MANAGED BY:
SABTU
25 SEPTEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

BALIKPAPAN

Jumat, 23 Juli 2021 12:57
Liku-Liku Kawasan Industri Kariangau, Dilirik Investor Sawit, Infrastruktur Jadi PR
Kawasan Kariangau

Peliput: M Ridhuan, Nofiyatul Chalimah

 

Belasan tahun Kawasan Industri Kariangau (KIK) Balikpapan beroperasi. Namun, keberadaannya masih belum sesuai harapan sejumlah kalangan. Berbagai persoalan mengemuka.

 

MASIH banyaknya persoalan di KIK Balikpapan membuat pengusaha di Kaltim masih pikir-pikir untuk ikut terlibat berinvestasi. Sejumlah faktor seperti sengketa lahan, tanah yang dikuasai masyarakat, hingga ketersediaan infrastruktur yang minim menjadi alasan.

“Kami akui masih banyak hal yang harus dibenahi di KIK agar pengusaha mau bergabung,” ungkap Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Kaltim Slamet Brotosiswoyo, Sabtu (17/7).

Masalah lahan misalnya, Apindo menilai pengusaha yang ingin membangun bisnisnya banyak menemukan lahan yang masuk KIK ternyata dikuasai masyarakat. Termasuk perselisihan lahan antara pemerintah atau swasta dengan kelompok masyarakat. Artinya sebagai kawasan industri yang disiapkan pemerintah, faktanya ruang lingkup kawasan justru dikuasai masyarakat.

Pun soal perizinan yang disebut masih membingungkan. “Sebenarnya KIK ini berada di ranah provinsi atau Pemkot Balikpapan, juga masih ada masalah,” ucap Slamet.

Lalu soal infrastruktur, dirinya melihat masih banyak pekerjaan rumah (PR) di KIK khususnya terkait ketersediaan listrik. Kemudian ketersediaan air dan akses jalan penunjang yang kondisinya kini sudah tidak terawat, sehingga tak sesuai dengan standar kawasan industri. “Disebut kawasan industri, namun di lapangan banyak hal yang tidak sesuai standar kawasan industri,” ungkapnya.

Dalam perjalanan waktu, sebetulnya banyak pengusaha lokal yang tergabung dalam Apindo menaruh harapan kepada KIK sebagai basis industri dan bisnis. Namun, melihat tak adanya kemajuan dan upaya pemerintah dalam memperbaiki KIK, Slamet menyebut, kini banyak pengusaha yang memalingkan wajah mereka. “Kini fokus teman-teman berada di Kawasan Industri Buluminung. Karena kami melihat ada effort yang diberikan pemerintah ke sana,” terangnya.

Meski begitu, Slamet menyebut, hingga kini pengusaha masih memanfaatkan kawasan Terminal Peti Kemas (TPK) Kariangau sebagai salah satu jalur reguler keluar masuk barang dan jasa pelayanan. Apalagi dengan rencana pemindahan ibu kota negara (IKN), banyak pengusaha yang mempersiapkan diri. “Teman-teman masih optimistis pemindahan ibu kota negara ke Kaltim ini sebagai peluang. Kita lihat nanti bagaimana perkembangannya,” tuturnya.

Bagi Slamet, yang terpenting bagi pengusaha adalah kepastian dari pemerintah. Pasalnya, banyak keluhan yang timbul karena sejumlah proyek strategis yang berhenti di tengah jalan. Seperti Coastal Area Balikpapan. Yang disebut-sebut merugikan investor karena tak kunjung ada kejelasan kapan dibangun. “Banyak yang sudah memasukkan jaminan tender, pinjam bank, tapi sampai sekarang masih saja izinnya belum keluar,” ujarnya.

Direktur Utama PT Kaltim Kariangau Terminal (KKT) Abdul Azis mengatakan, saat ini TPK Kariangau tengah berusaha mengembangkan bisnis menjadi multipurpose, sehingga tak hanya mengandalkan peti kemas, juga melayani curah kering dan cair. “Sehingga pengiriman batu bara curah dan CPO (crude palm oil) bisa dilakukan di TPK Kariangau,” ungkapnya.

Azis menuturkan, setelah mendapat izin multipurpose dari Kementerian Perhubungan, pihaknya juga berkepentingan untuk mendorong adanya industri lain berkembang di sekitar TPK Kariangau. Salah satunya berdiri pabrik-pabrik CPO.

Dia mengaku, banyak investor yang berminat membangun pabrik minyak kelapa sawit atau CPO di sekitar TPK Kariangau. Namun, baru satu yang menyatakan kesiapan akan mendirikan pabrik tersebut. Keberadaannya bakal mendukung rencana terminal curah yang bakal dibuka KKT.

KKT dinilainya berkepentingan untuk ikut mengembangkan KIK. Di sisi lain, TPK Kariangau juga dekat dengan lokasi ibu kota negara di Sepaku, Penajam Paser Utara. “Sangat memperkuat IKN. Apalagi setelah Jembatan Pulau Balang jadi,” jelasnya.

EFEK EKONOMI

Multiplier effect ekonomi dari pembangunan KIK dinilai belum dirasakan masyarakat sekitar. Hal itu diungkapkan anggota Komisi III DPRD Kaltim yang juga berasal dari Daerah Pemilihan Balikpapan, Syafrudin. Dia menjelaskan, masih banyak pekerjaan rumah untuk mengoptimalkan kawasan industri itu. Termasuk, urusan akses dan sarananya.

Syafruddin menilai dampak dari industri di Kariangau belum merata. Jadi, penting untuk dikaji ulang. Supaya dampak ekonominya bisa luas. Dia pun mendapat curahan hati dari warga setempat.

“Penerimaan karyawan atau tenaga kerja belum dominan orang di situ. Masih banyak orang luar dan masyarakat belum merasakan dampak dari industri ini,” terang politikus PKB itu.

Di sisi lain, terkait perkembangan sarana di kawasan itu juga menemui masalah. Diakui pria yang akrab disapa Udin itu, persoalan jalan adalah kewenangan provinsi. Jalan dipakai hilirisasi kendaraan industri di sana. Menurutnya, seharusnya Pemprov Kaltim menginisiasi pertemuan untuk membicarakan peningkatan akses dan sarana di kawasan itu.

“Pemprov diharapkan bisa menginisiasi mengundang mereka, sehingga beban tidak hanya di Pemprov Kaltim. Tetapi bagaimana para pelaku industri di KIK juga punya tanggung jawab memperbaiki dan menjaga jalan tetap baik,” saran dia. (rom/k16)

 

loading...

BACA JUGA

Sabtu, 25 September 2021 10:35

Disdukcapil Dorong Pembuatan KIA

BALIKPAPAN-Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Balikpapan mendorong masyarakat…

Sabtu, 25 September 2021 10:31

Melihat Konsep Waterfront City untuk Pembangunan PPU (1)

Kaltim Post menerima pertanyaan dari berbagai elemen masyarakat terkait program…

Sabtu, 25 September 2021 10:28

Vaksinasi Dosis Satu di Balikpapan Capai 50,4 Persen

BALIKPAPAN- Dinas Kesehatan Kota Balikpapan mencatat, herd immunity terus digencarkan,…

Jumat, 24 September 2021 13:47

Kelanjutan Pembangunan Embung Aji Raden Dipertanyakan

LANJUTAN pembangunan Embung Aji Raden di Kota Balikpapan dikhawatirkan tidak…

Jumat, 24 September 2021 13:45

Dishub Bakal Percantik Kawasan Sudirman Balikpapan

BALIKPAPAN- Dinas Perhubungan Kota Balikpapan berencana mempercantik penerangan di kawasan…

Jumat, 24 September 2021 13:43

Tidak Ada Lagi Penyekatan Jalan Tapi Gerbang Keluar-Masuk Kota Masih Dijaga

Penyekatan jalan di sejumlah titik di dalam kota telah berakhir…

Jumat, 24 September 2021 13:38

KASN Evaluasi Netralitas ASN dalam Pilkada 2020

BALIKPAPAN – Bertempat di Kantor Bawaslu, Rabu (22/9), Komisi Aparatur…

Kamis, 23 September 2021 13:31

Tetap Terapkan Prokes Saat Berbelanja di Pasar

Masyarakat diimbau untuk tidak mengendurkan protokol kesehatan meskipun penambahan kasus…

Kamis, 23 September 2021 09:11

Batal Turun Level, Warga Balikpapan Diminta Tetap Semangat Jaga Prokes

Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan mempertanyakan kebijakan perpanjangan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan…

Selasa, 21 September 2021 20:13

Persiapan Menuju PON, Skuat Bola Tangan Kaltim Gelar Uji Coba di Balikpapan

BALIKPAPAN-Skuat bola tangan Kaltim menggelar uji coba, sebagai persiapan menuju…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers