MANAGED BY:
MINGGU
19 SEPTEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

UTAMA

Senin, 26 Juli 2021 10:37
Anak Belajar di Rumah, Orangtua Harus Bisa Beradaptasi
Kondisi pandemi Covid-19, membuat anak-anak kini harus belajar di rumah. Orangtua pun mesti mendampingi anak mereka.

KONDISI pandemi Covid-19, membuat anak-anak kini harus belajar di rumah. Orangtua pun mesti mendampingi anak mereka. Memang, belajar dari rumah tak semudah jika belajar di sekolah. Namun, anak, sekolah, dan orangtua mesti beradaptasi.

Psikolog Ayunda Ramadhani menjelaskan, pada dasarnya orangtua harus memahami bahwa pandemi saat ini adalah kondisi yang tak bisa diprediksi. Sehingga, mau tidak mau harus diterima. Jadi, harus siap menerima perubahan yang tak bisa diterima sehari-hari. Untuk mendampingi anak belajar di rumah, Ayunda punya kiat khusus.

Seperti yang pertama urusan waktu yaitu harus disepakati waktu mengerjakan tugas. “Lakukan ini bersama anak karena orangtua diharapkan bisa mendampingi hingga tugas selesai sebelum deadline pengumpulan,” ucap Ayunda.

Kemudian, memastikan keperluan biologis anak terpenuhi. Di antaranya, makan dan istirahat cukup adalah modal utama agar bisa fokus mengerjakan tugas. Selain itu, orangtua harus menciptakan situasi belajar yang kondusif. Mulai suhu ruangan, tempat yang nyaman, hingga jaringan internet. Jangan lupa memberikan reward dengan pujian atau makanan favoritnya, tiap anak bisa menyelesaikan tugas.

Meski begitu, bukan berarti hal itu bisa langsung berjalan baik dan lancar. Jika tak berjalan sesuai harapan, ada baiknya berhenti sejenak. Misal ketika mendampingi anak belajar, muncul rasa kesal atau marah, maka istirahat sejenak dianjurkan. Selain itu, bisa mengucapkan kalimat positif untuk menyemangati diri sendiri. Berolahraga, mengatur napas, tidur cukup dan makan bergizi, juga salah satu cara agar proses belajar optimal. Jangan lupa memberikan hiburan sendiri dan self reward.

“Namun, jika kasusnya adalah pada anak yang memang berkebutuhan khusus, dalam artian mengalami gangguan konsentrasi. Sehingga tidak dapat fokus, maka perlu strategi lain. Hal ini perlu berkolaborasi dengan terapis dan guru untuk menyesuaikan dengan kondisi anak,” jelas dosen Universitas Mulawarman Samarinda itu.

Ayunda melanjutkan, misal ketika anak dengan diagnosis hiperaktif, maka tugas sekolah tidak bisa dengan metode duduk tenang di atas meja. Namun, dengan tetap bergerak. Orangtua perlu kreatif dan guru pun harus kreatif untuk mendesain tugas belajar untuk anak attention deficit hyperactivity disorder (ADHD). Bisa misalnya dengan membuat tugas yang melibatkan olah tubuh.

Namun, jika bagi anak-anak umum, maka agar tugas bisa selesai di rumah, perlu pendampingan dari orangtua. “Menyesuaikan dengan gaya belajar mereka, tetapkan target/deadline penyelesaian dengan kesepakatan bersama. Saat belajar usahakan tidak ada gadget/alat elektronik seperti TV yang bisa memecah konsentrasi. Namun, kebanyakan tugas saat ini melalui online, sehingga, gadget akan sulit dihindari. Nah, inilah pentingnya peran orangtua,” paparnya.

Di sisi lain, diketahui kasus kekerasan pada perempuan dan anak mengalami peningkatan selama masa pandemi. Penyebabnya multifaktor, mulai kebijakan di awal pandemi hingga saat ini. Kebijakan tersebut membuat banyak menghabiskan waktu di rumah, bersama anggota keluarga lainnya. Tentu juga harus tetap bekerja dan sekolah, tapi dari rumah.

“Nah di sini rentan muncul konflik. Ada anak yang harus menggunakan laptop/ handphone bergantian. Belum lagi jika ayah/ibu juga harus bekerja di rumah tetapi laptop hanya satu. Belum lagi keperluan akan kuota internet. Di luar kebutuhan primer seperti kebutuhan pokok,” jelas dia.

Sementara itu, hingga saat ini, tanda-tanda pembelajaran tatap muka bisa dimulai di seluruh Kaltim juga belum ada. Sebelumnya Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kaltim Anwar Sanusi menjelaskan, pihaknya membuka pembelajaran tatap muka jika situasinya sudah cukup aman, sesuai instruksi Gubernur Kaltim Isran Noor.

Namun, saat ini kondisi Kaltim tak memungkinkan. Kasus Covid-19 terus membeludak. Seperti kemarin (24/7), penambahan kasus mencapai lebih dari 2 ribu orang. Seluruh daerah di Kaltim pun masuk zona merah. (rom/k16)


BACA JUGA

Sabtu, 18 September 2021 12:32

300 Nakes Ditarik dari 34 Distrik di Papua

JAYAPURA-Sebanyak 300 Tenaga Kesehatan (Nakes) ditarik dari 34 distrik di…

Sabtu, 18 September 2021 10:18

Balikpapan Siap Jadi Ibu Kota Provinsi

Pembahasan Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Provinsi Kaltim, membuka peluang wacana…

Sabtu, 18 September 2021 10:17
RUU tentang Provinsi Segera Diputuskan DPR

Samboja-Sepaku Bisa Lepas dari Kaltim

Dalam naskah akademik RUU IKN yang sebelumnya beredar, pemerintahan IKN…

Jumat, 17 September 2021 12:09

Trans Kalimantan di Kubar Tergenang, Waspada! Lubang-Lubang di Jalan Makin Besar

SENDAWAR–Banjir melanda sejumlah kecamatan di Kutai Barat (Kubar). Terparah banjir…

Kamis, 16 September 2021 14:35
Kepala Sekolah Rp 1,6 Triliun Itu Cuma Ingin Momong Cucu

Itu kan Hanya Catatan di Atas Kertas, tapi Di-Ranking KPK

Menurut undang-undang, kepala sekolah seperti Nurhali sejatinya tak masuk kategori…

Kamis, 16 September 2021 14:33

Undang-Undang Direvisi, Keistimewaan Kaltim Diatur

BALIKPAPAN-Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Provinsi Kaltim disepakati masuk Program Legislasi…

Kamis, 16 September 2021 14:31

Pemerintah Targetkan Tol Baru ke IKN Rampung 2025, Panjangnya 47 Km

Nantinya, jalan tol sepanjang 47 kilometer itu akan dimulai dari…

Kamis, 16 September 2021 14:29

Situasi Pandemi Mulai Terkendali, Pakar Ingatkan Gelombang Ketiga Masih Bisa Terjadi

JAKARTA- Indikator pandemi nasional semakin membaik. Per tanggal 14 September…

Kamis, 16 September 2021 13:22

56 Pegawai KPK Diberhentikan Dengan Hormat

JAKARTA – Polemik pengalihan pegawai KPK menjadi aparatur sipil negara…

Rabu, 15 September 2021 14:43
KPK: Tinggi Bukan Berarti Korupsi, Rendah Bukan Berarti Bersih

Kekayaan Lima Kepala Daerah di Kaltim Naik

Pandemi Covid-19 yang setahun terakhir melanda, tampaknya tidak terlalu berpengaruh…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers