk awal mungkin akan dilakukan penyesuaian kerja seperti awal pandemi,” pungkasnya. (ctr/rom/k15)


BACA JUGA

Jumat, 03 Desember 2021 10:25

November, Inflasi Kaltim Capai 0,17 Persen

SAMARINDA - Kaltim pada November 2021 mengalami inflasi sebesar 0,17…

Jumat, 03 Desember 2021 10:24

Beri Atensi Petani Mandiri, Pemerintah Daerah Diminta Fokus Hilirisasi Kelapa Sawit

Komoditas kelapa sawit memiliki potensi yang sangat besar untuk dijadikan…

Jumat, 03 Desember 2021 10:22

Dorong Pemerintah Elektrifikasi Kendaraan, Kurangi Emisi Gas, Atasi Efek Rumah Kaca

BALIKPAPAN – Pengusaha mendorong pemerintah segera melakukan pengendalian emisi dunia.…

Kamis, 02 Desember 2021 21:02

Daihatsu Ikut Lindungi Penyu

KEBUMEN - Daihatsu concern terhadap pelestarian penyu sebagai hewan langka…

Kamis, 02 Desember 2021 15:05

All New Xenia Kini Hadir dengan Penggerak Depan

SEMARANG - Setelah resmi diluncurkan pada pertengahan November lalu, Daihatsu…

Kamis, 02 Desember 2021 11:21

Penyebaran Covid-19 Melandai, Transportasi Paling Tinggi Sumbang Inflasi Kaltim November 2021

SAMARINDA - Pada November 2021, Kaltim mengalami inflasi yang rendah…

Kamis, 02 Desember 2021 10:34

Waspadai Percepatan Kebijakan Moneter, Butuh Active Income, Bukan Passive Income

BALIKPAPAN – Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Balikpapan bertekad untuk…

Kamis, 02 Desember 2021 10:32

Usulkan Balikpapan Jadi Destinasi MICE

BALIKPAPAN - Wakil Ketua II Bidang Pemasaran, Promosi dan Destinasi…

Kamis, 02 Desember 2021 10:31

Terbukti Bisa Bertahan, Waktunya Memacu Ekonomi Kreatif

Ekonomi kreatif dinilai menjadi salah satu sektor usaha yang bisa…

Kamis, 02 Desember 2021 10:28

Meski Masih Proses Pemulihan, Pelaku Pariwisata Samarinda Harus Optimistis

SAMARINDA - Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 3, yang…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers