MANAGED BY:
SENIN
20 SEPTEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

KALTIM

Selasa, 27 Juli 2021 12:34
Sengketa Lahan Bendungan Sepaku Belum Selesai, Tapi Proyek Ditarget Tuntas Tahun Ini

PENAJAM - Diam-diam, lahan untuk pembangunan Bendungan Sepaku di Penajam Paser Utara (PPU) jadi objek sengketa. Adalah Pangeran Hario Adiningrat dari Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura yang mengajukan gugatan hukum ke Pengadilan Negeri (PN) PPU.

Ada tujuh tergugat dalam perkara ini. Masing-masing gubernur Kaltim, kepala kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN) PPU, Balai Wilayah Sungai Kalimantan III, camat Sepaku, kepala Desa Tengin Baru, kepala Desa Suko Mulyo, dan kepala Desa Argo Mulyo.

Dalam materi gugatan yang diajukan penggugat, antara lain disebutkan bahwa penggugat adalah ahli waris yang sah dari Adji Mohamad Parikesit atau Adji Endje (alm) dan pemilik tanah asal yang sah.

Ini sesuai dengan surat wasiat segel dari Baginda Al Chalifatoel Moe’minin Fibilade Koetai, Koetai Adji Muhammad gelar Adji Pangeran Mohammad Alimuddin gelar Sripadoeka Sultan Muhammad Alimuddin Al Adiel Chalifatoel Moe’minin Fibilade Koetai tanggal 9 Juli 1902 dengan Nomor 08/KKKN/1902.

Dikuatkan lagi dengan surat dari Kerajaan Kutai Kartanegara Kantor Kerapatan Besar Pengadilan Syara Ija Igama Islam Tenggarong Nomor 202/KKB-KKKN/1940 yang ditetapkan di Tenggarong tanggal 09 Maret 1940.

Surat itu ditandatangani Hakim Ketua Sjech Moehammad Sadjid Al-Bone. Adapula surat keterangan waris Nomor 237/100/Tgr/VIII/2020 tanggal 27 Agustus 2020. Disebutkan bahwa tanah milik penggugat yang diperoleh dari orangtuanya secara turun-temurun, adalah tanah perwatasan penggugat yang sah.

Dalam gugatannya, penggugat meminta menghukum para tergugat dan atau siapa pun juga yang memperoleh hak atau kuasa dari padanya untuk mendata dan mendaftarkan penggugat sebagai pemilik tanah asal yang sah.

Juga sebagai pihak penerima uang kompensasi/ganti rugi pembebasan lahan/tanah sebesar 35 persen dari jumlah keseluruhan uang ganti rugi/anggaran pembebasan lahan/tanah seluas sekitar 378 hektare untuk pembangunan Bendungan Sepaku-Semoi (Desa Tengin Baru, Desa Sukomulyo, dan Desa Argo Mulyo).

Gugatan lainnya adalah agar pembangunan Bendungan Sepaku dan pembayaran kompensasi atas tanah bendungan dihentikan sebelum ada persetujuan tertulis dari penggugat. Dalam kasus gugatan ini, penggugat menunjuk kuasa hukum Muhammad Saleh.

Kepala Bagian Hukum Setkab PPU Pitono yang dihubungi terpisah, kemarin (26/7), membenarkan gugatan dari pangeran Kukar itu. Bagian kukum mendampingi tergugat camat Sepaku. Sementara tiga kepala desa yang turut tergugat didampingi kuasa hukum Agus Amri.

“Saat ini kasusnya dalam proses kasasi. Penggugat yang mengajukan kasasi,” kata Kabag Hukum Setkab PPU Pitono.

Dijelaskannya, sidang PN PPU yang digelar memberi status keputusan tidak berwenang mengadili. Agus Amri, kuasa hukum ketiga kepala desa yang dihubungi melalui platform perpesanan WhatsApp (WA) hanya menjawab singkat. “Masih dikoordinasikan,” tulisnya.

Ia tidak membalas saat ditanya koordinasi yang dimaksud itu. Sementara itu, seolah tak terpengaruh oleh gugatan hukum yang dilayangkan pihak lain, pembangunan bendungan di Sepaku-Semoi itu ditargetkan oleh Gubernur Kaltim Isran Noor rampung akhir tahun ini.

Ia menargetkan itu setelah bersama Menteri PPN/Kepala Bappenas Suharso Monoarfa meninjau sejumlah infrastruktur penunjang ibu kota negara (IKN) di Sepaku, baru-baru ini. Gubernur berharap setelah rampung, bendungan dapat memasok kebutuhan air bersih untuk IKN. (ari/kri/k16)

loading...

BACA JUGA

Senin, 20 September 2021 10:58

Program Redistribusi Lahan Berlanjut, Pemkab Fasilitasi Kepemilikan Warga

SANGATTA – Pembebasan lahan kawasan hutan yang sudah dihuni masyarakat…

Senin, 20 September 2021 10:56

Batching Plant Belum Berizin, Mutu Beton Dipertanyakan, Pemkab Janji Tindak Tegas

SAMBALIUNG – Wakil Bupati Berau Gamalis mengatakan, pemkab akan mengambil…

Senin, 20 September 2021 10:54

Vaksinasi Sasar Santri Pesantren, Kejar Target Herd Immunity hingga Akhir Tahun di Berau

TANJUNG REDEB - Kepala Dinas Kesehatan (Diskes) Berau Iswahyudi memastikan…

Senin, 20 September 2021 10:53

Tak Kunjung Beroperasi, Pemprov dan Pemkab Kelola Mandiri KEK Maloy Batuta

Belum jelasnya investasi di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Maloy Batuta…

Senin, 20 September 2021 05:17

Polsek Loa Kulu Sudah Periksa Empat Oknum Penambang Ilegal dan Sita Excavator yang Garap Lahan MHU

Terkait adanya penemuan oknum lain yang melakukan kegiatan pengerukan baru…

Senin, 20 September 2021 05:13

Lahan MHU di Desa Margahayu Kukar Digarap Oknum

Tim Patroli PT Multi Harapan Utama (MHU) menemukan adanya kegiatan…

Minggu, 19 September 2021 22:20

Konsesi PT MHU Dikupas Pihak Lain, Perusahaan Lapor Polisi, Alat Berat Diamankan

TENGGARONG - Dugaan aktivitas tambang ilegal di konsesi PT Multi…

Minggu, 19 September 2021 14:03

Pupuk Kaltim Raih 3 Kategori Penghargaan ISDA 2021

PT Pupuk Kalimantan Timur (Pupuk Kaltim) meraih tiga kategori penghargaan…

Sabtu, 18 September 2021 10:23

Vaksinasi di Paser Masih 22 Persen

TANA PASER – Sejak dimulai program vaksinasi awal tahun ini,…

Sabtu, 18 September 2021 10:22

Pengumpul Koin untuk APBD di Penajam Paser Utara Diteror

PENAJAM - Pengumpulan uang koin dari masyarakat yang dikoordinasi oleh…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers