MANAGED BY:
SABTU
25 SEPTEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

UTAMA

Rabu, 28 Juli 2021 14:21
Korupsi TPA Manggar Lanjut ke Pemeriksaan Saksi

SAMARINDA–Dugaan korupsi pengadaan lahan TPA Manggar di Balikpapan, dipastikan lanjut ke tahap pemeriksaan saksi selepas majelis hakim Pengadilan Tipikor Samarinda menolak keberatan Roby Ruswanto dan Astani, dua terdakwa dalam kasus ini. “Menolak keberatan yang diajukan para terdakwa dan meminta penuntut umum untuk melanjutkan pemeriksaan perkara ini,” ucap Ketua Majelis Hakim Lucius Sunarto membacakan putusan sela, Selasa (27/7).

Menurut majelis, apa yang disanggah kedua terdakwa dalam eksepsi perlu dibuktikan kebenarannya di persidangan. Khususnya sanggahan tentang minimnya peran terdakwa dalam dakwaan perkara yang diduga merugikan Pemkot Balikpapan senilai Rp 10,4 miliar tersebut. Dalam eksepsi, kuasa hukum terdakwa menyoal dakwaan JPU yang tak mengurai secara jelas peran keduanya. JPU, menurut mereka, hanya menjelaskan peran Roby Ruswanto ketika menjabat kepala, dan Astani selaku sekretaris di Dinas Kebersihan Pertamanan Pemakaman (DKPP) Balikpapan.

Keduanya disebut tak pernah mengajukan usulan pengadaan lahan di kawasan Proklamasi, Manggar, Balikpapan Timur dalam musyawarah rencana pembangunan (Musrenbang) Balikpapan 2013, atau setidaknya diselipkan dalam Plafon Penggunaan Anggaran Sementara (PPAS) Balikpapan 2014. Yang tercatat dalam dokumen KUA-PPAS 2014, hanyalah kegiatan pembangunan pool kendaraan dan depo sampah senilai Rp 11 miliar dan mengadendum dokumen itu. Namun, hal ini dianggap kedua terdakwa bersama kuasa hukumnya, tak sepenuhnya menggambarkan keterlibatan langsung kedua terdakwa dalam terjadinya praktik korupsi tersebut.

“Karena itu, perlu dibuktikan kebenarannya dengan pemeriksaan saksi, ahli, dan bukti-bukti ke persidangan,” lanjut Lucius membaca didampingi hakim Arwin Kusmanta dan Yulius Christian. Dengan demikian, persidangan beragendakan pemeriksaan saksi bakal tersaji pada 3 Juli mendatang. Dalam tanggapannya, JPU menyebut jika kuasa hukum kedua terdakwa terlalu mengada-ada dan tak profesional bekerja. Memang, dalam dakwaan yang diajukan, JPU mengurai seluruh dugaan peristiwa pidana dalam kasus ini. Termasuk peran tersangka lain dalam kasus ini, Andi Walinono dan Rosdiana.

Namun, kedua terdakwa justru menjadi pihak yang memberi ruang lebar korupsi terjadi. Dengan mengubah program kerja di Dinas Kebersihan Pertamanan Pemakaman (DKPP) Balikpapan. Dari kegiatan pembangunan pool kendaraan dan depo sampah senilai Rp 11 miliar diubah jadi perluasan lahan TPA Sampah Manggar. Usulan anggaran pun turut membengkak dua kali lipat jadi Rp 22 miliar. Diketahui, dalam dakwaan yang dibacakan pada 6 Juli lalu, JPU mendakwa keduanya melanggar Pasal 2 dan Pasal 3 UU 31/1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto UU 20/2001 atas kerugian negara yang ditaksir mencapai Rp 10,4 miliar dalam kasus tersebut.

Terdakwa Roby dan Astani dinilai mengubah rencana kegiatan anggaran (RKA) disusun dan membentuk panitia pengadaan lahan sebelum surat keputusan wali kota menentukan lokasi pembebasan lahan terbit. Selain itu, ada pertemuan keduanya dengan Rosdiana, makelar dan tersangka lain dalam kasus ini. Bahkan, terdakwa Roby selaku kepala DKPP langsung menunjuk tim penaksir untuk menghitung kelayakan harga lahan yang bakal dibebaskan. Nilai kewajaran pergantian lahan seluas 223.585,75 meter persegi di Jalan Proklamasi, Manggar, Balikpapan Timur tersebut sebesar Rp 44,39 miliar atau sebesar Rp 198,5 ribu per meter perseginya.

Harga taksiran ini jadi amunisi Rosdiana dan Andi Walinono bertemu pemilik lahan untuk mengondisikan harga dengan warga. Warga setuju dengan syarat ada uang muka sebesar Rp 75 ribu per meter perseginya dan menyetujui berapa pun hasil kesepakatan negosiasi ganti rugi nantinya. Rosdiana menalangi uang muka itu. Dalam rapat negosiasi, warga meminta harga Rp 200 ribu per meter perseginya. Negosiasi berjalan beberapa kali dengan kesepakatan akhir lahan dihargai Rp 145 ribu per meter perseginya atau total ganti rugi Rp 21,5 miliar.

Pencairan terjadi medio Januari-Maret 2014, mengetahui itu Rosdiana langsung meminta para pemilik lahan tersebut untuk memindahkan dana ganti rugi tersebut lantaran warga sudah menerima pembayaran menggunakan uang talangan darinya. Nah, selisih pembayaran sebesar Rp 70 ribu per meter persegi atau total Rp 10,4 miliar yang terjadi dinilai JPU jadi kerugian negara dalam kasus ini. (ryu/riz/k15)

loading...

BACA JUGA

Sabtu, 25 September 2021 12:30

Wanita Cantik yang Ditusuk dan Dibuang Jasadnya di Jalan Poros Samarinda Tenggarong, Polisi: Sudah Direncanakan

SAMARINDA - Pembunuhan Juwanah alias Julia (25) di dalam mobil…

Sabtu, 25 September 2021 12:20

Azis Syamsuddin Dijemput Paksa KPK

JAKARTA – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengambil langkah tegas terhadap…

Sabtu, 25 September 2021 10:14
Kasus Positif di Kaltim Turun Signifikan

Delapan Daerah Masih Zona Merah, Pemprov Kaltim Belum Berikan Izin PTM SMA Sederajat

BALIKPAPAN–Kasus Covid-19 yang terus melandai dari hari ke hari, membuat…

Sabtu, 25 September 2021 10:13

Awal Oktober, Level PPKM Balikpapan Bisa Turun

SEBARAN zona merah Covid-19 di Kota Balikpapan terus berkurang. Data…

Sabtu, 25 September 2021 10:11

Sidang Korupsi PT Mahakam Gerbang Raja Migas yang Sering Ditunda, Terdakwa Sakit-sakitan hingga Saksi Kompak Mangkir

Sejak bergulir perdana pada 23 Juni, baru sembilan saksi yang…

Sabtu, 25 September 2021 10:10

Geliat Papua Jelang Pembukaan PON XX, Tiap Rombongan Atlet yang Datang Disambut Tarian di Bandara

Stadion baru tempat pembukaan dihelat telah selesai berbenah. Sejumlah cabor…

Jumat, 24 September 2021 13:51

Draf RUU Kaltim Tak Bahas IKN

BALIKPAPAN–Penyusunan Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Kaltim terus dikebut. Ditargetkan…

Jumat, 24 September 2021 13:50

Pesut Mahakam Hidupnya Makin Terancam

Hidup pesut mahakam makin nelangsa. Hanya sungai kecil di ujung…

Jumat, 24 September 2021 13:07

Tak Mudah Mendapatkan Plasma Konvalesen

KETIKA kasus Covid-19 berada di puncaknya, Unit Transfusi Darah Palang…

Kamis, 23 September 2021 15:36

Ironi Tambang di Bukit Tengkorak, Konsep Forest City di IKN Terkesan Retorika

Gerak cepat pengungkapan kasus tambang ilegal di konsesi PT Multi…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers