MANAGED BY:
SABTU
25 SEPTEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

UTAMA

Rabu, 28 Juli 2021 14:23
Masyarakat Tanpa Penyakit Penyerta Kini Juga Rentan
ilustrasi

SAMARINDA–Sekitar 21 ribu orang di Kaltim tengah menjalani perawatan karena terpapar Covid-19. Ahli memperkirakan, puncak kasus sedang terjadi di Indonesia. Seperti Selasa (27/7), penambahan kasus harian positif Covid-19 di provinsi ini menembus angka 2.009 orang. Kondisi ini membuat sejumlah rumah sakit kewalahan. Disebabkan gejala yang dialami para pasien cukup parah dibandingkan gelombang tahun lalu. Di sisi lain, target capaian vaksinasi masih rendah.

Walaupun, target vaksinasi untuk tenaga kesehatan (nakes) dan pelayan publik sudah melebihi target. Namun, untuk vaksinasi dengan target 189.533 lanjut usia (lansia), baru 24,7 persen. Sedangkan, target 1.974.955 juta masyarakat umum baru 5,13 persen. Lalu, remaja baru 0,34 persen. Kepala Dinas Kesehatan Kaltim Padilah Mante Runa menjelaskan, Covid-19 varian delta ini memang lebih membahayakan dibandingkan sebelumnya. Jika dahulu pasien Covid-19 rentan pada mereka yang memiliki comorbid atau penyakit penyerta, maka berbeda pada varian delta kali ini yang juga bisa ganas pada kasus non-comorbid.

"Varian delta ini yang diserang saturasi oksigen kita. Makanya banyak yang perlu oksigen," terang Padilah. Berdasarkan keterangan Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Muhadjir Effendy saat berkunjung ke Balikpapan Senin (26/7), Kaltim masih kekurangan kira-kira 15 ton oksigen per hari. Akibat sesak yang menyiksa, tak sedikit pasien yang menyerah. Apalagi, varian delta lebih infeksius dan lebih mudah menular dibandingkan varian sebelumnya. Padilah mengatakan, kuncinya saat ini adalah penggunaan masker. Benar-benar harus disiplin menggunakan masker. Sebab, virus ini tak terlihat dan bisa saja ada di udara sekitar kita. Disadarinya, seberapa pun ditambah kapasitas rumah sakit, tidak akan mampu menampung jika sampai seluruh masyarakat terkonfirmasi positif.

Apalagi, tenaga kesehatan saat ini juga tengah kewalahan. Tak terhitung lagi sudah jumlah nakes yang juga terinfeksi Covid-19. Di sisi lain, masyarakat juga banyak yang kesehatannya rentan. Salah satu jenis penyakit yang banyak diderita adalah hipertensi. Berdasarkan data Badan Litbangkes Kementerian Kesehatan 2019, prevalensi hipertensi di Kaltim jadi nomor tiga di seluruh Indonesia. Kaltim memiliki skor 39,30 yang lebih tinggi dari skor nasional, yaitu 34,11. Tanpa Covid-19, penyakit ini pun sebenarnya sudah berbahaya. Tak sedikit ruang perawatan rumah sakit yang dipenuhi pasien hipertensi.

Gubernur Kaltim Isran Noor mengingatkan masyarakat untuk tetap berhati-hati ketika beraktivitas. Karena, pandemi Covid-19 masih terjadi dan cenderung saat ini meningkat. Bahkan, kasus meninggal pun mengkhawatirkan. "Jadi, kita tetap hati-hati saat ini. Siapa saja bisa terpapar. Klasternya pun sekarang sudah meluas. Akibat dari virus delta itu, ada dua hari saja yang tertular bisa lewat (wafat). Karena itu, kita harus bersama hati-hati. Jauhi berkerumun, tetap bermasker dan jaga imunitas tubuh agar selalu sehat," sambungnya.

Saat ini, sudah dilakukan konversi tempat tidur di rumah sakit, dicadangkan sampai 40 persen untuk pasien Covid-19. "Kami mencoba tidak ada lagi pasien terkonfirmasi yang isoman (isolasi mandiri) di rumah, sehingga jika ada perburukan (kondisi menurun) bisa ditangani dengan baik," tutur Isran. Meski begitu, penambahan kapasitas memang tidak mudah. Jika konversi ruang perawatan bisa dilakukan, tetapi masalahnya adalah tenaga kesehatan yang merawat. Saat ini saja, 250 tenaga kesehatan di RSUD Abdul Wahab Sjahranie (AWS), tengah menjalani isolasi mandiri setelah terpapar Covid-19. Di sisi lain, masyarakat yang butuh perawatan kesehatan selain Covid-19, juga masih banyak. (nyc/riz/k15)

loading...

BACA JUGA

Sabtu, 25 September 2021 12:30

Wanita Cantik yang Ditusuk dan Dibuang Jasadnya di Jalan Poros Samarinda Tenggarong, Polisi: Sudah Direncanakan

SAMARINDA - Pembunuhan Juwanah alias Julia (25) di dalam mobil…

Sabtu, 25 September 2021 12:20

Azis Syamsuddin Dijemput Paksa KPK

JAKARTA – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengambil langkah tegas terhadap…

Sabtu, 25 September 2021 10:14
Kasus Positif di Kaltim Turun Signifikan

Delapan Daerah Masih Zona Merah, Pemprov Kaltim Belum Berikan Izin PTM SMA Sederajat

BALIKPAPAN–Kasus Covid-19 yang terus melandai dari hari ke hari, membuat…

Sabtu, 25 September 2021 10:13

Awal Oktober, Level PPKM Balikpapan Bisa Turun

SEBARAN zona merah Covid-19 di Kota Balikpapan terus berkurang. Data…

Sabtu, 25 September 2021 10:11

Sidang Korupsi PT Mahakam Gerbang Raja Migas yang Sering Ditunda, Terdakwa Sakit-sakitan hingga Saksi Kompak Mangkir

Sejak bergulir perdana pada 23 Juni, baru sembilan saksi yang…

Sabtu, 25 September 2021 10:10

Geliat Papua Jelang Pembukaan PON XX, Tiap Rombongan Atlet yang Datang Disambut Tarian di Bandara

Stadion baru tempat pembukaan dihelat telah selesai berbenah. Sejumlah cabor…

Jumat, 24 September 2021 13:51

Draf RUU Kaltim Tak Bahas IKN

BALIKPAPAN–Penyusunan Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Kaltim terus dikebut. Ditargetkan…

Jumat, 24 September 2021 13:50

Pesut Mahakam Hidupnya Makin Terancam

Hidup pesut mahakam makin nelangsa. Hanya sungai kecil di ujung…

Jumat, 24 September 2021 13:07

Tak Mudah Mendapatkan Plasma Konvalesen

KETIKA kasus Covid-19 berada di puncaknya, Unit Transfusi Darah Palang…

Kamis, 23 September 2021 15:36

Ironi Tambang di Bukit Tengkorak, Konsep Forest City di IKN Terkesan Retorika

Gerak cepat pengungkapan kasus tambang ilegal di konsesi PT Multi…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers