MANAGED BY:
SENIN
20 SEPTEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

SAMARINDA

Selasa, 27 Juli 2021 10:43
Siap Hadapi PPKM Level 4, Wali Kota Minta Polisi Telusuri Dugaan Kenaikan Harga Oksigen dan Obat-obatan
Andi Harun

Status Samarinda dalam menghadapi pandemi Covid-19 sebelumnya menerapkan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) mikro. Namun, berdasarkan surat instruksi Wali Kota Nomor 1-3/2021, status tersebut diperketat dan berakhir Minggu (25/7). Selanjutnya, pemkot melalui Satgas Penanganan Covid-19 Samarinda bakal menjadi PPKM Level 4.

 

SAMARINDA–Berdasarkan arahan pemerintah pusat untuk perpanjangan status berlaku mulai hari ini hingga Senin (2/8) mendatang

Wali Kota Samarinda Andi Harun mengatakan, dalam rangka persiapan menghadapi PPKM Level 4, pihaknya membagi tiga klaster penanganan, yakni bidang pencegahan berada di tangan Asisten I Tejo Sutarnoto, bidang kesehatan ditangani Asisten II drg Nina Endang Rahayu, dan bidang sosial dikawal Asisten III Ali Fitri Noor. "Untuk pemberlakuan aturan baru kami menunggu instruksi Menteri Dalam Negeri (Mendagri). Draf surat sudah ada, tinggal ditandatangani," ucapnya.

Soal peningkatan level, pria yang akrab disapa AH menegaskan, kondisi Samarinda tidak jauh berbeda dengan penerapan status PPKM Mikro diperketat, yang sudah dilaksanakan sejak awal Juli. Misalnya untuk tempat makan disarankan tetap mengutamakan pelayanan bungkus bawa pulang (take away). Begitu juga untuk mal atau pusat perbelanjaan, masih dibolehkan buka dengan protokol kesehatan (prokes) ketat, tetapi hanya bagi yang menjual bahan pokok dan tempat makan. "Pengetatan kan telah berlaku sejak lama. Pengawasan juga terus-menerus dilakukan," ucapnya.

Sementara terkait pelaksanaan pembelajaran tatap muka (PTM), AH menyebut masih harus berlaku daring. Begitu juga untuk pekerja di sektor non-esensial, berlaku work from home (WFH) 100 persen. Untuk kantor pemerintahan dan pelayanan publik, WFH 50 persen. "Bahwa kalau masih ada yang melanggar artinya tidak taat. Karena tidak mungkin 100 persen. Tapi garis besar 80 persen warga Samarinda mengikuti aturan," ucapnya.

Dia menyampaikan sudah berkoordinasi dengan kepolisian untuk melakukan penelusuran di lapangan, terkait adanya laporan kelangkaan dan kenaikan harga isi ulang serta tabung oksigen dan obat-obatan. Agar jangan sampai ada oknum yang melakukan penimbunan atau spekulasi harga berlebihan.

"Kami akan menelusuri ke beberapa perusahaan pemasok oksigen terkait adanya kelangkaan tersebut," tutupnya. (dns/dra/k16)

loading...

BACA JUGA

Senin, 20 September 2021 09:52

Lengkapi Surat Kendaraan, Mulai Hari Ini Polres Samarinda Gelar Operasi Patuh Mahakam 2021

SAMARINDA - Polresta Samarinda menggelar Apel Gelar Pasukan dalam rangka…

Senin, 20 September 2021 05:20

Walikota Andi Harun Bawa Persoalan Banjir Samarinda ke Kementerian PUPR di Jakarta

SAMARINDA - Walikota Samarinda, Andi Harun beserta jajaran pemerintah kota…

Minggu, 19 September 2021 16:56

Mahasiswa Farmasi UMKT Teliti Tanaman Bajakah sebagai Antibiofilm

Mahasiswa Farmasi Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur memanfaatkan tumbuhan asli Kalimantan,…

Minggu, 19 September 2021 15:16

Gubernur Komitmen dengan Pemuda Disabilitas

Raut wajah sumringah terpancar dari para wajah para pengurus Forum…

Minggu, 19 September 2021 14:00

Mayat Mr X Mengapung di Sungai Mahakam 

SAMARINDA - Sesosok mayat tanpa identitas atau Mr X mengapung…

Minggu, 19 September 2021 11:24

Mahasiswa UMKT Samarinda Bikin Terobosan, Nanoemulgel Daun Inai Jadi Penyembuh Luka

Mahasiswa UMKT Samarinda Bikin Terobosan, Nanoemulgel Daun Inai Jadi Penyembuh…

Minggu, 19 September 2021 11:22

Kreatif..!! Mahasiswa UMKT Manfaatkan Pangan Buah Naga dan Nanas Jadi Cemilan Sehat Rendah Gula

Kasus diabetes melitus di Indonesia setiap tahunnya semakin meningkat. Menurut…

Minggu, 19 September 2021 10:27

Dugaan Tambang Ilegal di Lahan Pemkot Samarinda, Ada Pembiaran?

Pengerukan “emas hitam” tanpa izin seakan tak pernah ada habisnya…

Minggu, 19 September 2021 10:24

Drainase Sempit Jalan Diponegoro Dibenahi Tahun Depan

DRAINASE yang sempit di Jalan Pangeran Diponegoro, Kelurahan Bukuan, rencananya…

Minggu, 19 September 2021 10:23
Tidak Bisa Dipindah, DLH Akan Pasang Plang

AWAS..!! Ada Buaya di Taman Tepian Jalan Slamet Riyadi

Sisi sungai taman tepian Mahakam, Jalan Slamet Riyadi, Sungai Kunjang,…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers